Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

R. Izra
Last updated: Mei 15, 2026 11:18 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
PEGIAT SOSIAL BUDAYA - Konten kreator sekaligus pegiat sosial-budaya, Udin Larahan, pemilik Angkringan West. (dul)
PEGIAT SOSIAL BUDAYA - Konten kreator sekaligus pegiat sosial-budaya, Udin Larahan, pemilik Angkringan West. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Siapa sangka, logat khas Semarang yang dulu identik sama tongkrongan angkringan dan obrolan warung kopi sekarang malah makin sering muncul di media sosial.

Di tengah ramainya bahasa gaul di dunia digital yang terus berubah tiap minggu, dialek Semarangan ternyata masih punya tempat sendiri di hati banyak orang.

Bahkan, nggak sedikit perantau yang mengaku langsung kangen rumah setelah dengar logat khas Kota Lumpia lewat video TikTok, Instagram, atau platform media sosial lainnya.

Bacaaja: Dialek Semarangan Bertahan di Tengah Gempuran Bahasa Jaksel dan Slang TikTok
Bacaaja: ‘Ndes’ Mulai Jarang Kedengeran, Dialek Semarangan Pelan-pelan Hilang dari Tongkrongan

Fenomena itu dirasakan langsung Udin Larahan, pemilik Angkringan West Semarang.

Menurut Udin, logat Semarang yang muncul di media sosial justru terasa lebih natural dan dekat di telinga orang-orang.

“Banyak yang komen jadi kangen Semarang setelah dengar logatnya. Apalagi yang merantau ke Jakarta atau luar kota,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Ia sendiri mengaku awalnya nggak menyangka kalau gaya ngomong tongkrongan khas Semarang bisa ramai dan diterima luas di media sosial.

Soalnya, buat warga Semarang, bahasa seperti itu sebenarnya ya bahasa sehari-hari biasa saat nongkrong sama teman.

“Dialek Semarang itu ya ngalir aja. Dari dulu memang bahasa tongkrongan sehari-hari,” katanya.

Menariknya, di tengah gempuran istilah viral ala media sosial, dialek Semarangan justru dianggap punya karakter sendiri. Cara ngomong yang medok, spontan, dan ceplas-ceplos malah bikin suasana obrolan terasa lebih hidup dan akrab.

Kalimat-kalimat khas seperti “ndes”, “pye to”, atau “matamu” sekarang mulai sering muncul lagi di konten-konten video pendek dan malah bikin banyak orang ketawa atau nostalgia.

Menurut Udin, media sosial sekarang jadi tempat baru buat menjaga bahasa daerah tetap hidup. Kalau dulu logat Semarang berkembang lewat tongkrongan, sekarang penyebarannya bisa lewat konten TikTok, reels Instagram, sampai video receh sehari-hari.

“Sekarang anak muda lebih sering lihat konten dibanding nongkrong. Jadi media sosial bisa jadi tempat bahasa Semarang tetap hidup,” jelasnya.

Sebagai pemilik angkringan, Udin juga sering ketemu pengunjung dari luar kota yang datang karena penasaran sama vibe tongkrongan Semarang yang mereka lihat di media sosial.

Nggak sedikit yang sengaja mampir cuma buat ngerasain suasana ngobrol khas Semarang secara langsung.

“Bahasa Semarang itu punya ciri khas sendiri. Kadang orang luar dengar malah merasa unik dan lucu,” ujarnya sambil tertawa.

Meski sekarang mulai ramai lagi di media sosial, Udin tetap berharap anak muda Semarang nggak malu pakai logat daerah sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Karena buatnya, bahasa daerah bukan cuma soal gaya ngomong, tapi bagian dari identitas kota yang kalau nggak dijaga bisa hilang pelan-pelan.

“Kalau orang Semarang sendiri sudah jarang pakai bahasa Semarang, lama-lama bisa hilang, py to ndes-ndes,” tutupnya. (dul)

You Might Also Like

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

Jateng Kejar Target Sejuta Vaksin HPV

Viral Gerakan ‘Setop Bayar Pajak’ di Jateng, Warga: Ekonomi sedang Tidak Baik-baik Saja

Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan

Yusril Ungkap Prabowo Perintah Gibran Berkantor di Papua, Juru Bicara OPM Langsung Merespons

TAGGED:bahasa gaulbahasa slangdialek semaranganheadlineinstagrammedsostiktok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia
Next Article TERSANGKA CENGENGESAN -- Dua tersangka kasus peredaran sabu-sabu (berkaus hitam) masih bisa senyum-senyum saat diserahkan penyidik polisi ke jaksa penuntut umum, Rabu (13/5/2026). (bae) Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dialek Semarangan Ternyata Cuma Hidup di Lima Kecamatan

Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar

TERSANGKA CENGENGESAN -- Dua tersangka kasus peredaran sabu-sabu (berkaus hitam) masih bisa senyum-senyum saat diserahkan penyidik polisi ke jaksa penuntut umum, Rabu (13/5/2026). (bae)

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

PEGIAT SOSIAL BUDAYA - Konten kreator sekaligus pegiat sosial-budaya, Udin Larahan, pemilik Angkringan West. (dul)

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi truk boks tertemper kereta. (wahyu/grafis)
Info

Kecelakaan Kereta Api Kembali Terjadi, Lagi-lagi Dipicu Kendaraan Mogok di Tengah Rel

April 29, 2026
Daerah

Cegah Banjir: Kader PKK Jateng Diajak Nandur Pohon

Januari 27, 2026
Daerah

ASN Semarang “Nggak Libur Total”, Wali Kota: Ini yang Bikin Kota Tetap Adem Saat Lebaran

Maret 30, 2026
Ekonomi

Stok Bahan Pokok di Kabupaten Semarang Dipastikan Aman Jelang Lebaran

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?