Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung

Di panggung festival, Gambang Semarang masih sering tampil. Tapi begitu masuk urusan hajatan, nikahan, sunatan, atau acara keluarga, namanya belum jadi pilihan utama. Di situlah problemnya: eksis, tapi belum jadi kebutuhan.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 7:55 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Penampilan para penari Gambang Semarang Art Company beberapa waktu lalu. (Foto: GSAC)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kesenian Gambang Semarang memang masih ada geliat dan peminatnya. Tapi harus diakui, kesenian khas Semarang saat ini lebih banyak tampil di acara festival atau panggung resmi.

Direktur perkumpulan Gambang Semarang Art Company (GSAC) Tri Subekso mengakui hal itu. Selama Gambang Semarang belum ditanggap masyarakat di momen pribadi seperti hajatan, maka berarti masih ada PR.

“Selama Gambang Semarang belum ditanggap jadi hiburan orang punya gawe, itu belum jadi kebutuhan,” kata Tri saat ditemui di acara pameran kesenian di Semarang, Senin (21/4/2206).

Baca juga: Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

Dia bilang, dulu Gambang Semarang sempat ada di fase itu. Diundang di acara mantu atau sunatan. Tapi sekarang belum kembali ke titik itu. Terakhir kali GSAC dapat job hajatan, katanya, sekitar 2016 atau 2017. Setelah itu, panggung lebih banyak datang dari acara formal.

Mulai dari undangan pemerintah sampai perusahaan. Peresmian, gathering, sampai buka puasa bersama. Salah satunya sempat tampil di acara perusahaan di Super Penyet saat Ramadan. “Kalau ngundang pemerintah atau perusahaan itu biasa. Tapi kalau wong mantu ngundang Gambang Semarang, nah itu baru tandanya hidup,” ujarnya.

Bagian Tradisi

Tri menilai, indikator kuat sebuah kesenian hidup itu sederhana. Dipakai di hajatan. Jadi bagian dari tradisi masyarakat sehari-hari. Dia mencontohkan daerah lain. Di Kabupaten Semarang, orang hajatan masih sering nanggap kuda lumping atau wayang kulit. Itu sudah jadi kebiasaan. Artinya kesenian itu jadi kebutuhan.

Sementara Gambang Semarang, menurut dia, belum sampai situ. Masih sebatas tontonan acara tertentu. Belum jadi pilihan spontan warga saat punya acara. “Bukan soal uangnya. Tapi soal eksistensi,” tegasnya.

Baca juga: Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”

Meski begitu, aktivitas panggung tetap jalan. Tahun 2025 bahkan jadi salah satu yang paling ramai karena banyak festival dan dukungan program. Sementara 2026 ini masih lebih sepi. Baru satu kali pentas, itu pun di acara buka puasa bersama perusahaan.

Di sisi lain, dukungan pemerintah sebenarnya ada. Gambang Semarang sudah masuk sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kota Semarang. Artinya, secara kebijakan sudah diakui dan diprioritaskan. Tinggal bagaimana program dan eksekusinya di lapangan.

Tri juga menyoroti soal festival. Menurut dia, jangan sampai cuma seremonial. Apalagi kalau peserta dibentuk dadakan. “Kadang festival ada, tapi kelompoknya dibikin instan. Habis itu bubar,” katanya.

Bagi komunitas, yang lebih penting justru penguatan kelompok. Bikin ekosistem yang benar-benar hidup dan berkelanjutan. Tapi itu juga bukan hal mudah. Mencari orang yang mau serius berkesenian sekarang jadi tantangan tersendiri. Apalagi Gambang Semarang butuh banyak elemen. Mulai dari musik Jawa, sentuhan Tionghoa, sampai cerita dan drama di panggung.

Di panggung resmi, Gambang Semarang masih dapat spotlight. Tapi di hajatan warga, malah belum masuk playlist. Ironisnya, kadang yang diakui pemerintah belum tentu otomatis dipakai masyarakat, karena yang bikin hidup itu bukan panggung besar, tapi undangan kecil dari rumah ke rumah. (bae)

You Might Also Like

Kata Prabowo Hanya Kurang 0,01 Persen Lagi MBG Jadi Program yang Sempurna

Beda Sikap! China Tolak Keras Dewan Perdamaian Trump, Indonesia Manut Amerika

Pelanggar Lalin Kini Diawasi dari Langit

PSIS ke Kudus Bawa Luka Lama dan PR Baru

Agustina Gaspol Atasi Sampah Organik Lewat Program Gumregah

TAGGED:gambang semaranghari jadi semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Papua Memanas Lagi, Korban Sipil Jatuh, Versi Berbeda Muncul
Next Article Kopdes Merah Putih Dapat Suntikan Baru, Skema Dana Makin Fleksibel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sisa Dua Laga, PSIS Tunjuk Kas Hartadi Jadi Nahkoda

Gapura Undip berdiri di Jalan Prof Soedarto. (google streat view)

Curang UTBK di Undip, Ada Peserta Bawa Alat Bantu Dengar

Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

Nggak Cuma Nangkep Penjahat, Polisi Juga “Ngurus Pesangon”

Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Gaspol Jadi Kota Wisata: Event Dibikin Meriah, Kotanya Dipoles Biar Makin Keren

Desember 9, 2025
SPBU di Ngaliyan, Kota Semarang, dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).
Info

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Pertalite Tidak Naik, tapi Dibatasi

Maret 31, 2026
Info

Bukan Sekadar Piala, Malamnya Perempuan Semarang Unjuk Karya

Desember 23, 2025
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), gak lagi pensiun dari politik dan jadi rakyat biasa. Ia kini ngaku siap mati-matian keliling Indonesia demi menangkan PSI.
Politik

Katanya Mau Jadi Rakyat Biasa, Jokowi: Saya Siap Keliling Kecamatan Menangkan PSI

Februari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?