BACAAJA, JAKARTA – Kalau lagi main ke Dataran Tinggi Dieng, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Kawah Sikidang. Destinasi ini jadi salah satu ikon wisata Banjarnegara yang selalu ramai karena menawarkan pemandangan alam yang beda dari tempat lain.
Daya tarik utamanya adalah kawah aktif yang terus mengeluarkan kepulan uap belerang, lumpur panas, dan sesekali terdengar suara gemuruh dari bawah permukaan tanah. Suasana ini bikin pengunjung serasa sedang melihat langsung aktivitas perut bumi.
Nama Sikidang sendiri berasal dari kata kidang atau kijang dalam bahasa Jawa. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, nama itu terinspirasi dari seekor kijang yang gemar melompat-lompat di kawasan tersebut.
Di sisi lain, penjelasan ilmiah menyebut nama itu juga cocok dengan karakter kawah yang seolah berpindah-pindah. Titik keluarnya uap panas dan lumpur memang bisa berubah karena aktivitas geotermal yang terus berlangsung di bawah tanah.
Buat yang ingin berkunjung, harga tiketnya masih cukup ramah di kantong. Wisatawan domestik dikenai tarif mulai Rp30.000 per orang pada hari kerja dan Rp35.000 saat akhir pekan maupun hari libur nasional.
Menariknya, tiket itu bukan cuma berlaku untuk masuk ke Kawah Sikidang. Pengunjung juga bisa sekalian menikmati kawasan Candi Arjuna yang lokasinya masih berada dalam satu area wisata.
Kawah Sikidang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasinya mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum dari arah Wonosobo menuju kawasan Dieng.
Akses jalan menuju lokasi juga sudah cukup baik sehingga perjalanan terasa nyaman. Setibanya di kawasan wisata, pengunjung tinggal berjalan santai menuju area kawah.
Pemandangan di sekitar kawah benar-benar unik. Asap putih terus mengepul dari sela-sela tanah, sementara kolam lumpur panas menampilkan warna yang bisa berubah, mulai dari hijau kebiruan hingga kekuningan tergantung kandungan mineralnya.
Di kawasan ini wisatawan juga dapat melihat fenomena geologi seperti fumarol, yaitu lubang yang mengeluarkan uap panas, serta solfatara yang memancarkan gas belerang. Fenomena tersebut menjadikan Sikidang sebagai laboratorium alam terbuka yang menarik dipelajari.
Spot paling ikonik di kawasan ini adalah jembatan kayu yang membentang di atas area kawah. Dari jalur tersebut, pengunjung bisa menikmati panorama dengan aman tanpa harus menginjak tanah yang masih aktif.
Jembatan ini juga jadi lokasi favorit untuk berfoto. Latar kepulan asap dan lanskap vulkanis khas Dieng membuat hasil jepretan terlihat dramatis dan Instagramable.
Kalau ingin pengalaman yang lebih unik, jangan lewatkan mencicipi telur rebus yang dimasak menggunakan panas alami dari kawasan kawah. Sederhana, tapi jadi pengalaman khas yang sulit ditemukan di tempat wisata lain.
Perpaduan panorama alam, fenomena geologi, udara sejuk pegunungan, dan cerita rakyat membuat Kawah Sikidang tetap menjadi salah satu destinasi favorit di Dieng. Cocok buat liburan keluarga, berburu foto keren, atau sekadar menikmati sisi lain keindahan alam Jawa Tengah. (*)

