BACAAJA, SEMARANG- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang mencatat sudah menutup enam perlintasan sebidang tak dijaga sepanjang 2026. Jumlah itu jadi bagian dari total sebelas perlintasan yang masuk program penutupan tahun ini.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, penutupan terbaru dilakukan di Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Menurutnya, langkah ini dilakukan sebagai upaya serius menekan angka kecelakaan di jalur perlintasan kereta api.
Baca juga: Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN
Sepanjang 2026, tercatat sudah ada 12 kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 4 Semarang. Sementara pada 2025 lalu, jumlah kecelakaan bahkan mencapai 25 kejadian.
Angka itu jadi alarm kalau perlintasan tanpa penjagaan masih jadi titik rawan yang sering dianggap sepele pengguna jalan. “Diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan kecelakaan di perlintasan sebidang,” ujar Luqman, Selasa (19/5/2026).
Risiko Tinggi
Karena itu, KAI memilih melakukan penutupan di sejumlah titik yang dinilai berisiko tinggi. KAI juga mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan pihak terkait supaya proses penutupan berjalan aman tanpa memicu konflik di masyarakat.
Selain itu, KAI meminta seluruh pemangku kepentingan ikut aktif menjaga keselamatan di sekitar jalur rel.
Baca juga: KAI Daop 4 Tutup Jalur di Kendal akibat Banjir: 8 Perjalanan KA Terganggu
“Kepedulian seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api,” katanya.
Karena kadang masalah terbesar di perlintasan bukan cuma rel tanpa palang, tapi kebiasaan pengendara yang merasa lebih cepat dari kereta. (tebe)

