Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras

R. Izra
Last updated: Mei 22, 2026 4:58 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
ILUSTRASI - Ilustrasi aksi kekerasan seksual.
ILUSTRASI - Ilustrasi aksi kekerasan seksual.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus dan pesantren bikin mahasiswa hingga dosen di Jawa Tengah angkat suara.

Mereka yang tergabung dalam Scholars Against Sexual Violence (SASV), yang merupakan aliansi dari Gerakan Mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri Walisongo (Gemas UIN WS) mendesak pemerintah dan lembaga pendidikan buat nggak lagi tutup mata terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang terus bermunculan.

Aliansi ini berisi mahasiswa doktoral UIN Walisongo Semarang bersama sejumlah akademisi, kiai, aktivis perempuan, dan dosen dari berbagai kampus di Jawa Tengah. Mulai dari Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo, UIN Sunan Kudus, Sekolah Tinggi Islam Kendal, hingga Sekolah Tinggi Agama Islam Pati.

Bacaaja: Korban Jangan Takut Bicara, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual
Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Koordinator SASV Gemas UIN WS, Indar Wahyuni, mengatakan pihaknya prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di dunia pendidikan.

“Yang jelas kami menyatakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus maupun pesantren,” tegas Indar, dosen STAI PAti, Jumat (22/5/2026).

Menurut Indar, SASV Gemas UIN WS menilai kampus dan pesantren seharusnya jadi ruang aman untuk belajar dan berkembang, bukan malah jadi tempat munculnya kekerasan.

Aliansi juga menegaskan kalau tindakan oknum pelaku nggak boleh sampai merusak citra seluruh pendidik.

“Masih banyak guru, dosen, kiai, dan ustaz yang menjaga integritas serta mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, dan mengutuk keras segala bentuk kekerasan seksual,” ucap pengurus ISNU Jateng itu.

Sampaikan 4 tuntutan

Dalam pernyataannya, SASV Gemas UIN WS menyampaikan empat tuntutan utama kepada perguruan tinggi dan lembaga pendidikan:

  1. Membentuk dan memperkuat satgas pencegahan serta penanganan kekerasan seksual yang independen dan berpihak pada korban.
  2. Menindak tegas pelaku kekerasan seksual tanpa pandang jabatan, status sosial, maupun otoritas keagamaan.
  3. Membangun budaya pendidikan yang aman, sehat, beretika, dan menghormati martabat manusia.
  4. Mengedepankan edukasi soal etika, relasi kuasa, dan perlindungan peserta didik sebagai tanggung jawab moral lembaga pendidikan.

Aliansi juga mendesak pemerintah supaya lebih serius mengawasi kampus dan pesantren, termasuk memberi sanksi tegas kepada pelaku maupun lembaga yang dianggap lalai.

“Kami percaya ilmu pengetahuan tidak bisa tumbuh di ruang yang penuh ketakutan dan kekerasan,” ujarnya.

Menurut SASV Gemas UIN WS, pendidikan yang sehat hanya bisa lahir dari lingkungan yang aman, manusiawi, dan berakhlak. (*)

You Might Also Like

Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru

Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape

Gandeng P4S Joyo Tentrem, UNS Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar

Paham Anarko Sudah Menyebar, Ini Peringatan Keras Kapolres Banjarnegara

Ratusan Guru PAUD Belajar Coding

TAGGED:mahasiswa doktoralmahasiswa s3sasv gemas uin wsuin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri
Next Article Wajar Kami Marah, Kekerasan Seksual di Kampus Semakin Parah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PISAHKAN KEMBAR SIAM - Tim medis RSUP dr Kariadi berhasil memisah dua bayi kembar siam asal Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely.

Tim Medis RSUP dr Kariadi Berhasil Pisahkan Kembar Siam Shayna dan Shazia Asal Jepara

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Cerita Absurd Pelamar di Job Fair Jateng 2026: Baru Lulus Sudah Ditanya Pengalaman Kerja

Parkir Candi Arjuna Viral, Dishub Langsung Turun

Rencana Naik Gunung Prau Berujung Duka, Dua Calon Pengantin Tewas

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PELATIHAN GURU--Guru madrasah swasta di Kota Semarang sedang belajar tentang pembelajaran interaktif di Unwahas. (ist)
Pendidikan

Guru Madrasah Belajar Meracik Pembelajaran Interaktif di Unwahas

Juni 23, 2026
GURU KEREN - Sri Husodo, guru seni musik SMP Nasima Semarang yang akrab dipanggil Dodo, jadi juara pertama lomba cipta lagu atau mars MTQ nasional yang digelar Kementerian Agama RI. (ist)
Pendidikan

Keren! Guru Sekolah Nasima Menang Lomba Bikin Mars MTQ Nasional

Mei 22, 2026
Rektor Undip (tengah) bersama konten kreator menunjukkan perbedaan warna almet lama (kanan) dan almet batu (kiri). (instagram @thesadewa)
Pendidikan

Jas Almet Undip Ganti Warna, Rektor: Masa Keren Gini Dibilang Mirip Terpal

September 7, 2025
Pendidikan

Ribuan Pramuka Tumpah Ruah di Gunungpati, Luthfi Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Bangsa

Agustus 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?