Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak

Nugroho P.
Last updated: Juli 25, 2026 8:36 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
cek kesehatan mata.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Banyak penderita diabetes menganggap penglihatan mulai kabur sebagai hal biasa, apalagi jika usia sudah tidak muda lagi. Padahal, kondisi itu bisa menjadi tanda awal komplikasi serius yang berujung pada kebutaan bila tidak segera ditangani.

Para dokter mengingatkan bahwa diabetes bukan hanya soal kadar gula darah tinggi. Penyakit ini juga dapat merusak pembuluh darah di berbagai organ, termasuk mata.

Dokter spesialis penyakit dalam Prof. Em Yunir menjelaskan diabetes sering datang bersama masalah kesehatan lain seperti kolesterol tinggi, obesitas, dan hipertensi. Kombinasi itu membuat kerusakan pembuluh darah berlangsung lebih cepat.

Dampaknya bukan cuma menyerang ginjal atau jantung. Mata juga menjadi salah satu organ yang paling rentan mengalami komplikasi.

Salah satu gangguan yang paling sering muncul adalah retinopati diabetik. Penyakit ini terjadi akibat rusaknya pembuluh darah kecil di retina, bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya.

Dokter spesialis mata Prof. Muhammad Bayu Sasongko mengatakan retinopati diabetik justru masih kurang mendapat perhatian dibanding komplikasi diabetes lainnya.

Menurutnya, banyak orang menganggap penurunan penglihatan akibat diabetes sebagai proses penuaan yang normal. Padahal, anggapan itu bisa membuat pasien terlambat mendapatkan penanganan.

Yang membuat penyakit ini berbahaya adalah gejalanya sering tidak terasa pada tahap awal.

Selama beberapa tahun pertama, kerusakan retina bisa berlangsung tanpa keluhan berarti. Ketika penglihatan mulai terganggu, kondisi mata biasanya sudah memasuki tahap yang lebih serius.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain pandangan mulai kabur, warna terlihat kurang terang, muncul bintik hitam, penglihatan berbayang, hingga sulit melihat saat malam hari.

Karena gejalanya berkembang perlahan, banyak penderita diabetes tidak sadar bahwa mata mereka sedang mengalami kerusakan.

Prof. Bayu mengimbau penderita diabetes tidak menunggu mata terasa bermasalah baru memeriksakan diri.

Pemeriksaan retina secara rutin dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sehingga risiko kebutaan bisa ditekan.

Pemerintah sendiri terus mendorong deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemeriksaan gula darah kini sudah menjadi bagian dari layanan tersebut.

Ke depan, pemerintah juga menyiapkan integrasi layanan skrining retina di puskesmas agar penderita diabetes bisa lebih mudah memeriksa kondisi matanya.

Meski begitu, tantangan di lapangan masih cukup besar. Indonesia masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis mata serta belum meratanya fasilitas pemeriksaan retina di layanan kesehatan primer.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai pihak membentuk Konsorsium Diabetic Retinopathy Initiatives (DRIVE).

Program ini memanfaatkan teknologi tele-ophthalmology, sehingga tenaga kesehatan di puskesmas dapat melakukan skrining awal menggunakan kamera retina. Jika ditemukan kelainan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Melalui langkah itu, diharapkan semakin banyak penderita diabetes yang bisa mengetahui kondisi matanya lebih cepat. Sebab, menjaga gula darah tetap stabil memang penting, tetapi memeriksakan kesehatan mata secara rutin juga menjadi kunci agar penglihatan tetap terjaga dan risiko kebutaan bisa dicegah sejak dini. (*)

You Might Also Like

Pilih Mana Espresso Kecil Tapi Nendang, Kopi Biasa Lebih Banyak?

Resep Karumeyaki, Jajanan Jadul Jepang yang Manisnya Bikin Nostalgia dan Bisa Jadi Ide Jualan

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

6 Langkah Skincare Pria,  Simpel, Anti Ribet, dan Tetap Maskulin

Menu Kampung Bikin Buka Puasa Auto Nostalgia

TAGGED:diabeteskesehatan matamata rusak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gigi Susu Jangan Dianggap Cuma Numpang Lewat
Next Article Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekolah Wajib Jadi Rumah Aman Buat ODHIV

Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Malioboro Mau Full Jalan Kaki, Parkir Dicari Bareng

Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa

Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Jangan Sepelekan, Ini Tanda Remeh dari Gejala Tumor Otak

Oktober 29, 2025
Tips

Bayi Kejang Bikin Panik, Ini Cara Cepat Orangtua Bantu

Mei 5, 2026
Tips

Jangan Andalkan Susu, Anak Tetap Butuh Makan Lengkap

Maret 27, 2026
Tips

Malam Susah Merem Kadang Bukan Cuma Karena Pikiran Berat, Ini Masalah dan Solusi Ulama

Mei 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?