Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemimpin yang Selalu Butuh Afirmasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Pemimpin yang Selalu Butuh Afirmasi

Redaktur Opini
Last updated: Juli 20, 2026 12:57 pm
By Redaktur Opini
6 Min Read
Share
SHARE

Made Supriatma, peneliti di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.

Semua obsesi Prabowo tentang luar negeri dan asing ini menyimpulkan satu hal: gampang sekali sebenarnya “mengakali” dan menarik hati presiden kita ini.

Ada yang tidak beres di sini. Presiden kita ini agaknya sangat obsesif dengan luar negeri. Apa-apa dia kaitkan dengan luar negeri atau asing. Ada beberapa corak dari soal asing dan luar negeri ini dari Prabowo.

Yang pertama, tentu saja pidato bahwa Indonesia “korban asing”. Anda tentu tidak asing dengan suara serak menggelegar yang sering dia ucapkan, “Hai antek-antek asing!” Barusan saja dia pidato bahwa ada negara lain yang tidak senang Indonesia maju. Indonesia negara kaya, tapi ada negara yang berusaha merampok kekayaan Indonesia habis-habisan.

Dan, tentu saja, dia tidak menunjukkan negara mana yang merampok atau yang tidak ingin Indonesia maju. Sebab apa? Karena itu akan membuat krisis diplomatik dan krisis-krisis lain yang tidak perlu. Namun, sesungguhnya apakah ada negara yang tidak ingin Indonesia maju? Menurut logika sih sebenarnya kebanyakan negara ingin Indonesia itu makmur. Karena kalau makmur, bisa beli produk mereka. Alias, mereka bisa berdagang dengan Indonesia.

Lho bukannya itu merugikan Indonesia? Kalau negara lain menjual barangnya dan kita beli, itu artinya kita rugi ‘kan? Lha yang namanya dagang itu kan ada timbal balik. Mereka jual, kita juga jual. Perkara bahwa kita beli mahal dan jual murah, itu ‘kan pinter-pinternya kita dagang. Kalau kita bodoh, ya kita jual murah dan beli mahal terus.

Pola yang kedua adalah “kita dipuji negara luar” atau dipuji asing. Ini adalah upaya mendapat pengakuan. Ini mirip seperti bujang-bujang yang mencari afirmasi. Negara mana yang bisa membangun ribuan koperasi dalam setahun? Program MBG kita dipuji negara-negara luar.

Sama seperti “menjadi korban asing” di atas, Prabowo tidak pernah menyebutkan negara mana yang memuji atau heran dengan keberhasilan Indonesia. Entah mengapa tidak pernah disebutkan. Misalnya, saat kunjungan PM India kemarin. Sebenarnya dia bisa sebutkan pada saat konferensi pers bersama, “PM Modi kagum dengan keberhasilan program MBG kita.”

Hal seperti itu tidak pernah kita dengar. Jadi, ada kemungkinan ini cuman kebutuhan akan afirmasi—yang sebenarnya tidak pernah diberikan oleh negara-negara luar itu.

Pola yang ketiga ini yang menurut saya baru dan lucu. Prabowo mengklaim bahwa petani-petani kita makin sejahtera. “Ada yang libur ke luar negeri!” katanya. Di sini saya langsung ingat Pak Giyo, petani pemilik petak sawah di sebelah kebun saya. Pak Giyo bahkan jarang sekali ke ‘negara,’ nama yang dipakai orang Jawa untuk menyebut kota. Padahal, dia berdomisili hanya sekitar 3 km dari keraton!

Petani mana yang disebut oleh Prabowo ini? Petani sawit dengan kebun ribuan hektar? Atau petani jeruk dengan luasan beberapa hektar di Tanah Karo sana, yang kalau berobat pergi ke Penang karena di sana pelayanan dan fasilitas lebih baik?

