BACAAJA, SEMARANG– Cinta Raffinha dengan PSIS Semarang ternyata belum selesai. Striker asal Brasil itu dipastikan tetap berseragam Mahesa Jenar untuk musim 2026/27.
Setelah sempat jadi “amunisi dadakan” di paruh akhir musim lalu, kini Raffinha datang dengan satu misi yang lebih besar: mengantar PSIS kembali promosi ke Super League.
Manajemen PSIS Semarang resmi memperpanjang kerja sama dengan penyerang asal Brasil, Rafael de Sa Rodrigues atau yang lebih dikenal dengan nama Raffinha, untuk mengarungi kompetisi musim 2026/27.
Baca juga: Krisna Jhon Pilih Tetap Bersama PSIS
Raffinha bukan wajah baru bagi publik Jatidiri. Ia bergabung pada putaran ketiga Pegadaian Championship musim lalu dan langsung menambah daya gedor lini depan Mahesa Jenar hingga kompetisi berakhir.
Dalam sepuluh penampilannya bersama PSIS, pemain berusia 33 tahun itu sukses mencetak empat gol. Statistik tersebut dinilai cukup meyakinkan manajemen untuk kembali mempercayakan posisi ujung tombak kepadanya.
Kontribusi Pemain
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika mengatakan, keputusan mempertahankan Raffinha didasarkan pada kontribusi yang ditunjukkan selama membela tim.
“Raffinha menunjukkan kontribusi yang positif sejak bergabung dengan PSIS pada putaran ketiga musim lalu. Selain mampu memberikan tambahan produktivitas di lini depan, ia juga memiliki etos kerja dan profesionalisme yang sangat baik selama menjadi bagian dari tim,” ujar Reza.
Menurutnya, pengalaman beradaptasi pada musim lalu menjadi modal penting agar Raffinha bisa tampil lebih tajam sejak awal kompetisi. “Kami menilai Raffinha masih memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk memperkuat skuad musim ini. Dengan proses adaptasi yang sudah dilalui sebelumnya, kami berharap ia dapat tampil lebih maksimal dan membantu PSIS mewujudkan target promosi ke Super League,” tambahnya.
Baca juga: Rizky Darmawan Pilih Bertahan: Saatnya Bawa PSIS Pulang ke Super League
Dengan kontrak baru tersebut, Raffinha diproyeksikan kembali menjadi salah satu andalan di lini serang Mahesa Jenar. Harapannya sederhana, tetapi berat: lebih banyak gol, lebih banyak kemenangan, dan satu tiket kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam sepak bola, pemain boleh datang dan pergi. Tapi kalau target promosi masih di depan mata, gol-gol Raffinha jelas lebih dibutuhkan daripada sekadar nostalgia di ruang ganti. (tebe)

