Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Soal Bentuk Badan, Obesitas Simpan Risiko Serius
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Bukan Soal Bentuk Badan, Obesitas Simpan Risiko Serius

Di balik angka timbangan yang terus naik, terdapat berbagai gangguan kesehatan yang bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari.

Nugroho P.
Last updated: Juni 25, 2026 9:48 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi obesitas.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Selama ini obesitas sering dianggap hanya berkaitan dengan penampilan atau pola hidup yang kurang sehat. Padahal di dunia medis, kondisi ini masuk dalam kategori penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut kini terus digaungkan oleh para tenaga kesehatan agar masyarakat tidak lagi memandang obesitas sebagai persoalan berat badan semata.

Di balik angka timbangan yang terus naik, terdapat berbagai gangguan kesehatan yang bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari.

Mulai dari diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker memiliki kaitan erat dengan kondisi obesitas.

Karena itu, para ahli menilai penanganan obesitas tidak cukup hanya mengandalkan diet sesaat atau olahraga dalam waktu singkat.

Pendekatan yang lebih menyeluruh diperlukan agar akar persoalan yang memicu kenaikan berat badan bisa ditangani secara tepat.

Koordinator tim medis Sirka, Febrina Fajria, mengatakan obesitas merupakan kondisi medis kronis yang melibatkan berbagai faktor kompleks di dalam tubuh.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit serius.

Febrina menilai masih banyak masyarakat yang datang mencari bantuan ketika komplikasi kesehatan sudah mulai muncul.

Padahal, semakin cepat obesitas ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih berat di kemudian hari.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada kemauan seseorang untuk menurunkan berat badan.

Penanganan yang efektif juga harus memperhatikan kondisi metabolisme, pola makan, aktivitas fisik, hingga faktor perilaku sehari-hari.

Karena itulah, pendekatan yang melibatkan tenaga medis dari berbagai bidang dinilai lebih efektif dibandingkan upaya yang dilakukan secara parsial.

Kesadaran bahwa obesitas merupakan penyakit juga dianggap penting untuk mengurangi stigma yang selama ini melekat pada penderitanya.

Tidak sedikit orang dengan obesitas yang kerap dianggap kurang disiplin atau malas menjaga pola hidup.

Padahal, kondisi tersebut sering kali dipengaruhi berbagai faktor yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan makan.

Di tengah meningkatnya jumlah kasus obesitas di Indonesia, berbagai inovasi layanan kesehatan mulai bermunculan untuk membantu penanganan yang lebih terarah.

Salah satunya dilakukan oleh Sirka yang mengembangkan pendekatan berbasis teknologi digital untuk mendukung perawatan pasien.

Layanan tersebut memadukan pemantauan kesehatan dengan pendampingan medis yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pendekatan ini dirancang agar pasien tetap mendapatkan arahan dan evaluasi meskipun tidak sedang berada di fasilitas kesehatan.

Co-Founder dan CEO Sirka, Rifanditto Adhikara, mengatakan setiap pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum program perawatan ditentukan.

Pemeriksaan tersebut mencakup analisis komposisi tubuh hingga berbagai indikator metabolik yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien.

Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi penanganan yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Menurut Rifanditto, perubahan gaya hidup tetap menjadi fondasi utama dalam seluruh program yang dijalankan.

Namun dalam kondisi tertentu, terapi farmakologis atau penggunaan obat juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari proses pengobatan.

Seluruh keputusan medis dilakukan berdasarkan protokol klinis yang telah disusun secara ketat dan berbasis bukti ilmiah.

Pemanfaatan teknologi juga memungkinkan pasien terhubung dengan tim medis secara lebih intensif.

Melalui sistem digital yang digunakan, pasien dapat melaporkan perkembangan kondisi kesehatannya secara rutin.

Konsultasi dan penyesuaian terapi pun dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu menunggu jadwal kunjungan langsung ke klinik.

Model pelayanan seperti ini dinilai membantu menjaga kesinambungan perawatan dalam jangka panjang.

Pendekatan berbasis data tersebut juga menghasilkan sejumlah capaian yang terukur.

Data internal yang dipaparkan menunjukkan sebagian besar pasien mengalami penurunan berat badan yang signifikan setelah menjalani program perawatan.

Selain itu, sejumlah indikator kesehatan lain seperti kadar kolesterol dan tekanan darah juga menunjukkan perbaikan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan terapi obesitas tidak hanya diukur dari berkurangnya angka di timbangan.

Yang tak kalah penting adalah membaiknya kondisi metabolik tubuh secara keseluruhan sehingga risiko berbagai penyakit kronis dapat ditekan.

Dengan pemahaman yang semakin luas bahwa obesitas merupakan penyakit kronis, diharapkan masyarakat tidak lagi menunda penanganan dan lebih cepat mencari bantuan medis sebelum komplikasi muncul. (*)

You Might Also Like

Pesta Makan Lebaran Usai, Dinkes Semarang Ingatkan Ancaman Diare hingga Lonjakan Gula Darah

Gigi Susu Jangan Dianggap Cuma Numpang Lewat

Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker

Ginjal Tetap Aman, Deretan Makanan Ini Diam Diam Menjaga

Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus

TAGGED:kesehatanobesitaspenyakittips
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Ajak Warga Semarang Maksimalkan SDGS
Next Article Beasiswa Jalan Terus, Tapi Siswa Perokok Kena Sorotan KDM

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

TURNAMEN FREE FIRE--Pemain Free Fire sedang bertanding dalam Clash Squad 4V4 Tournament Warmindo Mayoritas, Sabtu (8/8/2026). (ist)

Kejutan Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas, SU HIGH Naik Podium Juara

NYARIS BENTROK--Massa pro versus kontra Sudewo berhadap-hadapan di dekat pengadilan, Senin (10/8/2026). (bae)

Memanas! Massa Pro-Kontra Sudewo Berhadapan di Pengadilan Tipikor Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Skin Barrier Rusak Bisa Bikin Jerawat Meledak, Ini Kata Dokter

Oktober 4, 2025
Unik

Bukan Cuma Anjing, Hewan Ini Ternyata Jago Mencium Penyakit Berbahaya

Juli 6, 2026
Info

Super Flu Lagi Viral, Imun Kita Nggak Sepolos Itu

Januari 14, 2026
Tips

3 Waktu Emas Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Biar Manfaatnya Maksimal

September 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Soal Bentuk Badan, Obesitas Simpan Risiko Serius
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?