BACAAJA, SEMARANG- Persaingan Turnamen Free Fire Clash Squad 4v4 di Warmindo Mayoritas Semarang, Minggu (7/6/2026), menyajikan duel panas. Tim WJ DKK sukses keluar sebagai juara turnamen setelah melewati partai final yang bikin penonton tegang sampai game terakhir.
“Juara 1 diraih WJ DKK,” jelas perwakilan penyelenggara sekaligus CEO RIKAS, Setiawan Abdur Rouf, Senin (8/6/2026). Meski datang dengan beberapa perubahan pemain, WJ DKK tetap tampil solid. Chemistry yang terbangun di dalam tim membuat mereka mampu melewati lawan-lawan berat hingga partai puncak.
Final mempertemukan WJ DKK dengan tim Rawa Rontek. Duel berlangsung sengit sejak awal. WJ DKK lebih dulu mengamankan match pertama dan tinggal selangkah lagi menuju gelar juara.
Baca juga: Turnamen FF Semarang Kembali Digelar, RIKAS Cari Juara Baru
Namun Rawa Rontek tak mau menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan setelah memenangkan match kedua. Laga penentuan pun berlangsung panas. Kedua tim saling jual beli serangan dan beberapa kali membuat pertandingan berbalik arah.
Pengalaman akhirnya menjadi pembeda. WJ DKK mampu menjaga konsistensi permainan hingga berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan sekaligus mengunci gelar juara pertama.
Semakin Ketat
Turnamen kali ini diikuti hampir 40 tim dari berbagai wilayah. Meski jumlah peserta dibuat lebih terbatas dibanding beberapa event sebelumnya, persaingan justru terasa semakin ketat.
Turnamen garapan RIKAS selalu dinanti komunitas Free Fire. Bukan hanya karena hadiah yang cukup besar, tetapi juga konsep pertandingan dan aturan yang dinilai membuat kompetisi lebih menarik.
Baca juga: Sebulan Full Muter Jateng, RIKAS Bikin Gamer Nggak Sempat Rebahan
Turnamen Clash Squad 4v4 sendiri menjadi agenda rutin RIKAS. Dalam pelaksanaannya, RIKAS berkolaborasi dengan BacaAja sebagai media partner. Selama ini BacaAja mendukung berbagai kegiatan kreatif Gen Z, termasuk e-sport.
Di dunia Free Fire, takhta ternyata tidak diwariskan, melainkan diperebutkan. Hari ini Rawa Rontek turun dari singgasana, besok mungkin giliran sang juara yang dikejar. Sebab dalam e-sport, mahkota tidak pernah benar-benar milik siapa pun, ia hanya menunggu siapa yang paling siap menjemput Booyah berikutnya. (bae)