Saya tidak tahu siapa yang membisiki Prabowo untuk soal petani ini. Sebab sebagian besar petani Indonesia adalah mereka yang hidup subsisten—artinya cukup untuk makan. Orang subsisten itu, mengambil contoh dari James Scott, adalah orang yang terendam air hingga ke dekat hidung. Ada ombak sedikit saja, dia akan tenggelam. Tapi semua obsesi Prabowo tentang luar negeri dan asing ini menyimpulkan satu hal: gampang sekali sebenarnya “mengakali” dan menarik hati presiden kita ini.

Prabowo orang yang butuh afirmasi. Sebagaimana orang yang butuh afirmasi, semua kesalahan dan kegagalan itu harus ditimpakan pada pihak lain. Sementara, semua yang ia kerjakan selalu berhasil. Karena dia membutuhkan afirmasi maka itu harus dicari dari pihak asing. Negara lain memuji Indonesia. Tidak ada negara yang berhasil memberi makan 60 juta lebih anak-anak dalam waktu hanya satu setengah tahun. Setelah kasus korupsi di BGN itu, dia tidak pernah lagi omong soal ini. Mungkin kalau kasus mega-korupsi di KDMP nanti terbongkar, dia akan cari alasan lain.

Seorang pemimpin yang butuh afirmasi terus menerus tidak membutuhkan orang-orang yang berpikiran rasional, waras, cerdas, atau yang punya keahlian teknokratik. Yang dia butuhkan adalah orang-orang yang memberi afirmasi. Tidak heran kalau dia dikelilingi oleh para penjilat. Hanya penjilat yang memberinya afirmasi. Saya kira bahkan para politisi di luar negeri tahu itu.

Kalau mereka membutuhkan sesuatu dari Indonesia, mereka cukup memberikan afirmasi kepada pemimpinnya. Lemparkan sedikit puji-pujian, maka hidung si pemimpinnya akan mengembang, kepalanya mengangguk afirmatif. Segampang itu! Namun di sisi yang lain, pemimpin yang terobsesi dengan afirmasi akan takut sekali kehilangan dukungan.

Makanya, ketika anak-anak buahnya berkelahi, dia bukannya memecat mereka semua. Dia cukup berkata, “Semua kalian harus introspeksi diri!” Tidak ada hukuman. Tidak ada penggantian. Karena mereka-mereka itulah yang selama ini menjilat-jilat dengan ganasnya.

Masih ingat tumpukan uang seratusan ribu yang dipertontonkan Jampidsus dalam kaitan penertiban kawasan hutan? Itu katanya denda sekian puluh triliun yang dibayar pengusaha-pengusaha sawit. Dan tentu pemimpin besar kita ini sumringah sekali karena afirmasi atas programmnya. Dan kita tahu, bagaimana drama ini berakhir, bukan? (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Krisis Identitas Seorang Santri Ketika Menjadi Mahasiswa Baru

Mahasiswa Jawa dan Cara Inklusif Berteman ala “Jawakarta”

Naikin Gaji ASN, Prabowo Main Aman atau Efisien?

Dari Lagu “Kicau Mania” Kita Belajar Menikmati Hidup di Tengah Ancaman Burnout

Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RAIH PENGHARGAAN - PLN Icon Plus raih penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider pada SBBI Awards 2026 ICONNET Makin Ngebut! PLN Icon Plus Sabet Penghargaan ISP dengan Pertumbuhan Tercepat di SBBI Awards 2026
Next Article MINTA MAAF - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta maaf setelah perkataannya menuai kecaman secara luas. “Lu Punya Otak Gak?” Tuai Kecaman Organisasi Wartawan, Hotman Paris Minta Maaf

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Fenomena “Trial by Netizen” dan Krisis Etika di Ruang Digital

April 20, 2026
Opini

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Juni 26, 2026
Opini

Menimbang Dampak Ketergantungan Manusia terhadap Akal Imitasi

Desember 17, 2025
Opini

Satu Tahun Agustina-Iswar: Saatnya Melompat Lebih Tinggi

Februari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemimpin yang Selalu Butuh Afirmasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?