BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmennya buat terus menghadirkan pembangunan yang terasa langsung ke warga. Pesan itu disampaikan saat upacara Hari Jadi ke-479 Kota Semarang di Balai Kota, Sabtu (2/5/2026) pagi.
Upacara berlangsung khidmat tapi tetap hangat, dihadiri berbagai unsur, mulai dari ASN, akademisi, aparat, sampai tokoh masyarakat. Momen ini jadi simbol kalau pembangunan kota bukan kerja satu pihak, tapi hasil kolaborasi banyak tangan.
Dalam pidatonya, Agustina menyebut Semarang sebagai “rumah besar” yang dibangun dari gotong royong lintas generasi dan latar belakang. “Semarang adalah rumah besar. Tempat semua cerita dan semua orang punya ruang,” tegasnya.
Baca aja: Kado HUT Semarang, PBB Diskon 10 Persen
Dengan tema “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat”, Pemkot terus ngegas pembangunan yang inklusif lewat lima pilar utama: bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.
Nggak cuma wacana, beberapa capaian juga dipamerin. Mulai dari 1.449 bank sampah dengan nilai ekonomi hampir Rp2 miliar, jaminan kesehatan yang sudah tembus 100 persen, angka stunting turun ke 4,99 persen, sampai nol persen putus sekolah. Ekonomi kota juga tumbuh 6,42 persen, angka yang cukup bikin optimistis.
Bonus Ultah
Sebagai “bonus ulang tahun”, Pemkot juga ngeluncurin 14 program yang disebut “Kado Hebat”. Isinya macam-macam, dari sektor pajak, transportasi, sampai layanan buat kelompok disabilitas. “Masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” kata Agustina.
Rangkaian acara juga diisi peluncuran logo HUT, filateli, penghargaan kota toleran, hingga pertunjukan budaya yang makin ngasih warna di momen spesial ini.
Baca aja: HUT ke-579 Semarang, Pemkot Diminta Serius Urus RTH Biar Nggak Langganan Banjir
Di akhir pidatonya, Agustina ngajak semua elemen masyarakat buat terus jaga kebersamaan. “Rumah ini milik kita bersama, jadi harus kita rawat bareng-bareng,” ujarnya.
Semarang boleh disebut rumah besar, tapi seperti rumah pada umumnya, tantangannya bukan cuma membangun, tapi memastikan semua penghuninya benar-benar nyaman. Karena rumah yang terlihat megah dari luar, belum tentu semua ruang di dalamnya sudah terasa hangat. (tebe)

