Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat

PSIS sudah kerja keras di lapangan, tapi nasibnya belum sepenuhnya di tangan sendiri. Setelah menang, sekarang gantian nunggu hasil tim lain. Ibarat sudah ujian, tapi nilai kelulusan ditentukan kelas sebelah, kurang greget, tapi ya begitulah alur ceritanya.

T. Budianto
Last updated: April 26, 2026 4:04 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAYAKAN GOL: Pemain PSIS, Beto Goncalves melakukan selebrasi bersama rekannya, Rafinha usai mencetak gol ke gawang Kendal Tornado FC pada laga lanjutan Liga 2 Championship di Stadion Jatidiri, Sabtu, (25/4/2026). (Foto: PSIS)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kemenangan 1-0 atas Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (25/4/2026) malam, jadi titik terang buat PSIS Semarang. Gol tunggal Beto Goncalves di menit ke-60 cukup buat mengamankan tiga poin penting di pekan ke-26 Liga 2 2025/2026.

Tambahan poin itu bikin PSIS kini mengoleksi 23 poin dan nangkring di posisi 8 klasemen sementara Grup B. Secara matematis, mereka mulai menjauh dari zona merah, unggul lima poin dari Persiba Balikpapan yang ada di peringkat 9 dengan 18 poin.

Tapi cerita belum selesai. Nasib PSIS sekarang ikut “nebeng” di laga Persiba vs PSS Sleman yang digelar di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026) malam. Skenarionya simpel tapi bikin deg-degan:

Baca juga: Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!

Kalau Persiba kalah, PSIS selamat. Kalau imbang, PSIS juga aman. Kenapa? Karena kalau imbang, poin Persiba cuma jadi 19. Bahkan kalau mereka menang di laga terakhir, maksimal cuma 22 poin. Artinya tetap di bawah PSIS yang sudah punya 23 poin.

Di sisi lain, PSS Sleman jelas bukan datang buat santai. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu lagi ngebut ngejar tiket promosi ke Liga 1. Dengan koleksi 52 poin, mereka unggul tipis dari Persipura dan Barito Putera yang sama-sama punya 50 poin.

Dua Kepentingan

Bahkan, PSS bisa langsung naik kasta hari ini juga kalau Persipura gagal menang lawan Persipal. Jadi, motivasi mereka jelas: menang, dan sekalian “bantu” PSIS tanpa sengaja. Situasi ini bikin satu pertandingan punya dua kepentingan besar: PSIS butuh hasilnya, PSS butuh kemenangannya.

Sementara itu, pelatih PSIS Kas Hartadi memilih tetap realistis. Alih-alih sibuk menghitung peluang dari hasil tim lain, dia fokus membenahi timnya jelang laga terakhir melawan PSS di pekan ke-27.

Maklum, waktu adaptasinya juga super mepet. “Karena saya baru datang dua hari, dihadapkan dengan laga-laga krusial. Saya belum paham benar satu per satu karakter pemain,” ujar Kas Hartadi. Dia juga mengakui masih ada banyak PR, terutama soal transisi permainan yang belum maksimal. “Kita akan perbaiki lagi, termasuk dalam hal transisi,” lanjutnya.

Baca juga: Sisa Dua Laga, PSIS Tunjuk Kas Hartadi Jadi Nahkoda

Laga melawan PSS nanti diprediksi bakal jadi ujian berat. Selain karena kualitas lawan, tekanan juga datang dari ambisi besar PSS yang ingin segera promosi ke Liga 1. Meski begitu, PSIS tetap punya waktu sekitar sepekan buat berbenah. “Yang pasti, kita harus siapkan diri dengan bagus agar dapat hasil maksimal,” tegasnya.

Di sepak bola, kadang yang bikin tenang bukan kemenangan sendiri, tapi kekalahan orang lain. Dan PSIS sekarang lagi berharap satu hal sederhana: semoga malam ini, PSS bukan cuma menang… tapi juga jadi “penolong tanpa niat.” (tebe)

You Might Also Like

Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

Bandingnya Kandas, Aipda Robig Masih Ngotot Mau Kasasi?

Jurus Rahasia Eksistensi Warung Madura, Singgung Jalur Tak Lazim

TAGGED:headlineMahesa Jenarpanser biruPSISsnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Langit Madinah Berduka, Jemaah Tegal Tutup Perjalanan
Next Article ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist) Tragis! Balita 2 Tahun di Cianjur Meninggal usai Santap MBG, Ratusan Lainnya Tumbang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) alias polisi.

Siti Mawarni Meledak, Respons Polda Sumut Jadi Sorotan

Viral Dari Kampung, Siti Mawarni Bikin Bandar Narkoba Gerah

Lagu Siti Mawarni Viral Sumut Bikin Heboh, Liriknya Ngena Banget

Daycare Little Aresha di Kota Jogja. Tempat penitipan anak yang berubah menjadi camp penyiksaan balita.

Berkat Sang Mantan! Kisah Terbongkarnya Tragedi Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja

[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gedung DPRD Makassar luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Makassar dibakar massa saat aksi demonstrasi pada Jumat (29/8/2025) malam.
Ekonomi

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

September 3, 2025
Tersangka kasus kematian dosen Untag, AKBP Basuki (baju biru) diperiksa di kejaksaan, Jumat (13/2/2026). (ist)
Hukum

Drama Kematian Dosen Untag Semarang Makin Panas! AKBP Basuki Resmi Ditahan

Februari 13, 2026
Ekonomi

Kejari Bantu Tagih Tunggakan BPJS

Maret 10, 2026
Info

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Februari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: PSIS Nunggu “Bantuan” PSS Buat Selamat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?