Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

R. Izra
Last updated: Mei 13, 2026 10:09 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.
LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Polemik penilaian dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat terus menjadi sorotan publik.

Video protes dari tim SMAN 1 Pontianak yang viral di media sosial akhirnya mendapat perhatian langsung dari anggota DPR RI sekaligus Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @bang.rifqi.mrk, Rifqinizamy menyampaikan permohonan maaf terbuka terkait polemik yang terjadi dalam lomba tersebut.

Bacaaja: Seluruh Menu Dapur Marhen Diracik Kader dan Relawan, Messy: Semangat Gotong Royong
Bacaaja: Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Ia menilai keputusan juri yang menyalahkan jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak merupakan kesalahan fatal yang mencederai nilai intelektualitas dan konstitusionalisme.

Polemik bermula ketika tim SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jawaban yang mereka sampaikan sebenarnya sesuai dengan bunyi konstitusi, yakni anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Namun anehnya, juri justru memberikan pengurangan nilai.

Sementara tim lain yang memberikan jawaban serupa malah dinyatakan benar dan memperoleh poin penuh. Cuplikan momen itu pun menyebar luas di berbagai platform media sosial dan menuai kritik publik.

“Jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar, namun kemudian oleh juri dinyatakan salah,” kata Rifqinizamy dalam videonya.

Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan biro persidangan MPR RI selaku penanggung jawab kegiatan dan meminta agar segera ada klarifikasi resmi serta permohonan maaf terbuka kepada publik maupun peserta yang dirugikan.

Tak hanya itu, Rifqinizamy juga meminta juri yang memberikan penilaian tersebut mengakui kesalahannya secara terbuka. Bahkan ia secara tegas meminta agar juri tersebut tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan serupa di masa mendatang.

“Ini preseden buruk dan mencederai intelektualitas,” ujarnya.

Ditawari beasiswa

Di tengah ramainya polemik itu, perhatian publik kemudian tertuju pada sosok Josepha Alexandra, peserta yang viral karena berani memprotes keputusan juri di hadapan forum lomba.

Sebagai bentuk apresiasi, Rifqinizamy bahkan menghubungi Josepha secara langsung melalui sambungan telepon yang kemudian turut diunggah ke media sosial. Dalam percakapan tersebut, ia memperkenalkan diri sebagai alumni SMAN 1 Pontianak sekaligus anggota DPR dan MPR RI.

Percakapan keduanya berlangsung santai dan hangat. Rifqinizamy meminta Josepha tak lagi memanggilnya “bapak”, melainkan “abang”. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas polemik yang terjadi.

“Saya minta maaf ya Yosepha ya kalau ada kesalahan dalam proses lomba cerdas cermat kemarin,” katanya.

Tak berhenti di situ, Rifqinizamy juga menawarkan beasiswa kuliah gratis ke Tiongkok kepada Josepha setelah lulus SMA nanti. Menurutnya, keberanian Josepha menyuarakan kebenaran menjadi hal yang patut diapresiasi.

“Kalau Yosepha berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke Cina,” ucapnya dalam sambungan telepon tersebut.

Ia bahkan menyebut akan membantu membuka peluang pekerjaan di perusahaan multinasional setelah Josepha menyelesaikan studinya nanti.

Respons warganet pun terus mengalir di kolom komentar unggahan tersebut. Banyak yang mendukung langkah Rifqinizamy, namun tak sedikit pula yang meminta evaluasi lebih luas terhadap jalannya lomba.

Akun Instagram @septi.aprili menulis, “Pentingnya memilih dewan juri yg tidak budek.”

Sementara akun @lensimegah menyoroti peran pembawa acara dalam lomba tersebut. “Tidak hanya jurinya saja pak, MC-nya juga harus ditindak minimal klarifikasi dan permohonan maaf karena tidak sepantasnya berkata demikian yang menyinggung peserta,” tulisnya.

Komentar lain datang dari akun @andrewchristianjr yang meminta hasil lomba dievaluasi ulang.

“Anulir hasilnya pak. Kalau lihat nilai akhirnya, harusnya SMAN 1 Pontianak yang seharusnya menang,” tulisnya.

Polemik ini kini bukan hanya soal perlombaan, tetapi juga menjadi perbincangan tentang pentingnya objektivitas, profesionalitas juri, dan keberanian pelajar menyuarakan kebenaran di ruang publik. (dul)

You Might Also Like

Stop Ngabuburit di Rel! KAI Daop 4 Semarang: Itu Zona Merah

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu PKK Pedurungan Lor Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Gubernur: Satgas MBG Pusat Bakal Ngantor di Jawa Tengah

Agro Wisata Tambi Wonosobo Tembus 60 Besar Wonderful Indonesia Award 2025

TAGGED:beasiswaheadlinelcclomba cerdas cermatsman 1 pontianaktiongkok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa
Next Article TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist) Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

Liburan Makin Asyik, Tiket Murah Semua Moda Sudah Disiapkan Pemerintah

Empat Sinyal Tipis Kolesterol Naik yang Sering Dianggap Sepele Banget

Jakarta Kebagian Lagi, Konser Guns N’ Roses Kali Ini Lebih Intim

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Jangan lupa, event test drive New Veloz Hybrid digelar di CROCO Resto – Queen City Mall Semarang, pada 4–7 Januari 2026.
Ekonomi

Catat Jadwalnya! Ini Alasan Kamu Wajib Ikut Test Drive New Veloz Hybrid di Semarang

Januari 4, 2026
Hukum

Lemparan Batu dan Botol saat Aksi May Day, Berbuah Tuntutan Tiga Bulan Penjara

Oktober 1, 2025
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Mei 4, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?