Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga

Musim kemarau belum benar-benar mencapai puncaknya, tapi Pemkot Semarang memilih nggak menunggu keadaan memburuk. Dari ancaman kebakaran, udara yang makin kering, sampai risiko penyakit, semuanya sudah masuk daftar waspada.

T. Budianto
Last updated: Juli 26, 2026 11:40 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERI KETERANGAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat memberi keterangan kepada awak media usai kegiatan Gebyar Pesona Pudakpayung, Minggu (26/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga camat, lurah, dan perangkat wilayah diminta siaga penuh mengantisipasi berbagai risiko.

Fokus utamanya adalah mencegah kebakaran, mengantisipasi kekeringan, menjaga kualitas udara, serta menekan potensi gangguan kesehatan masyarakat akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

“Keselamatan warga dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama. Saya minta seluruh pihak bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat,” ujar Agustina, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, menghadapi musim kemarau bukan hanya tugas pemerintah. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya titik api maupun persoalan kesehatan di lingkungan masing-masing.

Agustina mengimbau warga tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta kembali mengaktifkan ronda malam untuk memantau kawasan yang rawan kebakaran. “Kita gerakkan lagi siskamling agar lingkungan lebih terpantau, terutama di wilayah yang berpotensi muncul titik api,” katanya.

Perbanyak Patroli

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) telah menerbitkan surat imbauan ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Selain itu, inspeksi sistem proteksi kebakaran juga dilakukan di sekitar 1.500 gedung untuk memastikan kesiapan sarana keselamatan.

Patroli di lahan kosong dan kawasan rawan kebakaran kini diperbanyak, terutama saat suhu udara mencapai puncaknya antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran diminta segera melapor melalui Call Center 112 atau layanan WhatsApp resmi Damkar agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Baca juga: Kota Semarang “Nabung” Sejuta Liter Air Hadapi Kemarau Panjang

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memperkuat pengawasan di kawasan permukiman dengan mengedukasi warga agar tidak membakar sampah maupun membiarkan ilalang kering menumpuk di sekitar rumah.

Perhatian khusus juga diberikan kepada TPA Jatibarang. Bersama Damkar, petugas rutin melakukan patroli titik api, memasang imbauan larangan merokok, melakukan penimbunan sampah dengan cover soil, mengendalikan gas metana melalui sistem flaring, hingga melakukan penyiraman berkala dan pemasangan pipa injeksi air di titik rawan.

Tak hanya ancaman kebakaran, sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menyiagakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan penyakit yang biasa muncul saat musim kemarau, seperti ISPA, diare, hingga gangguan akibat kualitas udara yang memburuk.

Layanan ambulans kegawatdaruratan dipastikan tetap beroperasi selama 24 jam. Persediaan obat-obatan, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa juga disiapkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selain itu, Dinkes memperketat pengawasan sanitasi depot air minum dan tempat pengolahan pangan, sekaligus menggencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus untuk mencegah lonjakan kasus demam berdarah.

Agustina juga mengingatkan masyarakat agar mulai melakukan langkah sederhana dari rumah, seperti memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor gas dalam kondisi aman, menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), memperbanyak minum air putih, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan.

Kemarau memang datang setiap tahun. Bedanya, yang sering terlambat bukan musimnya, melainkan kesadaran kita. Sebab api kecil lebih mudah dipadamkan daripada penyesalan yang datang setelah asap sudah memenuhi langit. (tebe)

You Might Also Like

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

Ditinggal, Gudang Disikat Maling Spesialis Rumah Kosong

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

Antisipasi Kebakaran Hutan, Jateng Bentuk Satgas Karhutla

Ribuan Pramuka Tumpah Ruah di Gunungpati, Luthfi Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

TAGGED:agustina wilujengkekeringanpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sport Tourism: Semarang Harus Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Pertandingan
Next Article Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (ist) Lima Kelurahan di Semarang Dibayangi Krisis Air Bersih, Agustina Beber Langkah Penanganan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)

30 Tahun Kudatuli, Sekjen PDIP Desak Pemerintah Bongkar Kasus hingga Tuntas: Jangan Tutup Mata!

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan

Ketika Catcalling Dibungkus Candaan, Imbasnya Perempuan Kehilangan Ruang Eksistensi

Perry Warjiyo saat masih menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry saat ini resmi mengundurkan diri dari Gubernur BI.

Terungkap! Alasan Pribadi Bikin Perry Warjiyo Sukarela Mundur dari Guberur BI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi dapur MBG.
Info

Jatah MBG Kini Cuma Hari Sekolah, Libur Nggak Dapat Lagi

April 3, 2026
Politik

Banjarnegara Heboh, Ketua DPRD Anas Hidayat Mundur, Ternyata Ada Isu Tunjangan

September 21, 2025
Ekonomi

Jateng-Aceh Resmi Kerja Sama Ekonomi, Deal Rp1 Triliun

April 24, 2026
Hukum

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

Juni 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemarau Belum Puncak, Semarang Sudah Pasang Mode Siaga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?