Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Di Jalan Lama, Orderan Melayang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Di Jalan Lama, Orderan Melayang

Kalau kamu pikir macet cuma bikin telat ngopi atau meeting, coba tanya ke driver ojek online sama kurir. Di Semarang, macet itu bukan sekadar gangguan, tapi bisa langsung motong penghasilan. Di jalanan yang padat, waktu bukan lagi soal menit, tapi soal cuan yang bisa hilang kapan aja.

T. Budianto
Last updated: Mei 6, 2026 11:54 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KEMACETAN PANJANG: Sistuasi kemacetan di Jalan Prof Hamka di jam , sibuk, Rabu (6/5/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kemacetan lalu lintas di Kota Semarang seakan menjadi “teman harian” bagi para pekerja jalanan. Bagi sebagian orang mungkin hanya soal terlambat beberapa menit, tapi bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan, macet bisa berarti berkurangnya pemasukan.

Arif (32), pengemudi ojek online asal Bawen yang kini tinggal di Ngaliyan, merasakan betul dampaknya. Hampir setiap hari ia harus berjibaku dengan kemacetan, terutama di kawasan Ngaliyan hingga Krapyak saat jam pulang kerja.

“Kalau dari arah kota itu macetnya lumayan parah, apalagi sore. Kadang bikin orang sampai misuh,” katanya sambil tersenyum tipis, Rabu (6/5/2026).  Bagi Arif, waktu adalah uang.

Baca juga: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang

Semakin lama di jalan, semakin besar peluang kehilangan orderan. Ia harus pintar membagi waktu untuk menjemput pelanggan sekaligus mengejar target harian.

“Biasanya jemput kustomer dari Pamularsih itu 10 menit. Tapi kalau sore bisa jadi 15 sampai 20 menit. Kalau macetnya cuma 5 menit sih masih wajar, tapi ini seringnya lebih dari itu,” jelasnya.

Kondisi tersebut tak jarang membuatnya harus mengikhlaskan orderan lain yang terlewat. Dampaknya pun langsung terasa pada penghasilan. “Ya jelas berpengaruh. Kita ini kan dikejar target juga. Jadi kalau macet begini, penghasilan ikut kena,” ujarnya.

Keluhan Pelanggan

Ia hanya berharap ada solusi nyata agar kemacetan tidak terus berulang setiap hari. “Harapannya sih ada jalan keluar, biar kerja juga lebih enak,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Adit (29), kurir makanan asal Pekalongan yang kini berdomisili di Kalipancur. Ia mengaku pernah berada di posisi yang tidak mengenakkan saat harus menghadapi keluhan pelanggan akibat keterlambatan.

“Saya pernah dimarahi customer karena lama nganter makanan. Padahal ya karena macet,” ungkapnya. Meski sempat tertekan, Adit memilih menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Baca juga: Fix, Tambah Macet! Turunan Gombel Lama Resmi Ditutup untuk Perbaikan Jalan

“Saya jelasin baik-baik kalau lagi macet, dan akhirnya customer ngerti. Soalnya ini bukan sepenuhnya salah kurir. Kita juga sudah berusaha cepat, tapi memang kondisi jalannya begitu,” katanya.

Kemacetan di sejumlah titik di Semarang seperti Ngaliyan, Krapyak memang kerap terjadi, terutama saat jam sibuk. Bagi para pekerja seperti Arif dan Adit, situasi ini bukan sekadar gangguan, melainkan tantangan harian yang harus dihadapi. Di tengah padatnya lalu lintas, mereka tetap melaju, mengejar waktu, sambil berharap suatu hari jalanan bisa lebih bersahabat.

Di kota yang katanya terus berkembang, jalanan justru makin “diam di tempat”. Yang ngebut malah bukan kendaraan, tapi tagihan hidup yang terus jalan, sementara roda di aspal sering kali cuma bisa pasrah ikut antre. (dul)

You Might Also Like

Kodam IV/Diponegoro Terseret Kasus Korupsi BUMD Cilacap Rp 237 M, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Macet Panjang di Jalan Gombel, Antrean Kendaraan Mengular dari Arah Bawah

Pemkot Gelar Bazar Ramadan di 177 Kelurahan

TAGGED:headlinekemacetan semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gak Cuma Nurut, Begini Cara Bikin Anak Perempuan Tangguh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Di Jalan Lama, Orderan Melayang

Gak Cuma Nurut, Begini Cara Bikin Anak Perempuan Tangguh

Ambisi Orangtua Kelewat Tinggi, Anak Bisa Jadi Takut Makan

Ribut Mulu di Rumah, Ini Cara Ademkan Kakak Adik

Ngantuk Jadi Lomba, Seoul Bikin Kompetisi Tidur Siang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

PLTSa Jatibarang, Impian Besar yang Tumbang Gara-Gara Gas Seret

Oktober 2, 2025
Saeul dan Thiery, dua sopir bus profesional lulusan JIDS di bawah naungan LPK Hiro Karanganyar, yang saat ini diterima bekerja di perusahaan transportasi umum Jepang, Hiroshima Kotsu.
Info

Saeful dan Thiery Deg-degan, 2 Sopir Bus Profesional Lulusan JIDS Bekerja di Hiroshima Kotsu Jepang

April 18, 2026
Unik

Sambut Arus Mudik, Perbaikan Jalan Dideadline Rampung H-10 Lebaran

Februari 21, 2026
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Di Jalan Lama, Orderan Melayang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?