Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) biasanya identik dengan upacara, pidato, dan lagu perjuangan. Tapi buat Gubernur Jawa Tengah,, semangat bangkit di era sekarang nggak cukup cuma hormat bendera lalu selesai. Menurutnya, generasi muda juga harus siap menghadapi perang zaman baru: persaingan digital, kualitas SDM, sampai ancaman ruang medsos yang makin liar.

T. Budianto
Last updated: Mei 20, 2026 7:41 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
UPACARA HARTIKNAS: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyalami seorang veteran usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Rabu (20/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum membangun semangat kebangkitan di era modern.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara Harkitnas ke-118 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden. Ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas. Para tunas bangsa harus kita persiapkan dalam rangka Indonesia Emas 2045,” kata Luthfi. Pesan tersebut sejalan dengan tema Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Baca juga: 18,3 Persen Anak di Jateng Alami Pelecehan di Internet

Menurut Luthfi, semangat kebangkitan nasional hari ini bukan lagi sekadar melawan penjajahan fisik, tetapi juga bagaimana bangsa Indonesia mampu mandiri dan bersaing di tengah perubahan zaman yang serba digital.

Ia juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital yang menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa terus bergantung pada bantuan pihak lain.

“Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Luthfi mengutip sambutan tersebut.

Di bawah pemerintahan, pemerintah disebut tengah mendorong berbagai program strategis nasional yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Fondasi Penting

Salah satunya lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Program itu dinilai jadi fondasi penting untuk menyiapkan kualitas generasi masa depan.

Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, termasuk peningkatan kualitas guru dan pemberian beasiswa.

Tujuannya untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah. Di sektor kesehatan, pemerintah juga menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar layanan kesehatan lebih mudah diakses masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa dan LBH Turun ke Dayunan Kendal, Solidaritas Petani Terdampak Konflik Agraria

Sementara di tingkat desa, pemerintah mulai memperkuat ekonomi rakyat lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi itu nantinya diharapkan bisa jadi pusat ekonomi baru warga desa, mulai dari akses pupuk, modal usaha, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok dan obat murah.

Nggak cuma fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga mulai memperketat perlindungan anak di ruang digital. Melalui penerapan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas, pemerintah resmi membatasi akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026. Kebijakan itu dibuat agar anak-anak bisa tumbuh di ruang digital yang lebih sehat dan aman.

Karena di zaman sekarang, ancaman buat generasi muda bukan cuma soal narkoba atau tawuran, tapi juga algoritma yang tiap hari lebih sering mendidik emosi daripada logika. (tebe)

You Might Also Like

“Ndes” Mulai Jarang Kedengeran, Dialek Semarangan Pelan-pelan Hilang dari Tongkrongan

Musrenbang Ganti Mode: Tak Lagi Bagi-bagi Anggaran, Tapi “Belanja Masalah”

LPG Bakal Diganti CNG, Sudah Tahu Bedanya?

Protes Cik Mel dalam Sidang Kasus Korupsi BNI: Kenapa Cuma Saya?

Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI

TAGGED:ahmad luthfiharkitnasheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AKBP Basuki yang Telantarkan Dosen Untag Divonis 6 Tahun, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Next Article Arsip Bukan Sekadar Tumpukan Map, Tapi Senjata Pemerintahan Modern

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bansos Masih Banyak Salah Sasaran, Ini Jurus Pemerintah

Ebola Kongo Tembus 5.000 Kasus, Wabah Makin Gawat

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

KPK Grebek Kantor Pajak, Gatot Subroto Mendadak Tegang

Januari 13, 2026
Olahraga

Semarang Open 2026 Jadi Arena Latihan Mental

Juli 4, 2026
RUTINITAS MUSIMAN: Sampai kapan banjir dan longsor di Kota Semarang dianggap sebagai rutinitas musiman yang “wajar” terjadi?
Fokus

Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor

Mei 17, 2026
Gambar ilustrasi warga yang sedang memberikan suaranya dalam pemilu. Usulan Cak Imin mengenai kepala daerah dipilih atau ditunjuk presiden atau pemerintah pusat, berpotensi pada kemunduran demokrasi dan menyalahi konstitusi. Foto: dok/ist.
Politik

Wacana Pilkada Lewat DPRD, Cara Gerindra Pegang Kendali Daerah

Desember 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?