Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat

Namun momen yang paling menarik perhatian terjadi saat waktu makan siang tiba. Alih-alih menikmati santapan di ruang khusus, Prabowo memilih bergabung bersama siswa dan orang tua dalam satu ruang makan yang sama.

Nugroho P.
Last updated: Juni 7, 2026 2:45 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Prabowo Subianto dan ompreng MBG.
SHARE

BACAAJA, BALI – Suasana hangat menyelimuti Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, saat Presiden Prabowo Subianto datang berkunjung pada Minggu, 7 Juni 2026. Kunjungan tersebut bukan hanya agenda peninjauan biasa, tetapi juga menghadirkan momen akrab yang membuat para siswa merasa dekat dengan pemimpin negara.

Sejak pagi, para siswa tampak antusias menunggu kedatangan Prabowo. Beberapa di antaranya bahkan sudah berbaris rapi untuk menyambut rombongan presiden yang datang bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sorak-sorai dan tepuk tangan langsung terdengar ketika Prabowo memasuki area sekolah. Sambutan meriah semakin lengkap dengan penampilan tari kecak yang dibawakan para siswa, menghadirkan nuansa khas Bali yang penuh energi.

Tak hanya menyaksikan pertunjukan, Prabowo juga menyempatkan diri berinteraksi dengan para siswa dan calon siswa yang akan bergabung pada tahun ajaran baru. Obrolan berlangsung santai dan sesekali diselingi canda yang membuat suasana semakin cair.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk melihat langsung bagaimana program Sekolah Rakyat berjalan. Program ini memang dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Namun momen yang paling menarik perhatian terjadi saat waktu makan siang tiba. Alih-alih menikmati santapan di ruang khusus, Prabowo memilih bergabung bersama siswa dan orang tua dalam satu ruang makan yang sama.

“Ayo makan, makan,” ujar Prabowo sambil mempersilakan seluruh siswa mulai menikmati hidangan yang telah tersedia.

Kalimat sederhana itu langsung membuat suasana menjadi lebih santai. Para siswa yang sebelumnya terlihat canggung perlahan mulai menikmati kebersamaan dengan presiden.

Prabowo kemudian duduk di antara para siswa Sekolah Rakyat. Ia tampak menikmati suasana sambil sesekali mengajak para pelajar berbincang mengenai kegiatan belajar dan kehidupan mereka sehari-hari.

Sebelum makan dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing. Suasana hening sejenak sebelum akhirnya ruang makan kembali dipenuhi obrolan hangat.

Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG yang disajikan terlihat sederhana namun lengkap. Nasi putih, ayam goreng, tempe berbumbu, dan telur menjadi santapan yang dinikmati bersama.

Meski menu yang tersedia tidak mewah, suasana kebersamaan justru menjadi nilai utama dalam momen tersebut. Kehadiran presiden di tengah para siswa memberikan pengalaman yang mungkin akan selalu mereka kenang.

Di sela-sela makan siang, Prabowo beberapa kali terlihat mendengarkan cerita para siswa. Ada yang bercerita tentang cita-cita, ada pula yang membagikan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Kedekatan itu membuat suasana makan siang terasa seperti pertemuan keluarga besar. Tidak terlihat jarak antara kepala negara dan anak-anak yang sedang menikmati kesempatan belajar di sekolah tersebut.

Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi. Karena itu, keberadaannya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

SRMP 17 Tabanan mulai beroperasi sejak tahun 2025 di Sentra Mahatmiya milik Kementerian Sosial. Sekolah ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang mendukung proses belajar para siswa.

Ruang kelas modern dengan perangkat digital, perpustakaan, asrama, hingga dapur tersedia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari para siswa.

Yang membuat program ini berbeda adalah seluruh kebutuhan pendidikan diberikan secara gratis. Mulai dari biaya sekolah, tempat tinggal, hingga makanan bergizi disediakan untuk para peserta didik.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Termasuk mereka yang pernah putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

Menurut Gus Ipul, para siswa juga akan mendapatkan program percepatan pembelajaran. Tujuannya agar mereka bisa mengejar ketertinggalan pendidikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.

