Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pembenahan Tata Ruang Kunci Cegah Banjir Rob Berulang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Pembenahan Tata Ruang Kunci Cegah Banjir Rob Berulang

Setiap hujan deras atau air laut naik, Semarang kayak punya “ritual tahunan”: rob dan genangan muncul lagi. Tapi menurut pegiat lingkungan, ini bukan sekadar soal cuaca, ini soal bagaimana kota ini diatur dari awal.

T. Budianto
Last updated: April 29, 2026 2:45 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BANJIR KALIGAWE: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau lokasi banjir di wilayah Kaligawe dan Muktiharjo Kidul akhir Oktober 2025. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Momen Hari Jadi Kota Semarang jadi pengingat soal PR lama yang belum kelar. Banjir rob dan genangan masih datang berulang, terutama di kawasan pesisir.

Organisasi yang fokus di bidang lingkungan, Walhi Jateng menilai, akar masalahnya ada di penataan ruang kota yang belum beres. Pemerintah diminta mulai berani merapikan dari hulunya, bukan cuma tambal sulam di hilir.

“Hendaknya Wali Kota Semarang mulai membenahi permasalahan banjir mulai dari pembenahan tata ruangnya,” kata aktivis Walhi, Nur Colis, Rabu (29/4/2026).

Ia menekankan pentingnya ketegasan dalam menetapkan kawasan konservasi dan daerah resapan air. Tujuannya biar pemanfaatan ruang nggak tumpang tindih, apalagi sampai merusak fungsi lingkungan.

Baca juga: Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Menurutnya, wilayah atas harus dijaga sebagai resapan dan penyangga. Sementara kawasan pesisir yang sekarang dipenuhi industri dan infrastruktur juga perlu ditata ulang.

Colis bilang, tanpa pembenahan itu, banjir rob bakal terus jadi langganan. Apalagi ditambah persoalan intrusi air laut yang bikin air makin susah meresap ke tanah.

Pemicu Genangan

Selain tata ruang, ia juga menyoroti urusan drainase dan sampah yang belum optimal. Dua hal ini sering jadi pemicu genangan makin parah saat hujan datang.

“Lalu dilanjutkan pembenahan drainase dan pengelolaan sampahnya, serta soal intrusi air laut yang membuat sulit air meresap ke tanah,” ujarnya. Untuk jangka panjang, Colis menyarankan penyediaan air bersih dari sumber permukaan.

Baca juga: Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran

Cara ini dinilai bisa menekan penggunaan air tanah, khususnya di wilayah pesisir. “Penyediaan air bersih dari permukaan bisa menjadi salah satu ide solusi dalam memasok air untuk warga dan industri, dan bisa mengurangi penggunaan air tanah di pesisir,” pungkasnya.

Selama kota masih ditata “sesuai kebutuhan sesaat”, jangan heran kalau rob datang tepat waktu tiap tahun. Soalnya yang berubah cuma airnya, cara ngatur kotanya masih itu-itu aja. (bae)

 

Tulisan ini bagian dari fokus utama bacaaja.co pekan ini, “Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota”. (Red)

You Might Also Like

Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

Kasus Kematian Ibu di Jateng Turun

Banjir Bukan Takdir! Wali Kota Semarang Gaspol Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

Menhaj Gus Irfan: Calhaj Wajib Sehat, Gak Lolos Tes Kesehatan Bisa Dipulangkan

Kelakuan Sudewo, Simpanan Tumpukan Dolar di Rumah Tak Dicantumkan dalam LHKPN

TAGGED:banjir robhari jadi semarangheadlinepemkot semarangwalhi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Promosi Dicanangkan, PSIS Siap “Bongkar Pasang” Tim
Next Article Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

CJIBF 2026 Bawa Potensi Rp19,07 Triliun ke Jateng

Agustus 29, 2026
Ekonomi

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Desember 14, 2025
Fokus

MTQ Nasional Bukan Sekadar Soal Lomba

September 2, 2026
SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul)
Info

Mahasiswa Turun ke Jalan, Wagub Jateng Janji Tak Tutup Telinga

Juni 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pembenahan Tata Ruang Kunci Cegah Banjir Rob Berulang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?