Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bacaaja.co Goes to School, Ajak Pelajar Semarang  Melek Bahaya IRET di Dunia Digital
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bacaaja.co Goes to School, Ajak Pelajar Semarang  Melek Bahaya IRET di Dunia Digital

Bacaaja.co ngajak pelajar buat lebih peka terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang nyusup lewat dunia digital.

R. Izra
Last updated: Juni 18, 2026 6:07 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)
BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di era media sosial yang serba cepat, nggak semua konten yang muncul di layar gadget aman buat ditelan mentah-mentah. Karena itu, Bacaaja.co kembali menggelar program Goes to School dengan tema “Cegah IRET Kalangan Gen Z di Ruang Digital” di Auditorium Agnes Widanti, Gedung Albertus Lantai 3, Kampus 1 Soegijapranata Catholic University (SCU), Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu ngajak ratusan pelajar buat lebih peka terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini makin gampang nyusup lewat dunia digital.

Nggak cuma lewat ceramah, para peserta juga diajak ngobrol santai bareng narasumber dari berbagai latar belakang, mulai akademisi, praktisi, hingga aparat penegak hukum.

Bacaaja: Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung BacaajaMeet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang
Bacaaja: Bukber Densus 88 x Peradi SAI di Bacaaja: Serunya Diskusi Ruang Digital dan Bahaya Radikalisme

Sejumlah sekolah yang hadir di antaranya SMA Negeri 4 Semarang, SMA Al-Azhar 14 Banyumanik, SMK Negeri 1 Semarang, SMK Negeri 3 Semarang, SMK Negeri 5 Semarang, dan SMK Negeri 9 Semarang. Masing-masing sekolah mengirim sekitar 15 siswa untuk ikut kegiatan tersebut.

Sejak acara dimulai, suasana terlihat hidup. Banyak peserta aktif ngangkat tangan buat bertanya, terutama soal fenomena yang sering mereka temui di media sosial maupun lingkungan pergaulan sehari-hari.

Rektor Soegijapranata Catholic University, Setiawan Aji Nugroho, ngungkapin kalau perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan. Tapi di saat yang sama, juga membuka ruang baru bagi penyebaran paham-paham berbahaya.

Menurutnya, kalau dulu penyebaran paham radikal identik dengan pertemuan langsung atau kelompok tertentu, sekarang caranya jauh lebih halus dan sering kali nggak disadari.

“Jadi tidak hanya melalui komunikasi biasa atau pertemuan langsung. Sekarang bisa melalui media sosial, komunitas daring, bahkan jaringan yang terbentuk dari aktivitas digital,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Ia menilai pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok yang cukup rentan karena sangat aktif berinteraksi di dunia digital.

Karena itu, kampus mendukung penuh kegiatan edukasi seperti ini agar anak muda punya bekal untuk mengenali tanda-tanda awal paparan paham ekstrem.

Teman bisa jadi alarm pertama

Menariknya, Setiawan menyebut orang yang paling cepat menyadari perubahan perilaku seseorang sering kali bukan keluarga, melainkan teman dekatnya sendiri.

“Yang bisa mengetahui lebih awal sering kali bukan keluarga, tetapi teman-temannya sendiri,” katanya.

Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk saling peduli dan nggak ragu ngingetin teman ketika melihat sesuatu yang dirasa nggak wajar atau mengarah pada paham yang berbahaya.

Ia juga mengingatkan supaya generasi muda lebih bijak saat bermedia sosial, bergabung di komunitas online, hingga bermain game daring.

“Teman-teman harus paham bahwa aktivitas di ruang digital juga punya konsekuensi. Jangan sampai terjebak dalam jaringan atau aktivitas yang ternyata berbahaya tanpa disadari,” tambahnya.

Sementara itu, COO Bacaaja.co, Puji Utami, mengatakan program ini lahir dari keresahan terhadap makin mudahnya penyebaran paham intoleransi dan ekstremisme di kalangan anak muda.