Saat ini terdapat 74 siswa yang belajar di SRMP 17 Tabanan. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang ekonomi yang beragam, namun memiliki semangat yang sama untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya, menjelaskan proses penerimaan siswa dilakukan secara ketat. Pemerintah memastikan bahwa calon peserta benar-benar berasal dari kelompok yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Proses verifikasi dilakukan mulai dari pendataan hingga pengecekan langsung ke lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar program tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai petani dan buruh harian. Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama mengapa banyak anak membutuhkan dukungan pendidikan melalui program tersebut.

Meski berasal dari keluarga sederhana, para siswa tetap memiliki mimpi besar. Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan mimpi itu tidak berhenti hanya karena masalah biaya.

Kunjungan Prabowo ke sekolah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program yang sedang berjalan. Pemerintah ingin memastikan bahwa fasilitas dan layanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di balik agenda resmi yang dijalankan, momen makan MBG bersama siswa menjadi bagian yang paling membekas. Suasana santai itu menunjukkan bagaimana pendidikan dapat menjadi ruang yang menghadirkan kedekatan dan harapan.

Bagi para siswa, kesempatan duduk satu meja dengan presiden tentu bukan pengalaman yang datang setiap hari. Banyak dari mereka tampak antusias dan bangga bisa berbincang langsung dengan kepala negara.

Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan lewat kebijakan. Kehadiran langsung di tengah para siswa juga menjadi bentuk dukungan yang berarti.

Di SRMP 17 Tabanan, makan siang sederhana dengan menu MBG berubah menjadi cerita yang akan terus dikenang. Bukan karena hidangannya, melainkan karena kebersamaan yang tercipta di antara para siswa, orang tua, dan Presiden Prabowo Subianto. (*)

You Might Also Like

Wagub Taj Yasin: Kampus Harus Jadi Markas Toleransi, Bukan Ajang Perundungan

Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras

Sultan Jogja Sentil Pelaksanaan MBG: Ngak Masuk Akal Toh!

Saat Kata Menari, Anak Muda Banyumas Bangun Semangat Literasi

UMKM Gedawang Level Up! Mahasiswa Undip Bantu Go Legal & Go Digital

TAGGED:baliMBGsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dicoret Paskibraka Nasional, Dua Siswi Ini Justru Dapat Beasiswa ke China
Next Article AKRAB - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama GKR Hemas, Butet Kartaredjasa, dan Rano Karno, menikmati pameran seni rupa Mata Hati Soekarno, di Le Gareca Space, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). Megawati-GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno: “Jangan Warisi Abunya, Warisi Apinya”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BAYI KAPIBARA--Induk kapibara mengasuh dua anaknya yang belum lama lahir di Semarang Zoo. (ist)

Semarang Zoo Punya Penghuni Baru, Dua Anakan Kapibara Lahir

Sekretaris Jenderal DPN Peradi SAI, Patra M. Zen (tengah), didampingi Ketua Peradi SAI Kota Semarang (kanan), berbicara kepada wartawan usai mengisi seminar rangkaian Muscab di Semarang, Sabtu (6/6/2026). (ist)

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit, Warga Miskin Juga Dibela

TERPILIH AKLAMASI - Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kosgoro dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026, di Merlin Park, Jakarta.

Saleh Ucapkan Selamat! Sari Yuliati Resmi Secara Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957

AKRAB - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri bersama GKR Hemas, Butet Kartaredjasa, dan Rano Karno, menikmati pameran seni rupa Mata Hati Soekarno, di Le Gareca Space, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).

Megawati-GKR Hemas Buka Pameran Mata Hati Soekarno: “Jangan Warisi Abunya, Warisi Apinya”

Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru Honorer Belum Pergi, Sekolah Negeri Masih Tetap Bergantung Mereka

Mei 26, 2026
Info

Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop

Maret 30, 2026
Pendidikan

Kulit Bawang Disulap Jadi Pupuk, Mahasiswa UNY Bikin Warga Melongo

Mei 5, 2026
Pendidikan

Lulusan SMK Menganggur, Komisi X DPR RI Desak Reformasi Pendidikan di Jateng

Juli 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cicipi MBG Bareng Siswa, Prabowo Serap Cerita Sekolah Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?