Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petani-Legislator Temanggung Geruduk DPR RI: Kaji Ulang Regulasi Tembakau, Nasib Jutaan Orang Terancam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Petani-Legislator Temanggung Geruduk DPR RI: Kaji Ulang Regulasi Tembakau, Nasib Jutaan Orang Terancam

R. Izra
Last updated: Juli 22, 2026 10:59 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
DESAK KAJI ULANG - Ketua DPN APTI Agus Parmuji (dua dari kiri) bersama petani tembakau dan anggota DPRD Temanggung beraudiensi dengan anggota DPR RI, desak kaji ulang regulasi tembakau yang berpotensi mematikan nasib jutaan orang.
DESAK KAJI ULANG - Ketua DPN APTI Agus Parmuji (dua dari kiri) bersama petani tembakau dan anggota DPRD Temanggung beraudiensi dengan anggota DPR RI, desak kaji ulang regulasi tembakau yang berpotensi mematikan nasib jutaan orang.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pembatasan tar dan nikotin, serta berbagai regulasi tentang tembakau dinilai mematikan nilai ekonomi ‘emas hijau’, serta mengancam nasib ribuan orang yang berkecimpung dalam industri hasil tembakau.

Penolakan terhadap implementasi PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan terus bergulir. Kali ini, rombongan DPRD Kabupaten Temanggung bersama perwakilan petani tembakau menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Komisi IV DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Selasa (21/7/2026).

Salah satu tuntutan utama yang disampaikan ialah penghentian sementara pembahasan aturan turunan PP 28/2024. Mereka menilai sejumlah ketentuan, khususnya Pasal 341 yang mengatur pembatasan kadar tar dan nikotin, berpotensi memberikan dampak serius terhadap keberlangsungan sektor pertembakauan.

Bacaaja: Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!
Bacaaja: Tolak Keras Rencana Pembatasan Tar dan Nikotin, Ratusan Petani Tembakau Temanggung Geruduk Jakarta

DPRD Temanggung menegaskan, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan penopang utama ekonomi masyarakat di daerah. Sebagai wilayah agraris, ribuan warga menggantungkan hidup dari komoditas yang selama ini dikenal sebagai ‘emas hijau’.

Menurut mereka, munculnya berbagai regulasi baru justru menambah tekanan bagi petani, pelaku usaha, hingga industri hasil tembakau yang selama ini menopang perekonomian daerah.

Karena itu, DPRD berharap Komisi IV DPR RI dapat menampung aspirasi petani dan mengoordinasikan persoalan tersebut dengan kementerian terkait sebelum aturan turunan PP 28/2024 diberlakukan.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji, mengatakan pembahasan aturan turunan PP 28/2024 sebaiknya dihentikan sementara sampai pemerintah benar-benar mengkaji dampaknya terhadap petani.

Selain itu, APTI juga mendorong agar tembakau ditetapkan sebagai komoditas perkebunan strategis nasional.

“Kalau kebablasan, impor bisa merajalela. Saat ini ada 331 aturan yang menghimpit masalah pertembakauan, baik PP, UU, maupun aturan lainnya. Ini sebenarnya bisa dihadang dengan keputusan politik,” tegas Agus.

Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mengakui persoalan pertembakauan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, diperlukan kebijakan nasional yang mampu menyeimbangkan kepentingan petani, industri, tenaga kerja, hingga penerimaan negara.

“Agar tidak menjadi debat yang melelahkan mulai dari cukai, impor hingga serapan hasil panen, perlu ada kesepakatan bersama untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Subagyo, menilai polemik tembakau juga dipengaruhi dinamika kebijakan global, termasuk Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang digagas WHO.

Ia menyebut Indonesia hingga kini belum meratifikasi FCTC karena masih mempertimbangkan nasib petani tembakau, namun di sisi lain keberpihakan terhadap sektor tersebut dinilai masih belum jelas.

Firman mencontohkan China dan Turki yang mampu membangun kebijakan perlindungan terhadap komoditas tembakau di negaranya masing-masing. Indonesia, menurutnya, juga memiliki keunggulan berupa tembakau srintil yang tidak dimiliki negara lain.

“Kami berharap ada badan khusus seperti Bulog yang menangani komoditas tembakau. Kami juga meminta Presiden Prabowo melindungi tembakau karena sektor ini menyumbang penerimaan negara hingga Rp216 triliun. Jangan sampai negara justru menjadi penghisap darah rakyat,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Bidik Emas Porwanas 2027, Frits Yohanes Siap Kawal Tim Biliar PWI Jateng

Agustina: Kota Hebat Itu Nggak Cuma Beton dan Aspal

AXIS CUP 2026 Buka Jalan Gamer Daerah Jadi Pro Player

Dari Reshuffle, Prabowo Mulai Lepas Bayang Jokowi, Siapa Masuk Siapa Tersingkir?

Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah

TAGGED:agus parmujiaptidprd temanggungheadlinepetani tembakauregulasi tembakautemanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LANSIA WISUDA--Peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) angkatan pertama mengikuti wisuda di Semarang, Minggu (19/7/2026). (ist) Sekolah Lansia Salimah di Semarang Wisuda 22 Peserta, Belajarnya Setahun Penuh
Next Article Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist) Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sukses Gelar MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat

September 24, 2026
TERDAKWA TPPU--Terkdakwa kasus pencucian uang hasil korupsi, Gus Yazid, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya usai sidang. (bae)
Hukum

Gus Yazid Kembali Koar-koar di Pengadilan Tipikor: Eks-Pangdam Diponegoro Sudah Ditahan

Mei 20, 2026
Olahraga

Gubernur Dorong Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah Jateng

Agustus 3, 2025
BUS LISTRIK--Penumpang baru saja turun dari bus listrik Trans Semarang.
Tumbuh

Elektrifikasi Trans Semarang Dipuji, Agustina: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petani-Legislator Temanggung Geruduk DPR RI: Kaji Ulang Regulasi Tembakau, Nasib Jutaan Orang Terancam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?