Menurutnya, generasi sekarang tumbuh bersama internet dan media sosial. Karena itu, pemahaman soal risiko di ruang digital juga harus ikut diperkuat.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada adik-adik pelajar bahwa IRET itu berbahaya. Karena mereka aktif di media sosial dan internet, mereka perlu tahu risiko-risiko yang mungkin muncul dari ruang digital,” ujarnya.

Puji juga mengapresiasi dukungan dari SCU yang ikut mendorong terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting supaya edukasi tentang bahaya IRET bisa menjangkau lebih banyak sekolah dan lebih banyak anak muda.

Menariknya, hasil diskusi dan berbagai masukan yang muncul selama kegiatan nggak akan berhenti sebagai bahan obrolan semata.

Bacaaja.co berencana merangkum berbagai temuan dan masukan tersebut sebagai bahan rekomendasi kepada pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk memperkuat upaya pencegahan IRET di kalangan pelajar.

Lewat kegiatan ini, para peserta diharapkan nggak cuma jadi pendengar, tetapi juga bisa jadi agen literasi digital di sekolah masing-masing.

Melihat antusiasme peserta yang terus aktif berdiskusi hingga acara selesai, satu hal terlihat jelas: isu keamanan digital dan bahaya paham ekstrem memang bukan persoalan yang jauh dari kehidupan Gen Z. Justru sebaliknya, isu ini ada di sekitar mereka setiap hari dan perlu dihadapi dengan pengetahuan yang cukup. (dul)

You Might Also Like

Modus Kredit Fiktif, Puluhan Motor Baru Numplek di Gudang Bandung

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Hasil Lab Ungkap MBG Kudus Terkontaminasi E. Coli

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

Jelang MTQ Nasional, Agustina Gembleng Satlinmas

TAGGED:bacaaja goes to schoolbacaaja.cobahaya iretheadlineSCU Semarangsmkn 5 semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NYANYI DARAH JUANG - Bupati Temanggung, Agus Gondrong, menemui langsung mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor bupati, Kamis (18/6/2026). Politikus PDIP itu bahkan ikut menyannyikan 'Darah Juang' bareng demonstran. (*) Temui Massa Aksi, Bupati Temanggung Agus Gondrong Nyanyi Darah Juang bareng Demonstran
Next Article GERUDUK PELAKU‐-Ribuan mahasiswa Unnes menggeruduk terduga pelaku pelecehan seksual yang diamankan di pos satpam. (Foto dari akun X @unicefess). Mahasiswa Unnes Terseret Plecehan Seksual, Kampus Identifikasi Tiga Korban

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau

SIDANG KORUPSI--Kades dan warga Pati menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3/8/2026). (bae)

Endus Permainan Politik? Kuasa Hukum Sudewo Ungkit Penyidik KPK Diduga Kerabat Mantan Bupati Haryanto

TAK RAMAI LAGI - Pedagang bendera dan umbul-umbul sedang merapikan dagangan mereka, di pinggir jalan di Semarang. Pelapak bendera curhat, dagangan mereka kini sepi tak seramai dulu lagi. Kata mereka, lapak bendera pinggir jalan kalah saing sama pedagang online. (dul)

Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini

Baru 30 Menit, Ludes! Makan Gratis Darul Hisan Diserbu Warga Semarang Tiap Pagi

KONSERVASI TERUMBU KARANG - Program Terang Laut diwujudkan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa menggunakan metode Biorock dan Web Spider, yang dirancang untuk mendukung percepatan rehabilitasi ekosistem bawah laut.

Program ‘Terang Laut’ Pertegas Komitmen ESG PLN Icon Plus dalam Mewujudkan Iconnectivity for Green

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi wilayah dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang.
Fokus

Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Juli 3, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, turun langsung memimpin kerja bakti massal di kawasan Pasar Gedhe hingga bantaran Sungai Kalipepe, Senin (9/2/2026).
Info

Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah

Februari 9, 2026
Ekonomi

Pemkot Geber 240 Pasar Murah Sampai Lebaran

Maret 7, 2026
Info

Tanah Bergerak, Relokasi Warga Jangli Disiapkan

Februari 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bacaaja.co Goes to School, Ajak Pelajar Semarang  Melek Bahaya IRET di Dunia Digital
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?