Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Halte Buah Jepang, Cantik dan Penuh Cerita
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Halte Buah Jepang, Cantik dan Penuh Cerita

Nugroho P.
Last updated: Agustus 2, 2026 8:32 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Halte buah Jepang.
SHARE

BACAAJA, JEPANG – Kalau melihat halte bus berbentuk stroberi, semangka, atau melon di Jepang, banyak orang mengira bangunan itu dibuat hanya demi menarik wisatawan. Padahal, di balik tampilannya yang unik, ada cerita panjang yang melekat dengan sejarah dan identitas daerah setempat.

Deretan halte nyentrik itu berada di kawasan Konagai, Kota Isahaya, Prefektur Nagasaki. Sepanjang jalan, wisatawan akan menemukan halte dengan bentuk buah-buahan berwarna cerah yang langsung mencuri perhatian.

Mulai dari stroberi, jeruk mikan, melon, semangka, hingga tomat, semuanya dibuat berukuran besar sehingga mudah terlihat dari kejauhan. Tak heran kalau lokasi ini kini menjadi salah satu spot foto favorit para pelancong.

Namun, tujuan pembangunannya bukan sekadar mempercantik jalan. Halte-halte tersebut sejak awal dirancang untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus meninggalkan kesan bagi wisatawan yang datang.

Inspirasi desainnya ternyata berasal dari kereta labu dalam dongeng Cinderella. Konsep itu kemudian dikembangkan menjadi berbagai bentuk buah yang dianggap lebih dekat dengan karakter wilayah Konagai.

Pembangunan halte buah dimulai setelah Nagasaki Travel Expo yang digelar pada 1990. Saat itu, pemerintah daerah ingin menghadirkan ikon wisata yang berbeda sekaligus mengenalkan Nagasaki kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Seiring waktu, halte-halte tersebut berkembang menjadi simbol khas kawasan. Kini, banyak wisatawan sengaja datang hanya untuk berburu foto di setiap halte yang memiliki bentuk berbeda.

Lebih dari sekadar tempat menunggu bus, setiap desain buah juga mewakili hasil pertanian yang menjadi kebanggaan Prefektur Nagasaki. Wilayah ini memang dikenal memiliki kondisi alam yang mendukung budidaya berbagai jenis buah.

Stroberi dan jeruk mikan menjadi dua komoditas yang paling terkenal. Karena itu, bentuk halte dipilih sebagai cara kreatif untuk memperkenalkan produk lokal kepada siapa pun yang melintas.

Warga setempat bahkan menjuluki kawasan itu sebagai Tokimeki Fruit Bus Stop Street, atau jalan dengan deretan halte buah. Nama tersebut kini makin populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ada sisi sejarah yang membuat halte-halte ini terasa lebih bermakna. Kehadirannya dianggap sebagai simbol optimisme dan semangat bangkit masyarakat Nagasaki setelah tragedi bom atom pada 1945.

Meski Konagai bukan lokasi pusat ledakan, kawasan tersebut ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang pemulihan Nagasaki. Halte-halte berwarna cerah itu pun seolah menggambarkan harapan baru dan kehidupan yang terus berjalan.

Saat ini terdapat 16 halte buah yang tersebar di kawasan tersebut. Sebanyak 14 halte berada di sepanjang Jalan Nasional 207, sementara dua lainnya berada di Jalan Prefektur Konagai.

Komposisinya terdiri dari empat halte stroberi, empat jeruk mikan, tiga melon, tiga semangka, dan dua tomat. Sebagian besar berdiri di jalur pesisir sehingga pengunjung bisa menikmati panorama laut sekaligus berfoto dengan latar halte unik yang ikonik.

Kalau berencana liburan ke Nagasaki, mampir ke halte buah bisa jadi pengalaman yang berbeda. Bukan cuma dapat foto estetik, tetapi juga mengenal bagaimana sebuah halte sederhana bisa berubah menjadi simbol budaya, pertanian, dan semangat sebuah daerah (*)

You Might Also Like

Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata

Saeful dan Thiery Deg-degan, 2 Sopir Bus Profesional Lulusan JIDS Bekerja di Hiroshima Kotsu Jepang

Taman Garot Jadi Spot Healing Murah Warga Lamper Kidul

Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani

Minta Maaf Pun Bisa Diwakilkan, Jasa Unik Jepang Ini Bikin Melongo Banget

TAGGED:haltehalte buahjepangplesirwisata
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Saung Ciburial, Liburan Asyik Rasa Kampung
Next Article Naik Pesawat? Jangan Asal Bawa Power Bank

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Ajak Warga Semarang Semarakkan Agustusan

Bayar Pajak Kendaraan Tak Jauh Lagi, Samsat Corner Juwana Resmi Dibuka

Lompatan Guru Makin Ngebut, Capai Rekor Baru

Tebang Pohon Sembarangan, Siap Ganti Seribu Pohon

Gas Melon Mendadak Seret, Pemkab Turun Cek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Long Weekend Nggak Harus Bikin Kantong Kering, Begini Caranya!

September 5, 2025
Plesir

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

Maret 14, 2026
BRT Trans Semarang berhenti di halte Jl Pemuda Semarang. (Foto: Dok Pemkot Semarang)
Info

Trans Semarang Masuk Johar, Yakin Bisa Ngeramain Pasar Lagi? Ini Kata Akademisi

Juli 6, 2026
Tips

Gas Tipis dari Bandung, Berikut Tempat Adem Buat Kepala

Januari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Halte Buah Jepang, Cantik dan Penuh Cerita
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?