Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?

R. Izra
Last updated: Juli 17, 2026 8:32 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
DATA CENTER - Ilustrasi pusat data atau data center untuk akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
DATA CENTER - Ilustrasi pusat data atau data center untuk akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
SHARE

BACAAJA – Data center membutuhkan banyak energi. Termasuk di antaranya menguras persediaan air dan listrik.

Di tengah ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI), banyak negara justru mulai mengerem pembangunan data center. Alasannya bukan karena anti-teknologi, melainkan khawatir fasilitas raksasa ini bakal menguras listrik, air, hingga membebani lingkungan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/7/2026), sejumlah pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa sudah menerapkan moratorium, pembatasan, bahkan pelarangan pembangunan data center baru demi menjaga keseimbangan infrastruktur dan lingkungan.

Bacaaja: Daya Saing Indonesia di Pasar Global Nyungsep, Peringkat 58 dari 70 Negara
Bacaaja: Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

New York Jadi yang Pertama Ngerem

New York menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan moratorium penuh untuk pembangunan data center dengan kebutuhan listrik 50 megawatt (MW) atau lebih.

Gubernur Kathy Hochul menghentikan sementara penerbitan izin selama satu tahun. Waktu tersebut akan digunakan pemerintah untuk menyusun standar baru terkait dampak lingkungan sebelum proyek-proyek serupa kembali diizinkan.

Di Negara Bagian Maine, pemerintah sebenarnya juga sempat ingin menghentikan pembangunan data center besar selama 18 bulan.

Namun, Gubernur Janet Mills memveto aturan itu. Bukan karena menolak moratorium, tetapi karena aturan tersebut dinilai tidak memberi ruang bagi proyek tertentu yang sudah direncanakan di Town of Jay.

Warga California Bilang: No!

Kalau di Monterey Park, California, penolakannya datang langsung dari warga.

Lewat referendum pada Juni 2026, masyarakat memilih melarang pembangunan data center secara permanen. Keputusan ini menjadikan Monterey Park sebagai kota pertama di AS yang resmi menolak data center lewat pemungutan suara publik.

Amsterdam Sudah Lebih Dulu Rem

Di Eropa, Amsterdam sebenarnya sudah mulai membatasi pembangunan data center sejak 2019.

Kebijakan itu makin diperketat pada April 2025. Pemerintah kota melarang pembangunan data center baru maupun perluasan fasilitas yang sudah ada hingga setidaknya tahun 2030.

Pemerintah Belanda juga sudah melarang pembangunan hyperscale data center sejak 2022. Hanya dua lokasi yang diizinkan untuk proyek berskala sangat besar.

Meski begitu, Microsoft tetap mendapat lampu hijau pada awal 2026 karena membangun proyek dalam tiga bangunan terpisah yang ukurannya masih sesuai aturan.

Irlandia Ikut Pasang Rem

Irlandia juga pernah menghentikan sambungan listrik baru untuk data center di kawasan Dublin sejak 2021 karena jaringan listrik dinilai mulai kewalahan.

Aturan itu memang sudah dicabut pada akhir 2025. Tapi sekarang ada syarat baru: setiap data center yang dibangun wajib memiliki pembangkit listrik sendiri agar tidak membebani jaringan umum.

Kenapa Data Center Jadi Sorotan?

Semakin berkembangnya AI membuat kebutuhan data center ikut melonjak. Masalahnya, fasilitas ini membutuhkan listrik dalam jumlah sangat besar, konsumsi air yang tinggi untuk sistem pendingin, serta lahan yang luas.

Karena itu, banyak pemerintah kini mulai mencari titik tengah antara mendorong perkembangan teknologi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Singkatnya, AI memang terus melaju. Tapi di berbagai negara, pembangunan “rumah” bagi AI justru mulai diperlambat agar dampaknya tidak lebih besar daripada manfaatnya. (*)

You Might Also Like

Reses Nggak Sebanyak Dulu, DPR Siap Pangkas Titik Kunjungan

Senyum Guru Brebes Buyar: Kaget Potongan Gaji Nyelonong Jutaan

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

Guyon Korea hingga Daring, Prabowo Sapa Bambang Pacul di Peluncuran Kopdes Merah Putih

TAGGED:airdata centerheadlinelingkunganlistriksumber daya air
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article GUDANG BARU - Peninjauan langsung fasilitas gudang baru Icon Plus oleh Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra. Gudang Baru PLN Icon Plus Jadi Penopang Penguatan Layanan Operasional di Jawa Bagian Tengah
Next Article CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui pelaksanaan Daily Health Checking yang dilakukan secara rutin sebelum aktivitas kerja dimulai, agar semua lini dapat memberikan layanan yang andal kepada masyarakat. Daily Health Checking Jadi Rutinitas, PLN Icon Plus Perkuat Budaya HSSE demi Layanan Andal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Trans Banyumas Mendadak Setop, Ini Penyebabnya

Pura-Pura Pinjam Mobil, Emas Warga Banjarnegara Raib

NAHKODA NU - Kolase foto Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Paket Istana Menang di Muktamar NU? KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Terpilih Jadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

TEKEN MOU - PLN Icon Plus menjalin kerja sama dengan SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus untuk pengembangan Kelas Industri pada jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

PLN Icon Plus Jalin Kerja Sama Pengembangan Kelas Industri Dengan SMK NU Hasyim Asyari 2 Kudus

10 Jurusan Kuliah yang Potensi Gajinya Tinggi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Enam Pejabat Bank Pasar Semarang Main Kredit Nakal, Negara Kebobolan

Agustus 29, 2025
Info

Agustina: Laut Jangan Cuma “Diperas”, Tapi Dijaga

Mei 11, 2026
Sepak Bola

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

Juli 1, 2026
Ekonomi

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Desember 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?