BACAAJA, SALATIGA – Bayangin, kamu lagi ngopi, tiba-tiba disamperin anggota organisasi masyarakat (ormas) yang lagi ider proposal minta bantuan dana.
Ini lebih gila lagi. Pemerintah kota ider proposal permohonan bantuan dana untuk perayaan hari ulang tahun (HUT) kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga lagi jadi sorotan, setelah viral proposal permohonan dana senilai Rp400 juta.
Bacaaja: Salatiga Rangking Pertama Kota Tertoleran di Indonesia Versi SETARA Institute
Bacaaja: Salatiga Bakal Jadi “Istana” Dadakan, 100 Lebih Raja dan Sultan Siap Kumpul
Proposal ini sudah beredar luas dan menuai pro-kontra di tengah masyarakat. Namun, akhirnya ditarik kembali oleh Pemkot Salatiga.
Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, mengatakan keputusan itu diambil untuk meredam polemik yang muncul setelah proposal tersebut menjadi perbincangan publik.
“Memang telah terjadi pro-kontra di masyarakat, sehingga untuk menghindari polemik akhirnya proposal itu kita hentikan dan kita tarik,” kata Muthoin, Kamis (16/7/2026).
Meski proposal dihentikan, Pemkot tetap membuka peluang bagi masyarakat maupun pihak swasta yang ingin berkontribusi secara sukarela dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan.
Menurut Muthoin, sejumlah bentuk dukungan non-tunai juga telah diberikan, seperti voucher penginapan hingga hadiah doorprize.
“Tentu dipersilakan, karena banyak juga yang memberi voucher penginapan, memberi doorprize TV dan yang lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran APBD membuat pemerintah tidak bisa mengakomodasi seluruh kebutuhan kegiatan yang diinisiasi masyarakat.
“Kan ada juga masyarakat yang mengajukan bantuan untuk kegiatan sesuai wilayah. Biasanya kita menampung dan menyalurkan, tahun ini tidak bisa,” jelasnya.
Muthoin memastikan setiap bantuan yang sudah diterima nantinya akan dipertanggungjawabkan secara terbuka setelah seluruh rangkaian acara selesai.
“Pasti akan dilaporkan, kan ini juga bagian dari edukasi,” tambahnya.
Sebelumnya, proposal berkop Panitia Peringatan ke-79 Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Tingkat Kota Salatiga 2026 sempat viral.
Dalam proposal tersebut disebutkan APBD 2026 hanya mengakomodasi kegiatan seremonial. Untuk mendukung berbagai agenda lain seperti olahraga, seni budaya, bakti sosial, hingga gelar ekonomi kerakyatan, panitia mengajukan partisipasi dari pihak swasta dengan kebutuhan dana mencapai Rp400 juta.
Beredarnya proposal itu memicu kritik dari sejumlah kalangan yang mempertanyakan langkah pemerintah meminta dukungan dana kepada pelaku usaha untuk kegiatan yang berkaitan dengan agenda pemerintah daerah. (*)

