Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wagub: Vokasi Jangan Nunggu SMK, Mulai Saja dari SMP
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Wagub: Vokasi Jangan Nunggu SMK, Mulai Saja dari SMP

T. Budianto
Last updated: Juli 17, 2026 6:40 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BUKA ICVEAST: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen membuka The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (16/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia dikenalkan sejak jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), bukan baru dimulai ketika siswa masuk SMK.

Usulan tersebut disampaikan saat membuka The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 yang diselenggarakan Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (16/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, penguatan pendidikan vokasi akan lebih efektif apabila peserta didik mulai diperkenalkan dengan berbagai bidang keahlian sejak usia dini. “Kalau kita bicara tentang vokasi, harusnya tidak dimulai dari SMK, akan tetapi di bawahnya, yaitu di jenjang SMP,” ujarnya.

Ia menilai langkah tersebut akan membantu siswa mengenali potensi, minat, dan bakatnya lebih awal. Dengan demikian, ketika memasuki SMK mereka tidak lagi sekadar mempelajari keterampilan dasar, tetapi sudah memiliki arah kompetensi yang jelas.

Baca juga: Perkuat Kualitas Akademik, FPP Undip Gelar Workshop RPS OBE-SDGs

Sebagai contoh, Gus Yasin menyebut Kementerian Agama telah mengembangkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains yang memperkuat pembelajaran sains dan teknologi sejak tingkat pendidikan menengah pertama.

“Di Kementerian Agama sudah ada MTs Sains. Artinya sudah mulai diarahkan ke teknologi. Harusnya ada SMP-SMP yang juga mengarah ke vokasi, sehingga bisa berkesinambungan dengan SMK,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan pendidikan vokasi tidak boleh berhenti di tingkat SMK. Menurutnya, lulusan SMK perlu didorong melanjutkan pendidikan ke jenjang diploma maupun sarjana terapan agar kompetensi yang dimiliki semakin matang.

“Vokasi itu tidak selesai di jenjang SMK, harus dilanjutkan. Tiga tahun di SMK itu sebenarnya baru tahap pengenalan. Pendalamannya harus ada di universitas melalui pendidikan vokasi,” jelasnya.

Akses Beasiswa

Gus Yasin berharap pemerintah bersama perguruan tinggi dapat memperluas akses beasiswa bagi lulusan SMK, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu agar kesempatan meningkatkan keterampilan tetap terbuka.

Ia juga mengingatkan bahwa orientasi pendidikan vokasi harus berubah mengikuti perkembangan zaman. Lulusan tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis teknologi.

“Mindset-nya sudah bukan lagi kita menjadi pegawai atau buruh, akan tetapi bagaimana kita menciptakan sesuatu yang benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung inovasi teknologi desalinasi yang dikembangkan perguruan tinggi sebagai solusi penyediaan air bersih bagi kawasan industri di Jateng.

Selain kompetensi teknis, menurut Gus Yasin, pendidikan vokasi juga harus memperkuat pembentukan karakter seperti disiplin, etos kerja, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan agar lulusan siap bersaing di dunia industri.

Ia berharap hasil konferensi internasional tersebut dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Baca juga: BEM Undip Cegat Menkeu Purbaya, Serahkan “Diponegoro Menggugat”

Sementara itu, Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto mengatakan, negara-negara seperti Jerman dan Belanda telah lama menerapkan pemetaan bakat sejak usia sekolah.

Melalui mekanisme tersebut, peserta didik diarahkan ke jalur akademik maupun vokasi sesuai potensi yang dimiliki. “Di sana vokasi bukan nomor dua. Mereka melakukan tes bakat sehingga anak-anak bisa dipetakan sesuai potensinya. Ada yang lebih cocok menjadi ilmuwan, ada yang lebih pas menjadi teknokrat. Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk membangun negara,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, pendekatan tersebut layak menjadi referensi bagi Indonesia agar pendidikan vokasi semakin kuat dan tidak lagi dipandang sebagai pilihan alternatif setelah jalur akademik.

Selama ini banyak yang baru mengenal vokasi setelah memilih SMK. Padahal, kalau bakat sudah ditemukan sejak SMP, mungkin yang lulus nanti bukan cuma pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. (tebe)

You Might Also Like

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Petugas Irigasi Jateng Demo (Lagi), Tuntut Diangkat Jadi PPPK

Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

TAGGED:pemprov jatengsekolah vokasiundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari 22,5 Ribu Lulusan PAUD, Hanya 12 Ribu yang Daftar SD Negeri
Next Article ENGLISH CASTER--Talitha Shahiza menjadi English caster pada grand final Surge Valkyrie Clash, turnamen kualifikasi menuju Esports World Cup. (ist) Suara Caster Cantik asal Indonesia Menggema di Final Esports Eropa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

etua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Gerindra Tancap Gas Revisi UU LLAJ, DWS: Beri Perlindungan dan Kepastian Hukum Ojol

PROTES KARHUTLA - Mahasiswa Unissula Semarang menggelar aksi demonstrasi memprotes tak seriusnya penangaan pemerintah atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di depan kantor Perhutani, Kota Semarang, Jumat (16/10/2026). (dul)

Mahasiswa Unissula Semarang Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional

SIDANG KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kemeja biru) menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (15/10/2026). (bae)

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Pekalongan, Siapa Tersangka Berikutnya?

DPR Tantang Prabowo Buka 52 Perusahaan Terkait Karhutla

ISPA Karhutla Tembus 283 Ribu, DPR Desak KLB Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Januari 25, 2026
Unik

Biar Kisah Wali Nggak Cuma Cerita, Wagub Usul Masuk Timeline Pakai AI

Januari 9, 2026
Pendidikan

Data KK Diduga Dimanipulasi, Bansos Lansia Ikut Terhenti, Bengkulu Geger

Juni 21, 2026
Pendidikan

Viral Sekolah Roboh, Luthfi Minta Semua SD-SMP di Jateng Dicek Ulang

Juli 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wagub: Vokasi Jangan Nunggu SMK, Mulai Saja dari SMP
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?