Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara

Pemadaman listrik bergilir menjadi ancaman nyata bagi peternak ayam. Terutama saat listrik padam pada malam hari. Kerugian yang ditimbulkan bisa capai ratusan juta rupiah.

R. Izra
Last updated: Juni 19, 2026 9:39 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
PEMADAMAN LISTRIK - Ilustrasi nyala lilin jadi penerang saat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
PEMADAMAN LISTRIK - Ilustrasi nyala lilin jadi penerang saat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir ternyata bukan cuma bikin warga kesal. Di kalangan peternak ayam, kondisi ini juga memunculkan kekhawatiran serius karena berpotensi menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah.

Bagi peternak ayam pedaging (broiler), listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan kandang. Pada masa awal pemeliharaan atau brooding, saat anak ayam berusia 1 hingga 14 hari, pasokan listrik menjadi faktor krusial untuk menjaga suhu kandang tetap hangat.

Ketika listrik padam, terutama pada malam hari, ribuan anak ayam bisa mengalami stres akibat suhu yang turun drastis. Dalam kondisi gelap dan dingin, anak-anak ayam biasanya akan bergerombol mencari sumber kehangatan. Situasi inilah yang kerap berujung pada kematian karena saling berhimpitan.

Bacaaja: Dolar Melesat Rupiah Ambruk, Pelanggan Warteg Mulai Tinggalkan Lauk Ayam
Bacaaja: Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Susilo, mengatakan risiko tersebut menjadi momok tersendiri bagi peternak, khususnya yang masih mengandalkan listrik tanpa cadangan genset.

“Kalau listrik mati saat masa brooding, anak ayam akan berkumpul di satu titik karena gelap dan dingin. Akibatnya banyak yang mati karena bertumpuk. Itu yang kami sebut deplesi,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurut Susilo, peternak skala besar umumnya sudah memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan sehingga dampaknya bisa diminimalkan. Namun kondisi berbeda dialami peternak kecil yang belum tentu memiliki kemampuan untuk menyediakan peralatan tersebut.

“Kalau peternak besar rata-rata sudah punya genset. Yang jadi masalah peternak kecil karena mereka belum tentu punya cadangan listrik,” katanya.

Ia menjelaskan, tingkat kematian anak ayam akibat pemadaman listrik bisa sangat tinggi apabila berlangsung cukup lama dan tidak ada sumber listrik pengganti. Dalam kondisi terburuk, angka deplesi bahkan bisa mencapai setengah dari total populasi kandang.

“Kalau tidak punya genset dan pemadaman terjadi cukup lama, terutama malam hari, kematiannya bisa sampai 50 persen,” jelasnya.

Kerugian yang ditimbulkan tentu tidak sedikit. Dengan harga DOC (day old chick) atau anak ayam umur sehari yang saat ini berkisar Rp6.000 per ekor, kematian seribu ekor ayam saja sudah membuat peternak kehilangan sekitar Rp6 juta.

Padahal, kapasitas kandang peternak umumnya berkisar antara 5.000 hingga 10.000 ekor ayam. Bahkan untuk kandang modern, jumlahnya bisa jauh lebih besar.

“Kalau yang mati seribu ekor saja sudah Rp6 juta. Padahal kapasitas kandang bisa ribuan sampai puluhan ribu ekor,” ungkapnya.

Meski belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian yang dialami peternak di Jawa Tengah akibat pemadaman listrik, Susilo mengaku sudah menerima sejumlah keluhan dari peternak yang mulai khawatir jika kondisi ini terus berlanjut.

Bagi para peternak, pemulihan pasokan listrik menjadi hal yang sangat dinantikan. Sebab dalam masa pemeliharaan anak ayam, pemadaman selama beberapa jam saja bisa berdampak besar terhadap tingkat kematian ternak dan berujung pada kerugian yang tidak sedikit.

Karena itu, mereka berharap kondisi kelistrikan segera kembali stabil agar aktivitas peternakan bisa berjalan normal tanpa dibayangi risiko kehilangan ribuan ekor ayam dalam semalam.

Ada gangguan teknis

Di sisi lain, PLN memastikan pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya gangguan teknis pada sejumlah pembangkit yang menyebabkan pasokan listrik berkurang.

Manager Komunikasi PLN UID Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem sekaligus mempercepat proses pemulihan.

“PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” ujarnya.

Menurutnya, manajemen beban yang dilakukan bersifat sementara untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di wilayah Jawa Tengah.

PLN juga terus mengoptimalkan suplai dari pembangkit lain sembari mempercepat proses perbaikan agar kondisi sistem kembali normal. (dul)

You Might Also Like

Kebakaran TPA Jatibarang Gak Padam Diguyur Hujan, Masih Ada 2 Titik Asap

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

Ada Ratusan Kasus Medis selama Penyelenggaraan Porprov Jateng 2026

Banjarnegara Gempa Lagi karena Sesar, Kemarin Diguncang 2 Kali

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

TAGGED:headlinelistrik padampemadaman listrik bergilirpeternak ayampinsarplnpln jatengrugi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NOBAR BOLA--Masyarakat menunggu siaran pertandingan Piala Dunia di Teratai Lounge yang ruangannya dihias meriah dengan ornamen bendera negara-negara peserta. (ist) Tim Besar Jadi Magnet Penonton, Nobar Piala Dunia Makin Ramai
Next Article Cat Pink, Bunga, dan Protes yang Berakhir di Pos Satpam: Pembukaan ARTJOG 2026 Ricuh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Turun Kasta, 11 Juta Kelas Menengah Jadi Miskin

Diiming-imingi Rp400 Juta, Ternyata Zonk.. WNI Dijebak Jadi Tentara Rusia

Gaji 3.000 Dolar, WNI Ternyata Dijebak Jadi Tentara Rusia

Jaringan Tentara Bayaran Rusia Terbongkar, 13 Orang Tersangka

Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.

Puskampol Pertanyakan Akurasi Data Intelijen, Polemik Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Mei 14, 2026
Ekonomi

Next Indonesia: Perluasan Jargas Jadi Kunci Tekan Subsidi LPG

Oktober 12, 2025
Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Februari 25, 2026
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
Hukum

Peneliti Puskampol: Polisi Jangan Asal Konpers, Buka Bukti Kematian Iko Unnes

September 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?