Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah

Nugroho P.
Last updated: Juli 25, 2026 8:50 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi tenaga kesehatan Jember.
SHARE

BACAAJA, JEMBER – Pola layanan kesehatan di Kabupaten Jember mulai berubah. Kalau sebelumnya warga harus datang ke puskesmas, kini giliran tenaga kesehatan yang mendatangi rumah-rumah pasien lewat program Home Care.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas diterjunkan untuk menjalankan layanan tersebut. Mereka tak lagi hanya berjaga di fasilitas kesehatan, tetapi aktif turun ke lapangan menjangkau warga yang membutuhkan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pelayanan kesehatan harus lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang selama ini kesulitan mengakses layanan medis.

Menurutnya, banyak warga yang sebenarnya sudah mendapat jaminan berobat gratis. Namun, persoalan biaya transportasi dan kondisi ekonomi sering kali membuat mereka tetap tidak bisa datang ke puskesmas atau rumah sakit.

Karena itu, pemerintah memilih mengubah cara kerja layanan kesehatan. Bukan lagi menunggu pasien datang, melainkan membawa pelayanan langsung ke depan pintu rumah warga.

Program Home Care lahir sebagai jawaban atas kondisi tersebut. Para tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memantau perkembangan pasien, sekaligus memberikan pendampingan secara berkala.

Jika diperlukan, petugas juga akan memberikan obat sesuai kondisi pasien. Bahkan mereka bisa langsung menghubungkan pasien dengan dokter umum maupun dokter spesialis apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang lebih serius, proses rujukan ke puskesmas atau rumah sakit juga akan dibantu oleh tim Home Care sehingga pasien tidak perlu mengurus semuanya sendiri.

Fawait menjelaskan persoalan kesehatan di Jember memang tidak bisa dipisahkan dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi.

Data Badan Pusat Statistik mencatat lebih dari 216 ribu penduduk Jember masih masuk kategori miskin. Dari jumlah itu, sekitar 97 ribu jiwa tergolong miskin ekstrem.

Kondisi ekonomi tersebut berdampak pada berbagai persoalan kesehatan, mulai dari tingginya angka kematian ibu dan bayi hingga kasus stunting yang masih menjadi perhatian.

Di sisi lain, Jember juga memiliki jumlah lansia yang cukup besar. Berdasarkan data BPS tahun 2020, terdapat lebih dari 415 ribu warga lanjut usia atau sekitar 14,3 persen dari total penduduk.

Kelompok lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, hingga pasien penyakit kronis menjadi kelompok yang paling sering mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.

Tak sedikit pula keluarga yang akhirnya mengalami kesulitan ekonomi setelah salah satu anggota keluarganya harus menjalani pengobatan dalam waktu lama.

Melalui Home Care, pemerintah ingin memastikan kondisi seperti itu bisa diminimalkan. Layanan kesehatan diharapkan hadir lebih cepat tanpa harus membebani masyarakat dengan biaya perjalanan.

Pada tahap awal, program ini memprioritaskan lima kelompok penerima manfaat. Mereka adalah lansia dengan penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas dengan penyakit berkepanjangan, anak yang mengalami stunting, serta warga kurang mampu yang menderita penyakit kronis.

Data penerima layanan disiapkan melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Warga yang belum masuk dalam pendataan tetap bisa mengajukan permohonan agar dilakukan verifikasi.

Untuk mendukung operasional, Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan 50 armada Home Care. Sepuluh di antaranya merupakan kendaraan baru, sedangkan sisanya berasal dari mobil dinas yang dialihfungsikan menjadi kendaraan layanan kesehatan.

Fawait berharap program ini bukan sekadar menghadirkan layanan medis, tetapi juga memperkecil kesenjangan akses kesehatan. Menurutnya, masyarakat kurang mampu juga berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, dan terasa dekat, layaknya memiliki dokter keluarga sendiri. (*)

You Might Also Like

Aksi Mahasiswa Semarang Memanas, Massa dan Polisi Adu Dorong di Jalan Pemuda

Fortuner Dikepung Warga, Aksi Pecah Kaca Hebohkan Sore Tanah Abang

Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

Jangan Asal Sapu, Virus Hanta Diam-Diam Ngintip Dari Tikus Rumah

Gubernur Luthfi Soal MBG: “Nggak Cuma Kenyang, Tapi Aman!”

TAGGED:home carejemberjemput bolatenaga kesehatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Malioboro Mau Full Jalan Kaki, Parkir Dicari Bareng
Next Article Sekolah Wajib Jadi Rumah Aman Buat ODHIV

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Tanpa Rafinha-Dutra Lawan Persipura

April 17, 2026
Olahraga

Jateng Nggak Kaleng-Kaleng: 43 Medali Dibawa Pulang dari Thailand

Desember 22, 2025
Calon pembeli mendapat penjelasan mengenai keunggulan mobil listrik G3+ Polytron, di Polytron EV Showroom & Services, Jl Ahmad Yani, Kota Semarang.
Ekonomi

Mobil Listrik Polytron Nggak Cuma Buat Jalan, tapi Bisa Jadi Genset Darurat saat Mati Listrik

Januari 30, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) bersalaman sambil tersenyum usai sidang di Tipikor, Senin (15/6/2026). (bae)
Hukum

Sudewo Raja Tega? Peras Calon Perangkat Desa di Pati Rp2,49 Miliar

Juni 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?