BACAAJA, BOYOLALI- Kloter pertama haji 2026 dari Jawa Tengah resmi dilepas, dan vibe-nya? Campur aduk antara bahagia, lega, sama harapan pulang jadi versi diri yang lebih “upgrade”.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen turun langsung melepas kloter SOC 1 asal Kabupaten Tegal malam itu. Rombongan ini dijadwalkan take off dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB, Rabu dini hari, pakai pesawat Garuda Indonesia menuju Madinah.
Tahun ini, Jateng kebagian kuota 34.122 jemaah. Rinciannya, 32.138 jemaah reguler, 1.706 prioritas lansia, ditambah 191 petugas haji daerah dan 87 pembimbing KBIH. Nggak sedikit, dan jelas bukan perjalanan kecil-kecilan.
Baca juga: Jadwal Haji 2026 Disusun Ini Keberangkatannya, Fokus Utama Keamanan Jamaah
Pemberangkatan dibagi lewat dua pintu: Embarkasi Solo dan Yogyakarta. Mayoritas, yakni 81 kloter atau 28.772 jemaah, berangkat dari Solo. Sisanya, 15 kloter dari wilayah Kedu terbang lewat Yogyakarta International Airport.
Di momentum pelepasan, Taj Yasin nggak banyak basa-basi. Pesannya simpel tapi kena: jaga kesehatan, tetap kompak, dan jangan lupa bawa nama baik daerah.
“Yang paling penting itu ikuti arahan pembimbing. Jangan sampai kendor di tengah jalan,” katanya. Ia juga ngingetin kalau ibadah haji itu bukan sprint, tapi marathon sekitar 40 hari.
Jadi stamina harus dijaga dari awal. “Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” tegasnya lagi. Soal sikap, ia juga wanti-wanti. Jemaah Jateng diminta tetap jadi representasi Indonesia yang dikenal santun dan tertib.
Cek Kesehatan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar memastikan semua jemaah sudah lewat proses cek kesehatan ketat alias istitha’ah. Hasilnya, kloter pertama aman.
Meski di kloter berikutnya ada beberapa jemaah yang harus dirujuk atau diobservasi, tapi belum tentu batal berangkat. “Penentuan layak terbang tetap lewat asesmen medis. Kita siaga 24 jam,” jelasnya.
Cerita haru datang dari Maliyah (75), jemaah asal Margasari, Tegal. Setelah nunggu 14 tahun, ia akhirnya berangkat, meski harus pakai kursi roda. Bahkan sempat opname beberapa hari sebelum keberangkatan. “Tapi alhamdulillah sekarang sudah sehat. Dulu daftar sama suami, sekarang berangkat sama menantu,” katanya pelan.
Baca juga: Logistik Haji 2026 Ketahan Konflik, Beras Terancam Gagal Kirim
Di sisi lain, pembimbing ibadah Ahmad Risyanto menilai layanan haji tahun ini makin rapi. Mulai dari logistik, administrasi, sampai alur keberangkatan dinilai lebih jelas.
Embarkasi Solo juga kembali pakai layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo, biar proses imigrasi lebih cepat dan jemaah nggak terlalu capek. Plus, kartu Nusuk sudah dibagikan sejak di embarkasi, jadi setibanya di Tanah Suci nggak perlu ribet lagi.
Acara pelepasan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, mulai dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid hingga jajaran Kementerian Agama.
Di tengah semua persiapan super serius ini, satu hal yang tetap relevan: haji memang ibadah fisik dan mental, tapi kadang yang paling berat justru… nahan diri buat nggak capek duluan sebelum sampai tujuan. (tebe)

