Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak

R. Izra
Last updated: Mei 19, 2026 10:04 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (tengah) mendampingi keluarga korban dugaan penganiayaan oleh petinggi HIPMI Jateng. (ist)
DAMPINGI KORBAN--Kuasa hukum korban, Sukarman (tengah) mendampingi keluarga korban dugaan penganiayaan oleh petinggi HIPMI Jateng. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ontran-ontran baru nih. Internal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng lagi jadi omongan. Salah satu pengurusnya melapor ke Polda Jateng usai diduga jadi korban penganiayaan oleh petinggi organisasi sendiri.

Korban bernama Rais Nur Halim Kurniawan. Dia melaporkan seorang petinggi HIPMI Jateng berinisial TA pada 14 Mei 2026 atas dugaan penganiayaan.

Rais sendiri menjabat sebagai Kompartemen Evaluasi Kinerja dan Etik HIPMI Jateng periode 2025–2028. Tapi urusan etik di internal organisasi ini malah disebut berujung kekerasan fisik.

Bacaaja: HIPMI Semarang Resmi Dilantik, Wali Kota: Saatnya Anak Muda Jadi Mesin Ekonomi Kota!
Bacaaja: Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

Kejadian itu diduga terjadi usai kegiatan Business Camp HIPMI Jateng di Kledung Park, Kabupaten Temanggung pada 7-8 Mei 2026. Korban mengaku mengalami lebam di wajah dan beberapa bagian tubuh.

Menurut keterangan korban, dirinya diduga dipiting, diseret, dipukul berkali-kali sampai diinjak. Dia juga mengaku tidak melakukan perlawanan saat kejadian berlangsung.

Nggak cuma itu, korban juga mengaku mendapat intimidasi dan ancaman terhadap dirinya maupun keluarganya. Ponselnya bahkan disebut sempat diambil dan diduga mau diakses paksa.

Setelah kejadian, korban disebut ditempatkan di hotel selama beberapa hari karena kondisi luka dan trauma. Beberapa orang yang ada di lokasi juga disebut menyaksikan kejadian tersebut.

Kuasa hukum korban, Sukarman, mengatakan kliennya mengalami kekerasan berulang saat kejadian.

“Klien kami mengalami tindakan kekerasan berupa leher yang dipegang menggunakan tangan kiri terlapor (dipiting), sementara tangan kanan terlapor melakukan pemukulan secara berulang. Bahkan, korban juga sempat diinjak pada bagian tubuhnya. Klien kami tidak melakukan perlawanan sedikit pun,” ujar Sukarman, Selasa (19/5/2026).

Laporan itu disebut sudah diterima Polda Jateng dengan nomor STTPL/113/V/2026/Jateng/SPKT. Pihak kuasa hukum juga bakal mendorong polisi segera memeriksa korban dan para saksi.

“Selain korban, beberapa saksi juga akan kami hadirkan guna melengkapi alat bukti agar unsur tindak pidana penganiayaan dapat terpenuhi,” tambahnya.

Pengacara lain, Misbakhul Munir, menyebut korban sudah menjalani visum terkait luka lebam dan kondisi mata memerah akibat dugaan penganiayaan tersebut. Hasil pemeriksaan psikologis juga disebut menunjukkan korban mengalami trauma mendalam.

Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan profesional dan adil. Mereka menilai pengurus organisasi publik seharusnya memberi contoh baik, bukan malah diduga menyelesaikan masalah pakai otot. (bae)

You Might Also Like

Demak Kebanjiran (Lagi), Pemprov: “Gak Bisa Tambal Sulam Terus”

Sudah Jadi Juara Buat Semarang, Agustina Ajak Warga Vote Celyna

Viral Arief Rosyid soal Bahlil: ‘Jangankan Benar, Salah pun Kita Bela!’

Berobat Gratis di Dapur Marhaen, Warga: Kami Harap Program Terus Jalan

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

TAGGED:baku hantamheadlinehipmi jatengpengusahapengusaha muda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Program 3 Juta Rumah, Jateng Dianggap Paling Siap
Next Article Dari Lagu “Kicau Mania” Kita Belajar Menikmati Hidup di Tengah Ancaman Burnout

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

UANGKAP KASUS--Jajaran Polda Jateng merilis pengungkapan kasus alih fungsi lahan sawah jadi tambak udang, Rabu (10/6/2026). (ist)
Hukum

Sulap Sawah Jadi Tambak, Pengusaha Batang Jadi Tersangka

Juni 10, 2026
Sopir ambulans di Ciamis meninggal setelah antar jenazah ke rumah duka.
Info

Haru! Sopir Ambulans Meninggal setelah Antar Jenazah ke Rumah Duka

Oktober 29, 2025
Ilustrasi aksi penganiayaan.
Hukum

Cemburu Meledak di Kalibening, Pelajar Dihajar Sampai Parah

April 1, 2026
Daerah

Kursi Panas Pati Kini di Tangan Chandra, Wagub: Fokus Kerja, Warga Jangan Kena Imbas

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?