BACAAJA, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) akhirnya buka suara setelah seorang mahasiswanya diduga terlibat kasus pelecehan seksual dan sempat digeruduk puluhan mahasiswa pada Rabu (17/6/2026) malam.
Kampus memastikan laporan sudah masuk dan saat ini proses penanganan masih berjalan lewat Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).
Menurut informasi yang dihimpun, terduga pelaku berinisial MFA, mahasiswa Ilmu Keolahragaan Unnes.
Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan
Bacaaja: 16 Mahasiswa FH UI Terlibat Pelecehan Seksual, DPR: Alarm Penting Calon Penegak Hukum
Dia diduga melakukan pelecehan terhadap seorang driver jasa titip (jastip) perempuan di kawasan Unnes. Ia mengirim pesan tidak senonoh kepada korban hingga memicu kemarahan massa.
Kepala Seksi Humas Unnes Surahmat mengatakan, laporan dugaan kasus itu diterima Satgas PPK dan tim langsung bergerak untuk mengumpulkan keterangan dari pelapor.
“Satgas PPK Unnes telah menerima laporan dugaan Kasus Kekerasan Seksual,” ujarnya.
Di saat proses pendalaman berlangsung, kasus itu mulai ramai di media sosial X.
Muncul ajakan dari sebuah akun anonim yang meminta terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban.
Situasi pun memanas pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Terduga pelaku akhirnya diamankan petugas Polrestabes Semarang dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Unnes mengaku memahami keresahan yang muncul di kalangan mahasiswa. Meski begitu, Satgas PPK tetap bekerja sesuai prosedur.
Dalam video yang beredar, terduga pelaku dikepung ribuan mahasiswa di kampus. Ia berada di pos satpam sebelum akhirnya diamankan polisi.
Terduga pelaku juga sempat menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka di area kampus serta mengaku menyesali perbuatannya. (bae)

