BACAAJA, SEMARANG – Kasus mata minus pada anak makin sering jadi perhatian belakangan ini. Bukan cuma karena faktor keturunan, tapi juga perubahan gaya hidup yang bikin anak lebih banyak menatap layar daripada bermain di luar rumah.
Mulai dari belajar, menonton video, sampai bermain gim, hampir semuanya kini dilakukan lewat gadget. Akibatnya, waktu anak untuk menikmati aktivitas di luar ruangan semakin berkurang.
Di tengah kondisi itu, para dokter mata mengingatkan bahwa paparan sinar matahari ternyata punya manfaat besar untuk kesehatan mata anak selama masa pertumbuhan.
Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, mengatakan aktivitas di luar ruangan bisa membantu menurunkan risiko perkembangan mata minus pada anak.
Menurutnya, manfaat tersebut bukan sekadar anggapan lama, melainkan sudah didukung berbagai penelitian ilmiah dari sejumlah negara.
Karena itu, anak-anak dianjurkan tetap memiliki waktu bermain di luar rumah dan tidak terus-menerus beraktivitas di dalam ruangan.
“Banyak paparan matahari pada anak justru dapat menghambat mata minus. Hal ini terbukti ilmiah dan inilah mengapa anak lebih disarankan berkegiatan di bawah matahari,” kata dr. Zoraya dalam sebuah kegiatan media di Jakarta.
Penelitian dari Australia juga menunjukkan hasil yang menarik. Anak-anak yang memanfaatkan jam istirahat sekolah untuk bermain di luar ternyata memiliki tingkat mata minus yang lebih rendah dibanding mereka yang tetap berada di dalam kelas.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan dan pola aktivitas sehari-hari punya pengaruh besar terhadap perkembangan kesehatan mata selama masa tumbuh kembang.
Selain mengurangi screen time, sinar matahari juga disebut memberikan efek biologis yang membantu mengendalikan pertumbuhan bola mata.
Menurut dr. Zoraya, ada mekanisme tertentu di dalam mata yang aktif ketika anak mendapatkan paparan cahaya alami dari matahari.
Mekanisme itu akan memberikan sinyal agar bola mata tidak terus memanjang secara berlebihan.
Padahal, pemanjangan bola mata merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya minus pada seseorang.
Semakin panjang bola mata, semakin besar pula risiko mata minus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, jika proses tersebut bisa dikendalikan, perkembangan miopia berpotensi berjalan lebih lambat.
Dr. Zoraya mengibaratkan paparan sinar matahari seperti rem alami yang membantu menghambat pertumbuhan minus pada mata anak.
Meski demikian, bukan berarti anak harus berlama-lama berada di bawah terik matahari sepanjang hari.
Yang lebih penting adalah konsistensi memberikan kesempatan bagi anak untuk rutin melakukan aktivitas di luar ruangan.
Para orangtua juga tak perlu khawatir jika anak berkeringat saat bermain di luar rumah karena aktivitas fisik justru membawa banyak manfaat bagi kesehatan.
Selain menjaga kebugaran tubuh, bermain di luar juga membantu anak lebih aktif bergerak dan mengurangi ketergantungan pada gadget.
Terkait durasi, dr. Zoraya menyebut waktu ideal untuk beraktivitas di bawah sinar matahari sekitar 90 menit setiap hari.
Waktu terbaiknya adalah pada pagi hari sebelum pukul 10.00, ketika paparan matahari masih relatif nyaman bagi tubuh.
Namun, kondisi tersebut memang tidak selalu mudah dilakukan karena sebagian besar anak sudah berada di sekolah sejak pagi.
Karena itu, jam istirahat sekolah bisa dimanfaatkan sebagai alternatif agar anak tetap mendapatkan paparan cahaya alami.
Menurutnya, bermain di luar selama sekitar 30 menit saat jam istirahat sudah jauh lebih baik dibanding tidak sama sekali.
Durasi tersebut tetap memberikan manfaat positif bagi kesehatan mata dan bisa menjadi kebiasaan yang baik jika dilakukan secara rutin.
Orangtua pun dianjurkan untuk mendukung anak agar tidak menghabiskan seluruh waktu luangnya di depan layar ponsel atau komputer.
Membiasakan anak bermain sepeda, berlari, atau sekadar beraktivitas di halaman rumah bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Di tengah era digital seperti sekarang, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan aktivitas luar ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.
Namun, langkah kecil seperti mengajak anak menikmati sinar matahari pagi ternyata bisa menjadi investasi penting untuk kesehatan mata mereka di masa depan. (*)

