BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang makin serius ngebentuk generasi muda yang nggak cuma pintar, tapi juga sehat dan berkarakter. Lewat program “Satpol PP Goes to School”, edukasi soal hidup tanpa rokok mulai digencarkan langsung ke sekolah-sekolah.
Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 11 Semarang, Selasa (5/5/2026) dan dihadiri langsung Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Suasananya santai tapi tetap kena, lebih kayak ngobrol bareng daripada sekadar sosialisasi formal.
Baca juga: Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis
Di depan para siswa, Iswar menegaskan kalau Pemkot hadir bukan buat nakut-nakutin, tapi jadi “pamong” alias pembimbing. Tujuannya jelas: bikin anak-anak Semarang siap menghadapi masa depan dengan kondisi fisik dan mental yang prima.
“Saya lihat kalian punya komitmen jadi generasi berkarakter. Tema kita hari ini bebas rokok, karena kita ingin kalian sehat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” ujar Iswar.
Nggak cuma itu, siswa juga diajak berani beda, nggak ikut-ikutan kebiasaan merokok yang masih sering dianggap “keren”. Justru, menurut Iswar, yang keren itu yang punya visi dan fokus ke cita-cita.
Beri Semangat
“Siapa yang mau bawa Indonesia jadi negara maju 2045? Kalau kalian semangat hari ini, besok kalian bisa sukses. Siapa tahu, ada yang jadi menteri di sini,” katanya, menyemangati.
Program ini juga jadi bagian dari penerapan Perda Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Artinya, sekolah wajib jadi zona bebas asap rokok, bukan cuma aturan di kertas, tapi juga budaya yang harus dibangun bareng.
Baca juga: Soal Enam Hari Sekolah, Pemkot Nggak Mau Grusa-Grusu
Acara berlangsung interaktif, dengan dukungan dari Satpol PP Kota Semarang dan jajaran Forkopimcam Gajahmungkur. Kolaborasi ini diharapkan bisa memperkuat upaya membangun sumber daya manusia yang lebih siap dan berkualitas. Ke depan, Pemkot Semarang berencana memperluas program ini ke lebih banyak sekolah, biar pesan hidup sehat ini nggak berhenti di satu titik aja.
Di tengah tren yang kadang bikin “ikut-ikutan” terasa lebih gampang daripada “punya pendirian”, mungkin emang sudah waktunya definisi keren di-reset, karena masa depan nggak butuh asap, tapi butuh arah. (tebe)

