BACAAJA, SEMARANG- Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro terus memperkuat kualitas kurikulum demi mencetak lulusan yang nggak cuma pintar teori, tapi juga relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah itu dilakukan lewat workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar di Ruang Serba Guna FPP Undip, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 90 dosen ikut dalam workshop tersebut. Fokusnya bukan sekadar revisi dokumen perkuliahan, tapi juga menyelaraskan sistem pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, wirausaha, hingga standar akreditasi nasional dan internasional.
Baca juga: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
Dekan FPP Undip, Prof Sugiharto, SPt, MSc, PhD mengatakan, perguruan tinggi saat ini dituntut menghasilkan lulusan yang punya dampak nyata di masyarakat.
Menurutnya, sistem pembelajaran harus adaptif dan nggak boleh tertinggal dari perkembangan zaman. “Mahasiswa harus punya capaian pembelajaran yang terukur dan relevan dengan tantangan masa depan,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas bidang. Prof Ir Juni Sumarmono, MSc, PhD, IPU, ASEAN Eng dari LPMPP Unsoed membahas pentingnya integrasi SDGs dalam mata kuliah agar mahasiswa punya perspektif keberlanjutan dan peka terhadap persoalan global.
Berbasis Kompetensi
Sementara Dr Naniek Utami Handayani, SSi, MT dari LP2MP Undip menyoroti konsep OBE yang menekankan keselarasan antara tujuan belajar, metode pengajaran, dan evaluasi hasil belajar berbasis kompetensi.
Di sisi lain, Prof Dr Ir Syaiful Anwar, Msi, asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAMPTIP) memberi pendampingan terkait penyusunan rubrik penilaian dan soal ujian yang mampu mengukur kemampuan analisis mahasiswa secara objektif.
Ketua Departemen Peternakan FPP Undip, Dr Ir Sri Sumarsih, SPt, MP, IPM menjelaskan workshop ini dibuat aplikatif. Bahkan sebelum acara dimulai, para dosen sudah diminta mengirim draft RPS untuk dikoreksi bersama.
Baca juga: Undip Dukung Sektor Peternakan di Kadirejo Lebih Cuan
“Dosen langsung revisi di tempat berdasarkan masukan narasumber. Targetnya semua RPS punya standar kualitas yang sama sesuai OBE dan SDGs,” ujarnya.
Ketua Program Studi S1 Peternakan, Ir Rudy Hartanto, SPt, MP, PhD, IPM, ASEAN Eng menambahkan, kegiatan ini penting untuk menjembatani teori kurikulum dengan praktik pembelajaran di kelas.
Melalui penguatan sistem pembelajaran tersebut, FPP Undip optimistis kualitas program studi akan semakin meningkat dan lulusannya siap bersaing sekaligus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
Karena di era sekarang, kampus nggak cukup cuma bikin mahasiswa hafal materi. Dunia kerja lebih suka yang bisa mikir, adaptif, dan nggak panik waktu realita datang lebih rumit dari soal ujian. (tebe)

