Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI

R. Izra
Last updated: Mei 26, 2026 7:54 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
ILUSTRASI pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (ist)
ILUSTRASI pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (ist)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG – Rencana pembangunan batalion teritorial pembangunan di Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, lagi jadi sorotan warga. Soalnya, banyak petani dan masyarakat setempat terang-terangan nolak proyek tersebut karena khawatir kehilangan lahan garapan yang selama ini jadi sumber penghidupan mereka.

Penolakan mulai ramai dibicarakan setelah para petani kopi diminta memanen biji kopi lebih cepat, padahal kondisinya masih hijau dan belum matang sempurna. Lahan perkebunan itu disebut bakal dipakai buat pembangunan markas batalion TNI.

Asih, bukan nama sebenarnya, bilang dirinya menerima instruksi dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) pada awal Mei 2026 untuk segera memetik kopi yang belum siap panen.

Bacaaja: TNI Tewas Ditembak TNI Gara-gara Senggolan saat Joget, Keluarga Syok
Bacaaja: Gus Yazid Ngamuk di Pengadilan Tipikor, Seret Panglima TNI hingga Menhan

“Sudah bilang alasannya. Buat markas, perumahan TNI,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Menurut Asih, kabar soal pembangunan batalion datang mendadak tanpa sosialisasi lebih dulu ke warga maupun petani penggarap. Karena itu, para petani sempat menemui kepala desa untuk membahas rencana tersebut.

Namun, warga merasa tidak pernah dimintai persetujuan terkait proyek itu.

“Nggak ada persetujuan dari warga,” kata Asih.

Keresahan warga makin meningkat setelah alat berat berupa backhoe mulai terlihat meratakan jalan di area yang bakal dijadikan lokasi pembangunan batalion.

“Kalau lahan ini diambil, masyarakat Selosabrang mau makan apa?” lanjutnya.

Petani lain bernama Puger juga mengaku keberatan dengan permintaan panen dini. Menurutnya, memanen kopi sebelum matang bikin harga jual turun drastis.

“Kopi hijau itu memang laku dijual, tapi harganya rendah. Kalau petik merah bisa Rp10 ribu per kilogram, petik hijau cuma Rp5 ribu. Belum layak panen,” jelasnya.

Puger menyebut ratusan petani menggantungkan hidup dari sistem tumpang sari di lahan milik Kementerian Kehutanan tersebut. Sebagian besar bahkan sudah menggarap lahan itu turun-temurun dari orang tua mereka.

Diketahui, pembangunan batalion ini merupakan bagian dari target Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk 750 batalion teritorial pembangunan hingga 2029. Selain untuk pertahanan wilayah, batalion ini juga diproyeksikan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menjelaskan bahwa perkebunan kopi di Selosabrang berada di kawasan hutan milik Kementerian Kehutanan dengan status KHDTK atau kawasan hutan dengan tujuan khusus.

“Di Selosabrang itu area KHDTK. Kami sudah tidak lagi menarik hasil sharing kopi. Sudah bukan area kewenangan kami,” jelasnya, Senin (25/5/2026).

Dari pertemuan yang melibatkan Forkopimda pada 16 Mei 2026, diketahui pemerintah pusat mengalokasikan sekitar 57 hektare lahan di Desa Selosabrang untuk pembangunan batalion tersebut.

Proyek itu disebut bakal dikerjakan dalam tiga tahap hingga 2028 atau 2029. Pada tahap awal, sekitar tiga hektare lahan akan digunakan untuk pembangunan barak tentara dengan target selesai akhir Juli 2026.

Ke depannya, kawasan markas juga direncanakan dilengkapi rumah dinas, kantor, gudang pertanian, hingga kolam renang.

“Agustus sampai Desember 2026 pembukaan lahan lagi sekitar 5 hektare. Tahun depan 10 hektare,” ujar seseorang bernama Eka yang mengaku sebagai utusan Kementerian Pertahanan.

Sosialiasasi mendadak

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebut pencarian lahan memang menjadi kewenangan TNI.

“Pencarian lahan merupakan tugas dari TNI,” katanya lewat pesan singkat.

Di sisi lain, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho mengakui proses sosialisasi proyek tersebut memang berlangsung mendadak.

“Waktunya memang mepet,” ucapnya.

Meski begitu, Hermawan menegaskan tidak semua lahan bakal dipakai untuk bangunan markas. Menurutnya, sebagian area masih bisa dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.

Ia juga mengatakan TNI AD sedang melakukan pendekatan kepada warga terkait penolakan tersebut dan membantah adanya tekanan terhadap masyarakat.

“Sosialisasi lanjutan, bukan menekan,” klaimnya. (*)

You Might Also Like

Terungkap! Alasan Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala MBG, soal SOP Disorot

Biar Turis Nggak Cuma Lewat, Waka DPRD Jateng Dorong Destinasi Satu Jalur Aglomerasi

Bikin Perda Nggak Bisa Asal Jadi, Kemenkum Jateng: Sinkron Dulu, Baru Ketok Palu

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

Inter Milan Bawa Berkah untuk Lawan di Final Liga Champions, selain PSG Klub Mana Saja?

TAGGED:batalion teritorial pembangunanbatalion tnibejenheadlinetemanggungtniwarga tolak pembangunan batalion
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PEDAGANG MENGELUH - Pedagang kecil di Pasar Ngaliyan mengeluhkan mahalnya kedelai impor sebagai harga bahan baku tempe. (dul) Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli
Next Article Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Please, Surga dan Neraka Jangan Dijadikan Bahan Lelucon

DIAMBIL SUMPAH: Andhie Fajar Arianto diambil sumpah saat pelantikannya sebagai Asisten Intelijen Kejati Jateng, Kamis (8/10/2026). (ist)

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Diminta Fokus Perkuat Deteksi Dini

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

SERAHKAN PREMI: Pihak Lapas Semarang menyerahkan premi kepada warga binaan yang mengikuti program kemandirian di area lapas, Rabu (7/10/2026). (ist)

Warga Binaan Lapas Semarang Bisa Kerja Hasilkan Uang dari Dalam Penjara

Doa Sebelum Santap MBG, Ikhtiar Jaga Diri dari Bahaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Jateng Bidik Empat Besar PON

November 18, 2025
Ketua DPD PDIP Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit (tengah), saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media.
Info

PDIP Jateng Kebut Konsolidasi Struktur Partai hingga Akar Rumput, Target Menang Pemilu 2029

Mei 28, 2026
Hukum

WNA Timor Leste Setahun Overstay, Ditangkap di Kampus Saat Mau Ujian

September 29, 2026
Ilustrasi hutan gundul. (grafis/wahyu)
Info

Netizen Rame-rame Mau Patungan Beli Hutan, Tamparan Keras untuk Pemerintah

Desember 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?