BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang memastikan penanganan kematian harimau benggala putih koleksi Semarang Zoo telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sejak kejadian diketahui, manajemen Semarang Zoo bersama Pemkot Semarang langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan, mengidentifikasi penyebab kematian, hingga menyelesaikan seluruh proses administrasi sesuai aturan konservasi satwa dilindungi. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penanganan lanjutan sesuai kewenangan instansi terkait.
Sekda Kota Semarang, Handi Priyanto mengatakan, seluruh tahapan telah dilakukan secara profesional, transparan, dan mengikuti mekanisme yang berlaku.
“Sejak awal kejadian, Pemkot Semarang bersama manajemen Semarang Zoo langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah. Pemeriksaan medis, identifikasi penyebab kematian, hingga penyelesaian administrasi telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, seluruh proses penanganan telah berjalan sebagaimana ketentuan yang mengatur pengelolaan satwa dilindungi,” ujar Handi.
Baca juga: Semarang Zoo Tambah Koleksi
Menurutnya, hasil pemeriksaan dari tim BKSDA Jawa Tengah bersama dokter hewan menjadi acuan resmi dalam menangani kasus tersebut. Pemkot, lanjut Handi, juga akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola kebun binatang dan kesejahteraan satwa.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan satwa, mulai dari pemantauan kesehatan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga aspek animal welfare.
Sesuai Standar
Pemkot Semarang berkomitmen memastikan Semarang Zoo dikelola sesuai standar yang ditetapkan dan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Pemkot Semarang juga menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Jawa Tengah atas pendampingan selama proses penanganan kematian satwa tersebut. Menurut Handi, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, ia mengimbau masyarakat agar mengedepankan informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap satwa koleksi Semarang Zoo. Karena itu, kami mengedepankan keterbukaan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang. Yang terpenting, seluruh proses penanganan atas kejadian ini telah diselesaikan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku sehingga tidak perlu ada spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kesalahan Anestesi Mencuat
Ke depan, Pemkot Semarang memastikan koordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo, menjaga kelestarian satwa, memperkuat aspek kesejahteraan hewan, sekaligus menghadirkan fungsi edukasi dan konservasi yang semakin baik bagi masyarakat.
Saat satwa mati, perhatian publik memang wajar membesar. Namun, transparansi yang cepat dan terbuka jauh lebih penting daripada membiarkan ruang kosong diisi spekulasi. Sebab, di era media sosial, kabar yang belum jelas sering kali berlari lebih cepat daripada fakta. (tebe)

