Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Makin Harmonis, Budaya dan Pembangunan Jalan Bareng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Makin Harmonis, Budaya dan Pembangunan Jalan Bareng

Di banyak kota, pembangunan sering dikhawatirkan bikin budaya tersisih. Tapi Semarang justru mencoba cerita yang berbeda.

T. Budianto
Last updated: Juni 22, 2026 10:15 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
CENDERA MATA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyerahkan cenderamata kepada Ketua Umum Pawon Semar, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandji dalam acara Gelar Seni dan Budaya “Harmoni Semarang” di Anjungan Jateng, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Kota Semarang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pelestarian budaya. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pawon Semar, Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Supandji, dalam acara Gelar Seni dan Budaya “Harmoni Semarang” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Hendardji menyebut, dalam beberapa tahun terakhir perkembangan Kota Semarang semakin terasa positif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kebersamaan masyarakatnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang dinilai konsisten memberi ruang bagi tumbuhnya seni dan budaya di tengah masyarakat.

Baca juga: Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

“Kami melihat Kota Semarang terus berkembang menjadi kota yang maju, namun tetap menjaga identitas budayanya. Kehidupan seni dan budaya tumbuh, masyarakat hidup rukun dalam keberagaman,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah kota yang terus membuka ruang bagi pelaku seni, budayawan, dan komunitas untuk berkreasi.

Berbagai kegiatan budaya yang rutin digelar Pemkot Semarang disebut turut memperkuat rasa kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menjaga semangat persatuan.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan, Semarang sejak awal tumbuh sebagai kota pertemuan berbagai budaya. Ia menjelaskan, posisi Semarang sebagai kota pelabuhan membuat wilayah ini menjadi titik temu budaya Jawa, Tionghoa, Arab, hingga berbagai unsur Nusantara lainnya.

Perjalanan Kota

Melalui pertunjukan Harmoni Semarang, masyarakat diajak menelusuri perjalanan sejarah kota, mulai dari dinamika kehidupan masyarakat, peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga tradisi Dugderan yang menjadi simbol kerukunan lintas agama.

Menurut Agustina, tradisi Dugderan menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman bisa dikelola menjadi kekuatan sosial yang menyatukan masyarakat, bukan memisahkan.

Ia juga menyinggung perubahan sosial yang terjadi di Semarang. Jika dahulu masyarakat cenderung terpisah berdasarkan etnis dan wilayah permukiman, kini interaksi sosial berjalan lebih terbuka dan kolaboratif.

Baca juga: Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang

“Semarang menunjukkan bahwa kemajuan kota tidak harus menghilangkan budaya. Justru budaya menjadi fondasi yang memperkuat persatuan,” katanya.

Hendardji menambahkan, keberhasilan Semarang menjaga harmoni ini menjadi modal penting bagi kota tersebut untuk terus berkembang, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan budaya.

Ia menilai budaya memiliki peran sebagai perekat masyarakat yang mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika pembangunan. “Ketika budaya tumbuh dan dihargai, maka persatuan dan kemajuan kota akan ikut tumbuh bersama,” ujarnya.

Ternyata membangun kota tidak selalu soal gedung yang makin tinggi, tapi juga soal bagaimana warganya tetap merasa “rumah” di tengah perubahan yang terus bergerak. (tebe)

You Might Also Like

Gelombang PHK Massal Mengintai, 2 Pabrik Otomotif di Jatim Berencana Pindah ke Vietnam

Makin Banyak Perempuan Naik Kereta, KAI Semarang Siapkan Fasilitas Khusus

Muhammadiyah Rayain Milad ke-113, Puan: Terus Berkhidmat Layani Umat

Prabowo Ancam Copot Pejabat yang Tak Becus Kerja! Wah Banyak itu Pak!

Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?

TAGGED:agustina wilujengheadlinepawon semarpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Lapas Purwodadi Bantu Bedah Rumah Warga
Next Article Transportasi Hijau Tak Cukup Bermodal Baterai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tukang Cukur Pekalongan Waswas, Pajak Baru Bisa Picu Protes

Ilustrasi judi online (judol). (grafis/tera).

Diduga Terjerat Judol, Pincapem Bank di Sleman Gasak Rp 6,7 Miliar

JENDERAL PENYADAP - Kolase foto tiga jenderal polisi tersangka penyadapan ilegal. Dari kiri ke kanan Irjen Pol Irjen Ahrie Sonta Nasution, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Dugaan Makar di Balik Sadap Prabowo, Polri Bentuk Tim Khusus

PADAMKAN API: Petugas Damkar memadamkan dan melakukan pendinginan kebakaran di Pasar Pedurungan, Semarang, Jumat (6/11/2026). (ist)

Kebakaran Pasar Pedurungan Semarang, Sejumlah Hangus Dilalap Api

TKP PENGGELEDAHAN - Polisi memasang police line di Ponpes Putri Hamalatul Qur'an di Sukoharjo, yang menjadi lokasi penggeledahan.

12 Santriwati Hamalatul Quran Belum ke Pondok setelah Penggerebekan, Begini Respons Kemenag

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mulyono, teman satu angkatan kuliah Jokowi di UGM, menyatakan tak ada jurusan-jurusan di Fakultas Kehutanan UGM.
Unik

Pengakuan Teman Kuliah Jokowi di UGM: Saya Tidak Tahu Ada Jurusan Teknologi Kayu, Skripsi Saya Ekonomi Manajemen

Juli 27, 2025
Info

Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

Juni 22, 2026
Hukum

Pemkot Raih Dua Penghargaan Hukum

Agustus 24, 2026
Ilustrasi elemen masyarakat demo menolak MBG.
Info

MBG Nasibmu Kini, Semua Lini Dikorupsi dari Ompreng hingga Kaus Kaki

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Makin Harmonis, Budaya dan Pembangunan Jalan Bareng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?