Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Di tengah padatnya Kota Semarang, masih tersimpan jejak para ulama yang ikut membentuk wajah kota sejak ratusan tahun lalu. Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengingatkan, warisan seperti ini bukan hanya layak dirawat karena nilai sejarahnya, tetapi juga berpotensi menjadi magnet wisata religi yang menghidupkan ekonomi warga.

T. Budianto
Last updated: Juni 28, 2026 7:49 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PERESMIAN MAKAM: Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin memberikan sambutan saat menghadiri Pengajian Akbar Haul sekaligus peresmian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Pandansari, Semarang Tengah, Sabtu (27/6/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengajak masyarakat terus nguri-uri atau melestarikan situs-situs religi bersejarah yang tersebar di berbagai sudut Kota Semarang.

Menurutnya, menjaga makam para ulama bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan dakwah Islam, tetapi juga bisa membuka peluang baru bagi perkembangan wisata religi dan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Iswar saat menghadiri Pengajian Akbar Haul sekaligus peresmian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (27/6/2026) malam.

Kiai Jungke yang juga dikenal sebagai Kiai Nayawangsa atau Sayyid Husain merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Semarang pada masa awal perkembangan kota pada abad ke-17. Menurut Iswar, kemajuan Kota Semarang hari ini tidak bisa dilepaskan dari jasa para ulama yang membangun masyarakat melalui dakwah dan keteladanan.

Baca juga: Beragam Spot Wisata Sejarah di Semarang, Jangan Lupa Kunjungi Little Netherlands

“Kita bisa berdiri di tengah kota dengan masyarakat yang makin baik hari ini, itu semua tidak lepas dari perjuangan dakwah yang beliau lakukan pada masa lampau. Warga Pandansari harus bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar. Tugas kita bersama adalah mengikuti jejak sekaligus meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi warga yang selama bertahun-tahun secara swadaya merawat kawasan makam hingga akhirnya selesai direnovasi dan diresmikan. “Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah nguri-uri makam beliau. Renovasi ini sudah kita komunikasikan sejak lama, bahkan sebelum masa pandemi. Komitmen masyarakat menjaga aset sejarah seperti ini patut kita dukung bersama,” katanya.

Destinasi Wisata

Iswar menilai keberadaan Makam Kiai Jungke memiliki potensi lebih besar dari sekadar situs sejarah. Jika dikelola dengan baik, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata ziarah yang memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Semakin banyak peziarah yang datang, menurutnya, semakin terbuka pula peluang bagi tumbuhnya usaha masyarakat, mulai dari kuliner, parkir, hingga perdagangan kecil di sekitar kawasan makam.

Ia juga mengingatkan bahwa Semarang Tengah masih menyimpan banyak makam ulama dan tokoh bersejarah yang perlu mendapat perhatian agar tidak hilang ditelan perkembangan kota.

“Semarang Tengah ini menyimpan banyak jejak sejarah para ulama. Saya mendengar masih ada makam-makam tua yang kondisinya belum terawat dengan baik. Mari kita jaga bersama agar warisan sejarah Kota Semarang tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Baca juga: Dorong Kiai Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Gus Huda Dapat Penghargaan

Lebih lanjut, Iswar berharap kegiatan haul tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi awal tumbuhnya aktivitas keagamaan yang rutin di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengajian, selawatan, maupun majelis taklim yang digelar secara berkala akan mempererat silaturahmi warga sekaligus membuat kawasan sekitar semakin hidup.

“Kalau rutinan seperti pengajian atau selawatan terus dihidupkan, insyaallah silaturahmi antarwarga makin kuat, keberkahan akan hadir, dan aktivitas ziarah juga akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Pandansari,” pungkasnya.

Sebuah kota tak hanya dikenang lewat gedung-gedung barunya. Kadang, masa depannya justru tumbuh ketika ia tidak melupakan jejak orang-orang yang lebih dulu membangun sejarahnya. (tebe)

 

You Might Also Like

Lama di Jalan, Orderan Melayang

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon

Banjir Kembali Terjang Mangkang Kulon

Agustina Ajak Warga Kompak Sambut MTQ Nasional 2026

TAGGED:iswar aminuddinpemkot semarangwisata religi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views
Next Article Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

LRT Bakal Hadir di Semarang, Wali Kota: Biar Kayak di Drakor!

Agustus 16, 2025
Ekonomi

Hari Jadi ke-479 Semarang, Kesenjangan Ekonomi Masih Mengintai

April 29, 2026
Opini

Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah

Januari 25, 2026
Daerah

Wali Kota Tinjau Banjir Genuk, Pompa Jalan, Perut Aman

Oktober 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?