Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Negara Paling Jarang Jalan Kaki, Indonesia Masuk Zona Terbawah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Negara Paling Jarang Jalan Kaki, Indonesia Masuk Zona Terbawah

Dari data itu, terlihat jelas kalau budaya jalan kaki di banyak negara masih kalah sama kebiasaan naik kendaraan. Indonesia bahkan nongol di posisi paling buncit, dengan rata-rata cuma sekitar 3.513 langkah per hari, angka yang bikin dahi berkerut.

Nugroho P.
Last updated: Januari 15, 2026 4:01 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi jalan kaki.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pernah kepikiran kalau “malas gerak” bisa diukur? Ternyata bisa, dan ukurannya sederhana: seberapa sering orang berjalan kaki setiap hari. Riset dari Stanford University yang dimuat di jurnal Nature menyebut banyak negara masih jauh dari standar sehat WHO, yakni minimal 5.000 langkah per hari.

Dari data itu, terlihat jelas kalau budaya jalan kaki di banyak negara masih kalah sama kebiasaan naik kendaraan. Indonesia bahkan nongol di posisi paling buncit, dengan rata-rata cuma sekitar 3.513 langkah per hari, angka yang bikin dahi berkerut.

Minimnya trotoar layak, jalan kaki yang sering kalah sama motor dan mobil, plus kebiasaan “deket dikit gas” bikin langkah harian masyarakat Indonesia mandek. Peneliti WHO, Scott Delp, menyebut angka ini jauh di bawah rata-rata global yang seharusnya bisa tembus 5.000 langkah.

Tak jauh beda, Arab Saudi juga masuk jajaran bawah dengan rata-rata sekitar 3.800 langkah per hari. Cuaca panas ekstrem, aktivitas yang lebih banyak di dalam ruangan, dan ketergantungan pada kendaraan pribadi bikin warganya jarang menjadikan jalan kaki sebagai pilihan.

Malaysia menyusul dengan kisaran 3.900 langkah per hari. Padatnya lalu lintas dan dominasi kendaraan bermotor membuat jalan kaki terasa ribet, meski jarak sebenarnya tak selalu jauh.

Filipina ada di posisi berikutnya dengan sekitar 4.000 langkah per hari. Kemacetan di kota besar seperti Manila, trotoar sempit, dan polusi bikin jalan kaki terasa bukan opsi ideal.

Afrika Selatan dan Brasil juga masuk daftar ini. Rata-rata langkah harian di dua negara tersebut berkisar 4.100 hingga 4.200 langkah. Faktor ekonomi, keamanan lingkungan, serta kesenjangan fasilitas antarwilayah ikut memengaruhi rendahnya aktivitas fisik.

India dan Mesir punya cerita mirip. Panas, polusi, dan lalu lintas padat membuat jalan kaki sering dianggap melelahkan. Akibatnya, rata-rata langkah harian mereka mentok di angka 4.200–4.300.

Meksiko dan Amerika Serikat sebenarnya sedikit lebih aktif dibanding negara lain di daftar ini, dengan langkah harian mendekati 4.700. Tapi tetap saja, angka itu masih belum menyentuh standar WHO.

Amerika Serikat, meski punya kota-kota ramah pejalan kaki, tetap terjebak gaya hidup serba duduk. Kerja depan layar, mobilisasi pakai mobil, dan minim aktivitas luar ruang bikin langkah kaki tetap kalah jauh.

Dari daftar ini, satu hal terasa jelas: jalan kaki bukan sekadar soal niat, tapi juga soal lingkungan dan kebiasaan. Kalau trotoar nyaman dan jarak dekat tak selalu dihadapi dengan gas motor, mungkin angka langkah harian kita bisa naik pelan-pelan. (*)

You Might Also Like

Menu Buka Puasa Terbaik, Kata UAH, Idealnya Bukan Gorengan

Jahanam Disebut untuk Dosa Apa? Ini Penjelasannya

Usai Sholat, Jangan Lewatkan Dzikir Ini

6 Sayuran Murah yang Ramah Kolesterol

Jeruk Nipis di Dapur Ternyata Bisa Jadi Teman Saat Nyeri Haid

TAGGED:jalan kakimalas gerak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Guru Besar UGM Kecele, Dialog Prabowo Berujung Pintu Tertutup
Next Article Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Tips Kopi Jalan Terus, Gigi Tetap Kinclong

Juli 28, 2026
Tips

Ribut Mulu di Rumah, Ini Cara Ademkan Kakak Adik

Mei 6, 2026
Tips

Maaf Lebaran Lewat Chat, Cukup Nggak Sih Sebenarnya?

Maret 18, 2026
Tips

Warning.. Kulit Badan Juga Butuh Dirawat, Bukan Wajah Saja

Juli 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Negara Paling Jarang Jalan Kaki, Indonesia Masuk Zona Terbawah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?