Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

R. Izra
Last updated: Juli 23, 2026 11:04 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.
RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sejumlah masyarakat Jawa Tengah (Jateng) dari berbagai daerah tumpah ruah di Kantor Gubernur Jateng. Mereka membawa berbagai persoalan masing-masing, menuntut penyelesaian dari Pemerintah Provinsi.

Aksi unjuk rasa jaringan masyarakat Jateng Guyub di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026), berlangsung tak biasa. Selain berorasi menolak tambang, massa menggelar teatrikal Punokawan, ritual nyiwer, hingga mengelilingi kompleks Gubernuran sambil menabur bunga dan menyalakan dupa sebagai simbol tolak bala.

Sejak siang, peserta aksi dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati Jalan Pahlawan. Mereka membawa bendera Merah Putih serta berbagai poster dan spanduk bertuliskan “Nglawan Nekuasan Rakus”, “Kami Butuh Pangan Bukan Tambang”, “Jateng Wes Gendeng”, hingga “Soekarno Lawan Mafia Tanah”.

Bacaaja: Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan
Bacaaja: Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”

Suasana aksi semakin menarik perhatian ketika sejumlah peserta mengenakan caping, membawa tumpeng, hasil bumi, dan kostum tokoh Punokawan.

Dalam teatrikal tersebut, tokoh Semar menyindir pemerintah yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan pertambangan dibanding masyarakat.

“Sing diopeni sing ndi? Sing dilakoni sing ndi? Kok kabeh mung janji? Putu-putuku sing ono neng kene iki mung kepengin janjine ditepati,” ucap tokoh Semar di hadapan massa.

Usai orasi, massa melaksanakan prosesi nyiwer, tradisi masyarakat Jawa yang dimaknai sebagai doa sekaligus simbol penolak bala.

Puluhan peserta kemudian berjalan mengelilingi kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah sambil membawa bunga, sesaji, dan dupa. Setibanya di enam gerbang keluar-masuk kompleks gubernuran, mereka meletakkan dupa di setiap sudut. Sementara di dua gerbang utama, dupa ditempatkan di sisi kanan dan kiri pintu masuk.

Sepanjang prosesi, massa melantunkan kalimat:

“Lā ilāha illallāhul malikul haqqul mubīn, Muhammadur rasūlullāhiṣ ṣādiqul wa’dil amīn.”

Koordinator aksi, Joko Prianto, mengatakan ritual tersebut merupakan bentuk doa agar para penyelenggara pemerintahan diberi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

“Nyiwer itu tradisi orang Jawa, bentuk spiritual untuk tolak bala. Harapannya orang-orang yang ada di pemerintahan, yang jelek-jelek itu hilang. Yang baik-baik untuk Jawa Tengah, yang guyub, yang lestari,” katanya.

Menurut Joko, aksi juga menjadi bentuk solidaritas terhadap petani dan pejuang lingkungan yang selama ini memperjuangkan kawasan pertanian dan bentang alam karst.

Ia mengaku hingga kini masih berstatus tersangka dalam perkara yang menjeratnya sejak 2017.

“Kami berjuang untuk kelestarian lingkungan. Ini bentuk kecintaan terhadap negara dan bangsa, tapi yang kami dapat justru dibungkam, dikriminalisasi,” ujarnya.

Joko menyebut sedikitnya tujuh aktivis masih berhadapan dengan proses hukum. Bahkan, satu orang disebut baru ditangkap sekitar sebulan lalu di Kabupaten Blora terkait pembangunan akses jalan bagi warga.

Selain itu, ia juga menyoroti adanya aparat kepolisian yang disebut mendatangi sejumlah warga menjelang aksi berlangsung.

“Kalau Babinkamtibmas atau Polri diturunkan mendampingi warga seperti itu, sama saja meneror rakyat. Menakut-nakuti. Mereka datang itu sebenarnya intimidasi,” katanya.

Ia pun menilai penegakan hukum di Jawa Tengah masih belum menghadirkan rasa keadilan.

“Kami melihat penegakan hukum di Jawa Tengah sangat lemah. Dibandingkan para koruptor yang merugikan negara, rakyat kecil justru lebih cepat diproses hukum,” pungkasnya. (dul)

You Might Also Like

Enam Pejabat Bank Pasar Semarang Main Kredit Nakal, Negara Kebobolan

Stadion Bergemuruh,  God Bless Panaskan GBK Jelang Duel Penentu Indonesia vs Cina

Jateng Kekurangan Nakes, Pemprov Usulkan 2.076 Formasi CASN pada 2026

62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini

Kandang Banteng Ganti Nahkoda, Berikut Susunan Pengurus DPD PDIP Jateng Terbaru

TAGGED:gubernuranheadlinejateng guyubnyiwerruqyahruwatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SIDANG KORUPSI--Enam kades dari Pati jadi saksi sidang terdakwa Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae) Sidang Sudewa Kupas Keterlibatan Anggota hingga Pimpinan DPRD Pati dalam Pengisian Perangkat Desa
Next Article KEMBALIKAN MAHAR--Kades Kayen, Agus Riyanto (baju batik dan berpeci) menjelaskan pengembalian mahar seleksi perangkat desa, saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae) Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

103 Buyer Merapat ke Semarang, Agustina Bidik Bisnis Pariwisata Ikut Angkat UMKM Lokal

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Mau UMKM Naik Kelas? Jangan Cuma Jago Jualan, Legalitas dan Halal Juga Harus Beres!

Belajar dari Wabah PMK, Jateng Perketat Pengawasan Ternak

YAYAYA FEST 2026 - Konferensi pers konser musik inklusif dan ramah lingkungan YAYAYA FEST 2026. Konser yang digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta, ini akan menghadirkan berbagai genre musik.

Maliq & D’Essentials hingga Guyon Waton Siap Guncang Jogja! Konser Inklusif YAYAYA FEST 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”

April 21, 2026
Opini

Menimbang Keadilan Upah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

November 10, 2025
WARNET JUDI: Tim Ditressiber Polda Jawa Tengah menyidak Warnet Strix Cyber Arena, Jalan Suyudono, Kota Semarang yang jadi lokasi judi online. (ist)
Hukum

Zaman Gini Warnet Masih Laku di Semarang, Polisi Bilang Ada Indikasi untuk Judol

Oktober 19, 2026
Foto ilustrasi kampus Unsoed. Seorang guru besar di Universitas Jendral Soedirman atau Unsoed, diduga melakukan pelecehan sekseual terhadap mahasiswinya. Foto: dok.
Pendidikan

Guru Besar Unsoed Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya?

Juli 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?