BACAAJA,GROBOGAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi bareng Intuisi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Al Ma’laa resmi membuka Program Pasca Rehabilitasi Sosial Pemasyarakatan Tahun 2026, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang kunjungan lapas itu diikuti 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Suasananya jauh dari kesan tegang ala penjara. Program ini justru fokus ke proses “pemulihan mental dan sosial” buat warga binaan supaya nggak balik lagi ke pola hidup lama.
Baca juga: Lapas Purwodadi Gaspol Bersih dari Narkoba dan HP Ilegal
Tema yang diangkat juga cukup relate: “Upaya Produktif, Mandiri & Berfungsi.” Intinya sederhana, warga binaan nggak cuma dibina selama di dalam lapas, tapi juga dipersiapkan buat hidup normal lagi ketika kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto bilang, program pasca rehabilitasi jadi salah satu langkah penting supaya warga binaan punya bekal setelah bebas nanti.
Pendampingan Maksimal
“Melalui kerja sama dengan IPWL Al Ma’laa, diharapkan warga binaan memperoleh pendampingan maksimal sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih produktif, mandiri, dan bermanfaat,” ujarnya.
Program ini juga jadi bentuk kolaborasi bahwa pembinaan narapidana bukan cuma tugas lapas sendirian. Ada proses pendampingan sosial, pemulihan perilaku, sampai membangun rasa percaya diri lagi agar mereka siap kembali diterima lingkungan.
Baca juga: Lebaran di Lapas Purwodadi: 157 Warga Binaan Dapat “Diskon Hukuman”, Tiga Langsung Bebas
Selama kegiatan berlangsung, acara berjalan tertib dan kondusif. Seluruh rangkaian kegiatan juga didokumentasikan sebagai bagian dari laporan pembinaan pemasyarakatan.
Kadang masyarakat gampang bilang “mantan napi susah berubah”, tapi lupa kalau kesempatan buat berubah juga sering dikasih setengah hati. Sementara negara sibuk bicara pembinaan, realitanya banyak orang baru benar-benar “dihukum” justru setelah keluar dari penjara: ditolak kerja, dicurigai tetangga, dan dianggap gagal seumur hidup. (tebe)

