Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jurus ‘Dokter Turun Gunung’ Jadi Sorotan Kemenkes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jurus ‘Dokter Turun Gunung’ Jadi Sorotan Kemenkes

Saat banyak daerah masih berjibaku mengajak warganya ikut Cek Kesehatan Gratis (CKG), Jateng justru melesat jauh di depan. Lebih dari 10 juta warga sudah terlayani.

T. Budianto
Last updated: Juni 11, 2026 4:36 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PROGRAM SPELING: Sejumlah dokter spesialis dari RSUD dr Moewardi Solo melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung, Demak, pertengahan Juni lalu. Kegiatan dari Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemprov Jateng tersebut berlangsung di Balai Desa Sriwulan., beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Jateng kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Kali ini soal keberhasilan menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadikannya sebagai provinsi dengan jumlah peserta tertinggi di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, kemarin.

Menurut Benjamin, program CKG secara nasional telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total lebih dari 43,6 juta pendaftar, sebanyak 42,2 juta orang sudah hadir dan mendapatkan layanan kesehatan. Namun dari angka tersebut, Jateng masih menjadi “juara kelas”.

Baca juga: Apresiasi Program Speling, Saleh: Perluas hingga Masuk Desa Terpencil

“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jateng. Artinya edukasi ke masyarakat di provinsi ini sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani,” ujar Benjamin. Capaian itu bahkan meninggalkan provinsi-provinsi besar lain di Pulau Jawa. Jatim tercatat berada di angka sekitar 6,8 juta peserta, sementara Jabar sekitar 5,2 juta peserta.

Bagi Kementerian Kesehatan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan CKG di Jateng berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat hingga lapisan bawah.

Di balik tingginya partisipasi warga, Pemprov Jateng ternyata punya “senjata” khusus bernama Speling atau Dokter Spesialis Keliling. Program unggulan itu dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat desa dengan cara menerjunkan dokter spesialis langsung ke lapangan.

Berbeda dengan pola layanan konvensional yang mengharuskan warga datang ke rumah sakit, melalui Speling justru dokter yang mendatangi masyarakat hingga pelosok desa.

Layanan Kesehatan

Program ini melibatkan seluruh rumah sakit daerah milik provinsi maupun kabupaten/kota. Bahkan sejumlah rumah sakit swasta juga ikut bergabung dengan mengirimkan tenaga dokter spesialis mereka.

Layanan yang diberikan pun cukup lengkap. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, deteksi tuberkulosis (TBC), skrining kanker serviks, pemeriksaan ibu hamil melalui layanan antenatal care (ANC), pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga layanan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kejiwaan.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, program tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat deteksi dini berbagai penyakit di tengah masyarakat.

Baca juga: Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga

“Secara tidak langsung dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan dijadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,” kata Luthfi di Semarang, Rabu (10/6/2026).

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng per 10 Juni 2026 menunjukkan program Speling telah digelar sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar pada 454 kecamatan. Jumlah warga yang telah mendapatkan layanan mencapai 107.674 jiwa.

Dengan capaian tersebut, Jateng bukan hanya unggul dalam angka peserta CKG. Provinsi ini juga sedang membuktikan bahwa layanan kesehatan tak harus selalu menunggu warga datang ke rumah sakit.

Selama ini warga desa identik harus berangkat jauh untuk bertemu dokter spesialis. Kini justru dokter spesialis yang “blusukan” ke desa-desa. Kalau biasanya yang keliling saat kampanye adalah politikus, di Jateng yang keliling sekarang dokter. Bedanya, yang satu membawa janji, yang satu membawa alat pemeriksaan. (tebe)

You Might Also Like

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Niat Bikin Mercon Malah Petaka, Bocah Ini Kena Imbas

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Kabar Duka dari PPP, Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali Meninggal Dunia

TAGGED:dinkes jatengheadlinepemprov jatengspeling
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PIMPINAN LEGISLATIF - Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh. Apresiasi Program Speling, Saleh: Perluas hingga Masuk Desa Terpencil
Next Article Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PHK Jangan Panik, Ini Jurus Pemprov Bikin Buruh Lebih Aman

Luthfi: Jangan Cuma Jadi Tukang Kritik, Mahasiswa Juga Harus Ikut Bangun Daerah

SAKSI SIDANG--Pegawai fungsional Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Ana Devi (berkerudung) meninggalkan sidang usai bersaksi dan berdebat dengan terdakwa Sudewo, Senin (27/7/2026). (bae)

Sidang Bupati Pati Nonaktif Panas, Sudewo Muntab Merasa ‘Ditantang’ Pegawai KPK

JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist)

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Terdakwa AKP Hariyadi (berpeci) mengikuti sidang dakwaan kasus penganiayaan di PN Semarang, Selasa (17/6/2025). (bai)
Hukum

Polisi Jogja Aniaya Warga Semarang hingga Tewas Dibui 2,5 Tahun

Oktober 16, 2025
Info

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

Maret 25, 2026
Info

96 Ribu Pejabat “Belum Lapor” LHKPN, MAKI: KPK Jangan Cuma Kasih Angka, Spill Namanya!

Maret 29, 2026
Daerah

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jurus ‘Dokter Turun Gunung’ Jadi Sorotan Kemenkes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?