Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Pertamax Melonjak, Bensin Malaysia Malah Masih Murah Banget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saat Pertamax Melonjak, Bensin Malaysia Malah Masih Murah Banget

Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah harga bensin RON 95 bersubsidi di Malaysia yang ternyata masih berada jauh di bawah harga BBM subsidi Indonesia.

Nugroho P.
Last updated: Juni 12, 2026 9:57 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
BBM NAIK: Pengendara motor berhenti di dekat papan informasi harga BBM di SPBU Sampangan. (bae)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM kembali jadi topik hangat di tengah masyarakat. Perhatian publik tertuju pada penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina pada 10 Juni 2026, terutama untuk produk bensin non-subsidi.

Harga Pertamax mengalami lonjakan cukup besar. Dari sebelumnya Rp 12.300 per liter, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter di sejumlah wilayah Indonesia.

Tak hanya Pertamax, Pertamax Green 95 juga ikut terkerek. Produk dengan angka oktan RON 95 itu kini dijual Rp 17.000 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Kenaikan tersebut langsung memicu berbagai perbandingan, termasuk dengan harga BBM di negara tetangga seperti Malaysia.

Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah harga bensin RON 95 bersubsidi di Malaysia yang ternyata masih berada jauh di bawah harga BBM subsidi Indonesia.

Padahal, dari sisi kualitas bahan bakar, angka oktan RON 95 tergolong lebih tinggi dibandingkan Pertalite yang memiliki RON 90.

Sebagai gambaran, angka Research Octane Number atau RON menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan saat proses pembakaran di mesin kendaraan.

Semakin tinggi nilai RON, umumnya semakin baik bahan bakar tersebut digunakan untuk kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu.

Di Indonesia, Pertalite yang mendapat subsidi pemerintah memiliki RON 90 dan dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.

Sementara Pertamax memiliki RON 92 dan Pertamax Green 95 memiliki RON 95 yang dipasarkan tanpa subsidi langsung seperti Pertalite.

Berbeda dengan Indonesia, pemerintah Malaysia masih memberikan subsidi untuk bensin RON 95 melalui program Budi Madani RON95 atau BUDI95.

Program tersebut membuat masyarakat Malaysia bisa memperoleh bahan bakar dengan kualitas oktan lebih tinggi namun dengan harga yang relatif rendah.

Harga bensin RON 95 bersubsidi di Malaysia saat ini berada di angka 1,99 ringgit per liter.

Jika dikonversikan ke rupiah berdasarkan kurs terkini, nilainya sekitar Rp 8.800 per liter.

Angka itu membuat bensin RON 95 bersubsidi di Malaysia lebih murah dibandingkan Pertalite yang dijual Rp 10.000 per liter di Indonesia.

Selisihnya mencapai sekitar Rp 1.200 per liter meskipun kualitas oktannya lebih tinggi.

Perbandingan inilah yang kemudian ramai menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.

Banyak warganet menyoroti bagaimana bensin dengan spesifikasi lebih tinggi justru bisa dijual lebih murah di negara tetangga.

Meski demikian, kebijakan harga BBM setiap negara tentu tidak bisa dibandingkan secara sederhana.

Setiap pemerintah memiliki skema subsidi, struktur pajak, kemampuan fiskal, hingga kebijakan energi yang berbeda-beda.

Di Malaysia sendiri, harga murah tersebut terjadi karena adanya dukungan subsidi yang cukup besar dari pemerintah.

Tanpa subsidi, harga bensin RON 95 di Malaysia sebenarnya mencapai 3,72 ringgit per liter.

Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp 16.450 per liter.

Harga tersebut justru hampir setara dengan Pertamax yang kini dibanderol Rp 16.250 per liter di sejumlah wilayah Indonesia.

Bahkan masih sedikit lebih rendah dibandingkan Pertamax Green 95 yang kini menyentuh Rp 17.000 per liter.

Selain bensin, pemerintah Malaysia juga mengatur harga solar dengan mekanisme berbeda di sejumlah wilayah.

Untuk kawasan Semenanjung Malaysia, harga diesel berada di kisaran 4,67 ringgit atau sekitar Rp 20.650 per liter.

Sedangkan di wilayah Sabah dan Sarawak, harga diesel lebih rendah yakni sekitar 2,15 ringgit atau setara Rp 9.500 per liter.

Di Indonesia sendiri, harga BBM masih dibedakan berdasarkan jenis produk dan wilayah distribusinya.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite tetap bertahan di Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, produk non-subsidi mengalami variasi harga yang cukup lebar tergantung lokasi penjualan.

Pertamax kini dijual mulai dari Rp 15.250 hingga Rp 17.000 per liter tergantung wilayah.

Adapun Pertamax Green 95 dipasarkan dengan harga Rp 17.000 per liter di sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Produk BBM berkualitas lebih tinggi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex bahkan berada di kisaran Rp 19.000 hingga Rp 25.000 per liter.

Perbandingan harga ini menunjukkan bahwa subsidi masih menjadi faktor utama yang menentukan murah atau mahalnya harga BBM di suatu negara.

Karena itu, meski harga bensin RON 95 bersubsidi di Malaysia terlihat jauh lebih murah dibandingkan Pertalite Indonesia, kondisi tersebut tidak lepas dari kebijakan fiskal dan subsidi energi yang diterapkan pemerintah setempat. (*)

You Might Also Like

Sinergi Jadi Kunci, Kakanwil Kemenkum Jateng Tekankan Peran Kolaboratif SDM

Jadwal MBG Bisa Fleksibel, Ikut Hari Sekolah Biar Efisien

Benarkah Bitcoin Lebih Bikin Untung dari Emas? Begini Kata JPMorgan soal BTC

Jahitan Kasus Sritex Mulai Terurai, Tiga Tersangka Siap Dipermak Tipikor

Panggung HUT RI ke-80 di Semarang Urung Digelar, Suasana Jadi Serius Gara-Gara Demo

TAGGED:BBMbensin ron 95pertamax
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Thailand Berduka Lima Belas Hari, Putri Sulung Raja Meninggal Dunia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Saat Pertamax Melonjak, Bensin Malaysia Malah Masih Murah Banget

Thailand Berduka Lima Belas Hari, Putri Sulung Raja Meninggal Dunia

Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor

ilustrasi kereta api

Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang

Ribuan Pil Diamankan, Dua Titik Bikin Polisi Bergerak Cepat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Investor Silakan Masuk, Luthfi: Tapi Jangan Lupa Warga Lokal

Mei 6, 2026
Pendidikan

Dari Hama Jadi Cuan: BEM FEB Undip Bikin Ikan Red Devil Jadi Produk Hits Desa Asinan

Oktober 9, 2025
Penandatangan nota kesepahaman antara Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, dan Ketua PW ISNU Jateng, Dr Fakhrudin Aziz.
Info

Kemenag Jateng Gandeng ISNU, Gas Bareng Program CTC buat Pemberdayaan Umat

November 5, 2025
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Info

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Desember 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Pertamax Melonjak, Bensin Malaysia Malah Masih Murah Banget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?