BACAAJA, UBUD – Aksi pencurian yang dilakukan pasangan suami istri di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, bikin geleng kepala. Perhiasan emas senilai sekitar Rp90 juta yang mereka gasak ternyata diduga dipakai untuk membiayai operasi plastik hidung hingga memenuhi gaya hidup mewah.
Dua pelaku berinisial Gusti SA (33) dan Komang SD (33) kini sudah diamankan polisi setelah terbukti menjalankan aksi pencurian di rumah warga.
Unit Reskrim Polsek Ubud mengungkap pasangan tersebut memiliki peran yang berbeda saat beraksi. Semua sudah disusun agar pencurian berjalan mulus tanpa menarik perhatian.
Sang suami bertugas mengawasi situasi dari luar rumah sekaligus memastikan kondisi di sekitar tetap aman. Sementara istrinya masuk ke dalam rumah dengan berpura-pura mencari alamat salon.
Jika mengetahui rumah dalam keadaan sepi, pelaku langsung mencari barang berharga milik korban, terutama perhiasan emas yang mudah dibawa kabur.
Menurut polisi, pasangan ini menjalankan aksi di dua kesempatan berbeda di kawasan Banjar Petulu Desa, Ubud. Pencurian pertama terjadi pada 2 Juli 2026, sedangkan aksi kedua dilakukan sekitar sepekan kemudian.
Dari dua aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur puluhan gram emas yang kemudian dijual kepada pedagang emas keliling di wilayah Klungkung.
Hasil penjualan emas curian mencapai sekitar Rp90 juta. Uang itu diperoleh dari dua transaksi yang masing-masing bernilai Rp65 juta dan Rp25 juta.
Namun saat polisi menangkap keduanya, uang yang masih tersisa hanya sekitar Rp2,5 juta. Sebagian besar hasil kejahatan itu sudah habis dibelanjakan.
Penyidik mengungkap dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi, termasuk membayar operasi plastik pada bagian hidung agar terlihat lebih mancung.
Selain itu, uang hasil pencurian juga dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menunjang gaya hidup yang dinilai cukup konsumtif.
Ironisnya, kedua pelaku sebenarnya bukan pengangguran. Polisi menyebut mereka masih memiliki pekerjaan tetap di sektor perhotelan dan pariwisata.
Meski demikian, dugaan tekanan ekonomi akibat utang ditambah keinginan menjalani gaya hidup mewah disebut menjadi alasan yang mendorong pasangan tersebut nekat melakukan pencurian.
Kini keduanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri alur penjualan emas curian yang sempat berpindah tangan ke pedagang emas di Klungkung. (*)

