Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lama di Jalan, Orderan Melayang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Lama di Jalan, Orderan Melayang

Kalau kamu pikir macet cuma bikin telat ngopi atau meeting, coba tanya ke driver ojek online sama kurir. Di Semarang, macet itu bukan sekadar gangguan, tapi bisa langsung motong penghasilan. Di jalanan yang padat, waktu bukan lagi soal menit, tapi soal cuan yang bisa hilang kapan aja.

T. Budianto
Last updated: Mei 7, 2026 2:46 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KEMACETAN PANJANG: Sistuasi kemacetan di Jalan Prof Hamka di jam , sibuk, Rabu (6/5/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kemacetan lalu lintas di Kota Semarang seakan menjadi “teman harian” bagi para pekerja jalanan. Bagi sebagian orang mungkin hanya soal terlambat beberapa menit, tapi bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan, macet bisa berarti berkurangnya pemasukan.

Arif (32), pengemudi ojek online asal Bawen yang kini tinggal di Ngaliyan, merasakan betul dampaknya. Hampir setiap hari ia harus berjibaku dengan kemacetan, terutama di kawasan Ngaliyan hingga Krapyak saat jam pulang kerja.

“Kalau dari arah kota itu macetnya lumayan parah, apalagi sore. Kadang bikin orang sampai misuh,” katanya sambil tersenyum tipis, Rabu (6/5/2026).  Bagi Arif, waktu adalah uang.

Baca juga: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang

Semakin lama di jalan, semakin besar peluang kehilangan orderan. Ia harus pintar membagi waktu untuk menjemput pelanggan sekaligus mengejar target harian.

“Biasanya jemput kustomer dari Pamularsih itu 10 menit. Tapi kalau sore bisa jadi 15 sampai 20 menit. Kalau macetnya cuma 5 menit sih masih wajar, tapi ini seringnya lebih dari itu,” jelasnya.

Kondisi tersebut tak jarang membuatnya harus mengikhlaskan orderan lain yang terlewat. Dampaknya pun langsung terasa pada penghasilan. “Ya jelas berpengaruh. Kita ini kan dikejar target juga. Jadi kalau macet begini, penghasilan ikut kena,” ujarnya.

Keluhan Pelanggan

Ia hanya berharap ada solusi nyata agar kemacetan tidak terus berulang setiap hari. “Harapannya sih ada jalan keluar, biar kerja juga lebih enak,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Adit (29), kurir makanan asal Pekalongan yang kini berdomisili di Kalipancur. Ia mengaku pernah berada di posisi yang tidak mengenakkan saat harus menghadapi keluhan pelanggan akibat keterlambatan.

“Saya pernah dimarahi customer karena lama nganter makanan. Padahal ya karena macet,” ungkapnya. Meski sempat tertekan, Adit memilih menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Baca juga: Fix, Tambah Macet! Turunan Gombel Lama Resmi Ditutup untuk Perbaikan Jalan

“Saya jelasin baik-baik kalau lagi macet, dan akhirnya customer ngerti. Soalnya ini bukan sepenuhnya salah kurir. Kita juga sudah berusaha cepat, tapi memang kondisi jalannya begitu,” katanya.

Kemacetan di sejumlah titik di Semarang seperti Ngaliyan, Krapyak memang kerap terjadi, terutama saat jam sibuk. Bagi para pekerja seperti Arif dan Adit, situasi ini bukan sekadar gangguan, melainkan tantangan harian yang harus dihadapi. Di tengah padatnya lalu lintas, mereka tetap melaju, mengejar waktu, sambil berharap suatu hari jalanan bisa lebih bersahabat.

Di kota yang katanya terus berkembang, jalanan justru makin “diam di tempat”. Yang ngebut malah bukan kendaraan, tapi tagihan hidup yang terus jalan, sementara roda di aspal sering kali cuma bisa pasrah ikut antre. (dul)

You Might Also Like

Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

Festival Kota Lama 2025 Siap Pecah Banget! Dari Musik, Fashion, Sampai Kuliner Nostalgia, Semua Ada!

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Gus Yasin: Akhlak Tak Bisa Digantikan oleh AI

TAGGED:headlinekemacetan semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gus Yazid (berpeci) menjalani sidang dakwaan kasus TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/5/2026). (bae) Terbongkar! Begini Cara Gus Yazid Samarkan Duit Hasil Korupsi Jatah Eks-Pangdam Widi
Next Article KORBAN - Ilustrasi korban pelecehan seksual dibungkam. Mencuat! Dosen UIN Walisongo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geram

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Info

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Desember 22, 2025
KORBAN - Ilustrasi korban pelecehan seksual dibungkam.
Unik

16 Mahasiswa FH UI Terlibat Pelecehan Seksual, DPR: Alarm Penting Calon Penegak Hukum

April 14, 2026
KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul)
Info

Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

Juli 23, 2026
Eks-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut langsung ditahan KPK setelah diperiksa sebagai tersangka, Kamis (12/3/2026).
Hukum

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

Maret 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lama di Jalan, Orderan Melayang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?