Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

R. Izra
Last updated: Juli 23, 2026 7:33 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul)
KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Seni bukan hanya untuk hiburan. Ia bisa menjadi medium untuk mengobarkan perlawanan. Petikan gitar bisa menjadi energi untuk perjuangan.

Hari kedua aksi Jateng Guyub, Kamis (23/7/2026), di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah tak hanya diwarnai orasi dan diskusi publik. Ratusan peserta yang bertahan selama tiga hari juga menggelar panggung musik, sementara di belakang barisan aksi, dapur rakyat terus mengepul menyiapkan ratusan porsi makanan hasil gotong royong warga.

Menariknya, sebagian bahan pangan yang dimasak berasal dari lahan pertanian yang hingga kini masih bersengketa.

Bacaaja: Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru
Bacaaja: Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan

Koordinator Jateng Guyub, Joko Prianto, mengatakan tema aksi pada hari kedua sengaja difokuskan pada isu lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan di berbagai daerah.

“Jadi menyoroti persoalan-persoalan kerusakan lingkungan di Jawa Tengah,” kata Joko kepada wartawan.

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, aksi hari kedua juga diisi pertunjukan musik rakyat sebagai penyemangat bagi peserta aksi yang telah bertahan selama beberapa hari.

“Untuk hiburan saja, tapi dengan lagu-lagu yang tetap mengkritik pemerintah. Biar dulur-dulur ini enggak jenuh karena situasinya panas,” katanya.

Joko menjelaskan, panggung musik tersebut diisi tiga kelompok musik, termasuk perwakilan masyarakat dari kawasan Gunung Lawu yang selama ini menolak proyek panas bumi (geothermal).

“Ini satu bentuk perlawanan juga. Yang ngisi teman-teman dari Lawu yang selama ini menolak geothermal. Jadi rakyat bantu rakyat, rakyat menghibur rakyat,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Kawula Alit Mandiri, Trismina, membawa berbagai hasil panen dari Desa Dayunan, Kabupaten Kendal, mulai dari cabai, tomat, kacang panjang, daun singkong, terong, hingga labu siam.

“Semua kami petik sendiri dari lahan. Ada yang bawa cabai, tomat, labu siam, daun singkong, terong. Dikumpulkan lalu dibawa ke sini,” ujarnya.

Menurut Trismina, lahan yang menjadi sumber penghidupan warga kini masih diliputi konflik agraria. Bahkan, dua petani telah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah dan kasusnya telah memasuki tahap penyidikan.

“Kalau tanah ini dirampas, kami bertani di mana? Kami ini petani, tetapi kalau tidak punya lahan mau makan apa?” katanya.

Sementara itu, Tim Teknis Jateng Guyub, Cornelius Gea, mengatakan seluruh kebutuhan konsumsi peserta aksi dipenuhi melalui dapur rakyat yang dikelola secara swadaya.

Setiap waktu makan, sekitar 300 hingga 400 porsi makanan dimasak menggunakan bahan pangan sumbangan petani, nelayan, dan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Nelayan turut menyumbangkan ikan asin, sedangkan proses memasak dilakukan secara gotong royong oleh relawan di Semarang.

Cornelius menegaskan seluruh biaya aksi berasal dari iuran peserta dan solidaritas masyarakat, bukan dari pihak tertentu seperti yang kerap ditudingkan.

“Ini patungan semua. Kalau benar didanai pihak tertentu, mungkin setiap hari kami makan ayam atau ikan besar. Faktanya kami masih menghitung uang yang ada cukup atau tidak untuk besok,” ujarnya sambil tertawa.

Menurutnya, dapur rakyat menjadi simbol kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara kolektif.

“Ini benar-benar dikelola rakyat. Bahannya dari rakyat, dimasak rakyat, lalu dimakan rakyat,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Paket Istana Menang di Muktamar NU? KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Terpilih Jadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

186 Napi Perempuan Semarang Dapat Remisi, Satu Langsung Bebas

Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

Tugu Muda Bakal “Pecah” Malam Ini!

TAGGED:headlinejateng guyubkonser perlawananmassa aksimusik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Minta Tiap Sekolah Punya Forum Anti-Perundungan
Next Article PENGECEKAN JARINGAN - Pekerja sedang melakukan pengecekan jaringan backbone (JB) sekaligus perbaikan infrastruktur fiber optik pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Kebumen–Kentungan yang berada di wilayah Jenar Wetan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. PLN Icon Plus Perkuat Keandalan Backbone Jaringan melalui Perbaikan Jalur SUTT di Purworejo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TINJAU KEBAKARAN--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (baju putih) meninjau lokasi kebakaran di komples Aspol di Kota Lama, Minggu (6/9/2026). (ist)

Agustina Tinjau Lokasi Kebakaran Aspol Kota Lama, Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Terpenuhi

Habis MTQ, Saatnya Nyebur! Waterboom Watu Gajah Tebar Diskon September

LUDES TERBAKAR - Pesawat latih terjatuh di ladang tembakau, turut Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (6/9/2026) siang. (ist)

Pesawat Jatuh di Ladang Tembakau Blora

Asap Putri Cempo Bikin Warga Batuk dan Sesak

Nyanyi Dulu, Beban Hidup Belakangan: Puluhan Warga Pedurungan Adu Suara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan

Mei 16, 2026
Sepak Bola

Timnas Garuda Hadapi Tiongkok di GBK, Ini Prediksi Skuad Tempur Indonesia

Juni 5, 2025
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Info

Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

Juni 25, 2026
Ekonomi

Agustina: Biar Ekonomi Jalan, Seni Jangan Diam

Oktober 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?