Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya

Di tengah perayaan Hari Kartini yang biasanya identik sama kebaya dan quote klasik, Semarang datang bawa kabar yang lebih “real” angka. Bukan angka biasa, tapi 78,71 yang merupakan nilai Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) tahun 2025. Ini jadi semacam bukti kalau perempuan di Kota Atlas udah naik level: bukan cuma hadir, tapi ikut pegang kendali.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 6:14 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
HARI KARTINI: Wali Kota Semarang memimpin upacara peringatan Hari Kartini di halaman Balai Kota, Selasa, (21/4/2026). (Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang mencatat capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) sebesar 78,71 di tahun 2025. Angka ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat upacara Hari Kartini ke-147 di halaman Balai Kota, Selasa (21/4).

Menurut Agustina, capaian ini bukan angka “kosong”, tapi hasil kerja nyata perempuan di berbagai lini. Mulai dari urusan kesehatan, lingkungan, sampai ekonomi berbasis masyarakat, semuanya ada peran perempuan di dalamnya.

Salah satu yang paling kelihatan adalah kontribusi sekitar 16 ribu kader posyandu. Mereka ini bukan sekadar relawan biasa, tapi jadi garda depan yang menjaga kesehatan warga. Bahkan, praktik ini sampai dilirik dan diapresiasi oleh California State University sebagai contoh sukses pemberdayaan berbasis komunitas.

Baca juga: Bukan Sekadar Piala, Malamnya Perempuan Semarang Unjuk Karya

“Waktu saya diundang ke sana, mereka kagum bagaimana kader posyandu kita bisa punya tanggung jawab sosial yang kuat. Ini lahir dari masyarakat sendiri,” kata Agustina.

Nggak cuma di sektor kesehatan, perempuan Semarang juga aktif di gerakan lingkungan “Semarang Wegah Nyampah”. Lewat bank sampah yang digerakkan kader PKK dan komunitas, aktivitas ini bukan cuma soal bersih-bersih, tapi juga muter ekonomi warga sampai Rp2,2 miliar.

Ruang Tumbuh

Di sisi lain, Pemkot juga ngebut membentuk 177 Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Program ini jadi semacam “safe space” sekaligus ruang tumbuh buat perempuan dan anak di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Capaian IPG ini jadi sinyal kuat kalau perempuan di Semarang udah bukan lagi sekadar objek pembangunan. Mereka sekarang jadi aktor utama yang ikut nentuin arah perubahan.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

“Kalau perempuan berdaya, keluarga kuat, masyarakat tangguh, dan Semarang pasti makin hebat,” tegas Agustina. Pemkot pun terus mendorong perempuan untuk upgrade diri, berani ambil peran, dan terus memperluas kontribusi di berbagai bidang.

Jadi, kalau masih ada yang mikir perempuan cuma cocok “di belakang layar”, mungkin perlu update data. Karena di Semarang, mereka bukan lagi figuran, tapi udah jadi sutradara yang ikut nentuin jalan cerita. (tebe)

You Might Also Like

Keluarga Jambret Gak Ridho Dunia-Akhirat, Komisi III Hentikan Kasus Hogi Minaya Sleman

Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

SPBU Ramai Gelisah, Pertalite Mendadak Susah Dicari Warga

Profil Sri Susuhunan Paku Buwono XIII: Penjaga Tradisi di Tengah Zaman

Wonosobo Punya Gaya, Kolaborasi Seni yang Ngeblend Total

TAGGED:agustina wilujenghari kartinipemberdayaan perempuanpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline
Next Article Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Tak Hanya Satu, Sekelas Mutah-mutah

Oktober 1, 2025
Ekonomi

Inggris Datang, Jateng Pamer Inovasi Hijau dan Potensi Wisata

Oktober 23, 2025
Daerah

327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi

Januari 15, 2026
Info

Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius

Juni 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: IPG Kota Semarang 78,71, Agustina: Bukti Perempuan Semarang Kian Berdaya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?