BACAAJA, SEMARANG – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang masih belum mencapai separuh target. Hingga pertengahan Juli, realisasinya baru menyentuh 38 persen.
Melihat capaian itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak warga tidak takut saat didatangi petugas sensus.
Ajakan itu disampaikan usai dirinya ikut didata langsung oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di Balai Kota Semarang, Selasa (14/7/2026). Agustina mengaku proses pendataannya cepat dan data yang diberikan dipastikan aman.
Bacaaja: Agustina Ajak Warga Semarang Maksimalkan SDGS
Bacaaja: Luthfi Ajak Warga Buka Pintu buat Sensus Ekonomi 2026
“Saya sudah ditanya-tanya banyak hal ya, dan lancar, enggak lama kok. Dan menurut Mbak Dini (petugas sensus) data kita dijamin kerahasiaannya,” kata politikus PDIP itu.
Setelah didata, Agustina langsung memimpin rapat percepatan Sensus Ekonomi 2026 bersama Sekretaris Daerah, jajaran OPD, serta seluruh camat se-Kota Semarang. Rapat itu digelar untuk mencari solusi agar pendataan yang baru mencapai 38 persen bisa dipercepat sebelum batas akhir pada 31 Agustus 2026.
Menurut Agustina, masih ada warga yang enggan memberikan data karena khawatir informasi yang disampaikan akan dipakai untuk kepentingan perpajakan. Ia memastikan anggapan tersebut tidak benar.
“Sensus ini tidak berkaitan dengan apa pun. Kalau ada kabar bahwa habis didatangi petugas sensus, kemudian didatangi petugas pajak, itu hanya berbarengan. Pemutakhiran data pajak oleh Bapenda sejak Mei merupakan proses pembaruan data yang berjalan terpisah dari Sensus Ekonomi,” tegasnya.
Selain keraguan warga, petugas sensus juga masih menemui kendala saat masuk ke kawasan perumahan elite dan kawasan industri. Karena itu, Pemkot meminta seluruh camat ikut mengawal pelaksanaan sensus hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW.
Agustina pun kembali mengajak warga untuk menerima petugas sensus jika datang ke rumah atau tempat usaha. Menurutnya, data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.
“Jangan takut ya, nanti kalau ada petugas sensus yang datang ke tempat warga. Mari kita dukung karena ini penting untuk mengambil kebijakan ekonomi pemerintah pusat,” ujarnya.
Pemkot Semarang juga tengah mengkaji pemberian apresiasi bagi kecamatan dengan capaian pendataan terbaik sebagai upaya mempercepat penyelesaian Sensus Ekonomi 2026. (bae)

