BACAAJA, SEMARANG – Kabar baik datang bagi calon siswa di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memperluas program sekolah gratis pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar semakin banyak pelajar bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan total 231.724 kuota sekolah gratis untuk jenjang SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri di seluruh wilayah Jawa Tengah. Jumlah itu setara dengan sekitar 40,83 persen dari total lulusan SMP dan sederajat yang diperkirakan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah pada tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan program ini bertujuan memastikan akses pendidikan semakin terbuka bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga.
Menurutnya, seluruh biaya operasional pendidikan di sekolah negeri telah ditanggung pemerintah sehingga siswa tidak lagi dikenai berbagai pungutan rutin selama bersekolah.
“Biaya operasional sekolah pada semua satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri tanpa pungutan kepada siswa atau orang tua siswa,” ujar Sadimin.
Melalui kebijakan tersebut, siswa dibebaskan dari pembayaran SPP, iuran wajib, biaya paket buku pelajaran, hingga biaya kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya menjadi pengeluaran tambahan.
Selain itu, berbagai fasilitas sekolah seperti laboratorium, perpustakaan, dan sarana penunjang pembelajaran lainnya juga dapat dimanfaatkan tanpa biaya tambahan.
Program sekolah gratis tidak hanya menyasar sekolah negeri. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menggandeng sejumlah sekolah swasta agar lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan belajar.
Skema kerja sama ini diberi nama Program Sekolah Kemitraan. Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun kepada sekolah swasta yang ikut bergabung dalam program tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyebut langkah ini menjadi solusi bagi siswa yang belum berhasil memperoleh kursi di sekolah negeri.
Sebanyak 56 SMA swasta dan 83 SMK swasta telah menyatakan siap menjadi bagian dari Program Sekolah Kemitraan.
Melalui kerja sama tersebut, tersedia tambahan daya tampung sebanyak 5.004 kursi yang diperuntukkan bagi peserta didik dari jalur afirmasi.
Proses seleksi sekolah swasta mitra dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan SPMB sekolah negeri sehingga calon siswa tidak perlu mengikuti mekanisme yang berbeda.
Selain sekolah reguler, pemerintah juga tetap menjalankan program sekolah berasrama atau boarding school tanpa biaya.
Program ini menyediakan 120 kursi di SMKN Jawa Tengah Semarang, 72 kursi di SMKN Jawa Tengah Pati, serta 96 kursi di SMKN Jawa Tengah Purbalingga.
Seluruh siswa yang diterima melalui program boarding school akan memperoleh pembebasan biaya pendidikan sekaligus kebutuhan penunjang selama mengikuti pembelajaran.
Tak hanya itu, tersedia pula program semi-boarding yang mampu menampung 471 siswa. Peserta program ini juga mendapatkan pembebasan biaya operasional maupun biaya personal sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinas Pendidikan Jawa Tengah memastikan pelaksanaan SPMB tahun ini akan diawasi secara ketat agar proses penerimaan berlangsung transparan dan adil bagi seluruh calon peserta didik.
Pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya praktik yang merugikan masyarakat, termasuk dugaan jual beli kursi maupun percaloan selama proses penerimaan berlangsung.
Sadimin pun kembali mengingatkan bahwa proses SPMB harus berjalan sesuai aturan. Karena itu, masyarakat diminta tidak tergiur tawaran pihak mana pun yang mengaku bisa meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi.
“SPMB Jawa Tengah 2026 no titip, no jastip,” tegasnya, menegaskan komitmen pemerintah menjaga proses penerimaan siswa baru tetap bersih dan transparan. (*)

