BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng lagi bikin ruang seru buat warga lewat Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026. Digelar gratis di Museum Ranggawarsita pada 6-10 Mei 2026, event ini ngajak pengunjung melihat pangan dari sudut pandang yang lebih luas: budaya, sejarah, sampai masa depan.
Mengusung tema “Pangan dalam Jejak Budaya: Dari Warisan Leluhur Menuju Pangan Masa Depan”, pameran ini nggak cuma pajang artefak, tapi juga menghadirkan produk ekonomi kreatif, UMKM, sampai aktivitas budaya yang hidup.
Baca juga: Pameran Lukisan di Grand Candi Bikin Tamu Berhenti Jalan
Total ada 31 museum dan lembaga budaya dari seluruh Indonesia yang ikut meramaikan. Ditambah komunitas seni dan pelaku kreatif, terutama di sektor kuliner, jadi vibes-nya nggak kaku ala museum, tapi lebih hidup dan interaktif. Acara ini dibuka langsung oleh Sekda Jateng, Sumarno, yang menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya, termasuk dalam hal pangan.
Sementara itu, Ketua Panitia AR Hanung Triyono menjelaskan, tema pangan dipilih bukan tanpa alasan. Selain mengangkat kearifan lokal, ini juga nyambung dengan isu besar: ketahanan pangan di masa depan.
“Ini bukan cuma nostalgia, tapi juga cara kita sadar kalau pangan itu bagian dari identitas sekaligus masa depan,” kurang lebih begitu pesannya.
Warisan Budaya
Dari sisi nasional, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan ikut mengapresiasi langkah ini. Menurutnya, Jawa Tengah termasuk daerah yang aktif dalam mengusulkan Warisan Budaya Tak Benda.
Contohnya? Lumpia yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional, sampai makanan tradisional seperti Cabuk Rambak.
Baca juga: Keris Bukan Cuma Mistis: Kemenbud Dorong Edukasi Biar Nggak Salah Kaprah
Di pameran ini, pengunjung juga bisa “jalan waktu” melihat perjalanan pangan dari era prasejarah sampai sekarang. Jadi bukan cuma makanannya yang dilihat, tapi juga cerita di baliknya.
Di tengah tren makanan viral yang datang dan pergi, pameran ini kayak ngingetin: sebelum sibuk cari yang baru, mungkin kita belum benar-benar kenal apa yang sudah kita punya. (tebe)

