Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketika Dolar Naik, Jangan Biarkan UMKM Berjuang Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Ketika Dolar Naik, Jangan Biarkan UMKM Berjuang Sendiri

T. Budianto
Last updated: Juni 9, 2026 1:35 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
Ilustrasi: Pelemahan mata uang rupaih terhadap dolar AS. (Foto: Ist)
SHARE

TAJUK RENCANA

 

PENGUATAN dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali menjadi ujian bagi perekonomian nasional. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, nilai tukar rupiah yang melemah bukan sekadar angka di layar monitor perbankan atau statistik ekonomi yang hanya dipahami kalangan tertentu.

Dampaknya menjalar hingga ke pasar tradisional, dapur produksi UMKM, warung makan, industri rumahan, hingga sentra-sentra usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Di Kota Semarang, dampak tersebut mulai dirasakan oleh berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku impor menjadi persoalan yang paling nyata. Pelaku usaha tahu dan tempe misalnya, harus menghadapi kenaikan harga kedelai impor yang selama ini masih mendominasi kebutuhan nasional.

Begitu pula pelaku usaha makanan dan minuman yang menggunakan bahan tambahan pangan impor, pengusaha percetakan yang bergantung pada bahan baku tertentu, hingga pelaku konveksi yang memanfaatkan kain atau perlengkapan produksi dari luar negeri.

Bagi perusahaan besar, gejolak nilai tukar mungkin dapat diantisipasi melalui manajemen risiko, cadangan modal, atau strategi bisnis yang lebih kompleks. Namun bagi UMKM, setiap kenaikan harga bahan baku langsung berdampak pada biaya produksi harian.

Pilihan yang tersedia pun tidak banyak. Harga jual dinaikkan dengan risiko kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga dengan konsekuensi margin keuntungan semakin menipis.

Inilah situasi yang saat ini dihadapi ribuan pelaku UMKM di Kota Semarang. Persoalan menjadi semakin kompleks ketika pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang kebutuhan masyarakat.

Jika harga-harga meningkat sementara pendapatan masyarakat tidak bertambah, daya beli akan menurun. Pada titik inilah UMKM menghadapi tekanan ganda. Biaya produksi naik, sementara kemampuan konsumen untuk berbelanja justru melemah.

Padahal selama ini UMKM telah terbukti menjadi sektor yang paling tangguh menghadapi berbagai krisis. Saat krisis moneter 1998 mengguncang perekonomian nasional, UMKM menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan.

Ketika pandemi Covid-19 melumpuhkan banyak aktivitas ekonomi, UMKM kembali menjadi penyangga kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga keberlangsungan UMKM bukan sekadar menyelamatkan pelaku usaha, melainkan menjaga stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.

Kontribusi Besar

Data menunjukkan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal. Di Jateng sendiri terdapat jutaan UMKM yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Di Kota Semarang, keberadaan UMKM tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi perkotaan.

Karena itu, kenaikan dolar AS tidak boleh dipandang semata sebagai persoalan kurs mata uang. Dampaknya harus dibaca sebagai tantangan nyata yang membutuhkan langkah antisipatif dari berbagai pihak.

Pemerintah daerah perlu memperkuat program pendampingan dan perlindungan bagi UMKM. Akses pembiayaan yang lebih mudah, bantuan permodalan berbunga rendah, pelatihan efisiensi produksi, hingga perluasan akses pasar harus menjadi prioritas.

Di sisi lain, pelaku usaha juga perlu didorong untuk meningkatkan inovasi dan mencari alternatif bahan baku lokal yang lebih kompetitif agar ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi secara bertahap.

Perbankan, lembaga keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, asosiasi usaha, hingga perguruan tinggi juga perlu terlibat dalam menciptakan ekosistem yang mampu membantu UMKM menghadapi gejolak ekonomi global.

Kolaborasi menjadi kata kunci. Sebab persoalan yang dihadapi bukan hanya milik pelaku usaha, melainkan bagian dari tantangan pembangunan ekonomi daerah.

Momentum ini juga seharusnya menjadi pengingat penting tentang perlunya memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Selama berbagai sektor usaha masih sangat bergantung pada bahan baku impor, setiap gejolak nilai tukar akan selalu menjadi ancaman yang berulang.

Pengembangan industri bahan baku dalam negeri harus menjadi agenda jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. Pada akhirnya, kenaikan dolar AS memang berada di luar kendali pelaku UMKM di Semarang.

Namun dampaknya nyata dirasakan setiap hari, mulai dari naiknya harga kedelai, kemasan, bahan produksi, hingga berkurangnya daya beli konsumen. Dalam situasi seperti ini, UMKM tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri.

Sebab ketika usaha kecil mulai goyah, yang dipertaruhkan bukan hanya keuntungan bisnis, melainkan keberlangsungan ekonomi keluarga, lapangan pekerjaan, dan denyut ekonomi masyarakat yang selama ini bergerak dari sektor usaha kecil.

Dolar mungkin bergerak di pasar global, tetapi dampaknya bisa terasa hingga ke pengrajin, pedagang tempe, pemilik warung makan, dan pelaku usaha rumahan di sudut-sudut Kota Semarang.

Menjaga UMKM tetap hidup berarti menjaga fondasi ekonomi daerah tetap kokoh. Dan ketika badai ekonomi datang dari luar negeri, benteng pertama yang harus diperkuat adalah mereka yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. (*)

You Might Also Like

MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Kudus Kota Kotor, Dapat Sanksi Kementerian LH Gegara Pengelolaan Sampah Gak Beres

Turis Asing Keciduk Nyolong Hp di Kota Lama Semarang, Gak Punya Paspor Pula

Pemprov Jaga 1,5 Juta Hektare Sawah di Jateng

Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

TAGGED:headlinepelemahan rupiah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jejak Dapur MBG Misterius, Temuan Baru Bikin Geger Lagi
Next Article PASAR MODAL - Ilustrasi pasar saham atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor Muda Andy Hakim Usul MBG IPO di BEI, Biar Ritel Unyu Bisa Ikut Punya Sahamnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Cari Hotel Halal? Pemprov Jateng Siapkan Label

Januari 6, 2026
Flyer penukaran uang baru di Stasiun Semarang Tawang dan Poncol.
Info

Serunya Mudik Naik Kereta Sekalian Berburu Uang Baru, Ada di Stasiun Tawang dan Poncol

Maret 13, 2026
Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto.
Politik

Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

November 10, 2025
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hukum

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Brebes: Bayar Aplikasi Rp250.000 Per Tahun, Polisi Buru Pengembang

Mei 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika Dolar Naik, Jangan Biarkan UMKM Berjuang Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?