BACAAJA, SEMARANG- Kemenangan 1-0 atas Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (25/4/2026) malam, jadi titik terang buat PSIS Semarang. Gol tunggal Beto Goncalves di menit ke-60 cukup buat mengamankan tiga poin penting di pekan ke-26 Liga 2 2025/2026.
Tambahan poin itu bikin PSIS kini mengoleksi 23 poin dan nangkring di posisi 8 klasemen sementara Grup B. Secara matematis, mereka mulai menjauh dari zona merah, unggul lima poin dari Persiba Balikpapan yang ada di peringkat 9 dengan 18 poin.
Tapi cerita belum selesai. Nasib PSIS sekarang ikut “nebeng” di laga Persiba vs PSS Sleman yang digelar di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026) malam. Skenarionya simpel tapi bikin deg-degan:
Baca juga: Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!
Kalau Persiba kalah, PSIS selamat. Kalau imbang, PSIS juga aman. Kenapa? Karena kalau imbang, poin Persiba cuma jadi 19. Bahkan kalau mereka menang di laga terakhir, maksimal cuma 22 poin. Artinya tetap di bawah PSIS yang sudah punya 23 poin.
Di sisi lain, PSS Sleman jelas bukan datang buat santai. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu lagi ngebut ngejar tiket promosi ke Liga 1. Dengan koleksi 52 poin, mereka unggul tipis dari Persipura dan Barito Putera yang sama-sama punya 50 poin.
Dua Kepentingan
Bahkan, PSS bisa langsung naik kasta hari ini juga kalau Persipura gagal menang lawan Persipal. Jadi, motivasi mereka jelas: menang, dan sekalian “bantu” PSIS tanpa sengaja. Situasi ini bikin satu pertandingan punya dua kepentingan besar: PSIS butuh hasilnya, PSS butuh kemenangannya.
Sementara itu, pelatih PSIS Kas Hartadi memilih tetap realistis. Alih-alih sibuk menghitung peluang dari hasil tim lain, dia fokus membenahi timnya jelang laga terakhir melawan PSS di pekan ke-27.
Maklum, waktu adaptasinya juga super mepet. “Karena saya baru datang dua hari, dihadapkan dengan laga-laga krusial. Saya belum paham benar satu per satu karakter pemain,” ujar Kas Hartadi. Dia juga mengakui masih ada banyak PR, terutama soal transisi permainan yang belum maksimal. “Kita akan perbaiki lagi, termasuk dalam hal transisi,” lanjutnya.
Baca juga: Sisa Dua Laga, PSIS Tunjuk Kas Hartadi Jadi Nahkoda
Laga melawan PSS nanti diprediksi bakal jadi ujian berat. Selain karena kualitas lawan, tekanan juga datang dari ambisi besar PSS yang ingin segera promosi ke Liga 1. Meski begitu, PSIS tetap punya waktu sekitar sepekan buat berbenah. “Yang pasti, kita harus siapkan diri dengan bagus agar dapat hasil maksimal,” tegasnya.
Di sepak bola, kadang yang bikin tenang bukan kemenangan sendiri, tapi kekalahan orang lain. Dan PSIS sekarang lagi berharap satu hal sederhana: semoga malam ini, PSS bukan cuma menang… tapi juga jadi “penolong tanpa niat.” (tebe)

