Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Sekolah Nggak Lagi Aman, Negara Datang Setelah Duka
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saat Sekolah Nggak Lagi Aman, Negara Datang Setelah Duka

Kasus perundungan dan tawuran pelajar lagi-lagi bikin hati nyesek. Bukan cuma soal kenakalan remaja, tapi soal ruang belajar yang pelan-pelan kehilangan rasa aman. Di Jawa Tengah, dua kejadian tragis di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes jadi pengingat: ada yang nggak beres, dan ini bukan hal sepele.

T. Budianto
Last updated: April 20, 2026 4:41 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KELUARGA KORBAN: Kunjungan pejabat Dinas Pendidikan Jateng ke rumah salah satu korban kekerasan pelajar, Jumat (17/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng merespons dua kasus yang menyita perhatian publik di dunia pendidikan Jateng. Lewat Dinas Pendidikan, mereka turun langsung mengunjungi keluarga korban sebagai bentuk empati sekaligus memastikan pendampingan berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Sadimin menyampaikan, kunjungan dilakukan pada Jumat (17/4/2026), menyusul insiden yang terjadi di dua wilayah berbeda.

Baca juga: Layaknya Film Laga, Remaja Konvoi Motor Bawa Clurit, Berakhir di Bui

Kasus pertama datang dari Sumberlawang. Seorang siswa kelas 8B SMP Negeri 2 Sumberlawang, Wahyu Adi Prasetya, meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya pada 7 April 2026.

Pihak Disdik Jateng mendatangi rumah duka, menyampaikan belasungkawa, sekaligus memastikan keluarga tidak sendirian menghadapi situasi ini. Sekolah juga disebut sudah lebih dulu melakukan pendampingan sejak proses pemakaman hingga doa bersama.

Korban Tawuran

Di sisi lain, tragedi serupa terjadi di Bulakamba. Tawuran pelajar yang melibatkan senjata tajam pada 30 Maret 2026 di Jalan Lingkar Utara berujung maut. Satu pelajar meninggal di lokasi kejadian.

Menurut Sadimin, konflik di Brebes diduga dipicu masalah lama antar kelompok pelajar yang akhirnya meledak. Upaya pembinaan sebenarnya sudah dilakukan, tapi jelas belum cukup untuk meredam eskalasi.

Langkah lanjutan kini ditempuh. Sekolah-sekolah diminta memperketat pengawasan, termasuk menggandeng kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, hingga orang tua siswa. Bahkan, penggunaan media sosial juga ikut disorot sebagai salah satu pemicu konflik yang sering diremehkan.

Baca juga: Marak Demo Pelajar, Ini yang Terjadi di Banjarnegara

Pemprov Jateng menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga menekankan pengawasan yang lebih kuat, bukan cuma di sekolah tapi juga di rumah. Targetnya jelas: menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan nggak lagi jadi tempat lahirnya konflik yang berujung tragedi.

Setiap kali kejadian seperti ini muncul, responsnya selalu cepat, kunjungan, empati, koordinasi. Tapi pertanyaannya, kenapa semua itu sering baru hadir setelah ada korban? Kalau sekolah adalah tempat belajar, mungkin yang paling darurat sekarang bukan cuma kurikulum… tapi rasa aman yang mulai hilang diam-diam. (tebe)

You Might Also Like

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

Geger! Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara, Polisi Buru Pelaku!”

Ramadan Datang, Tapi Hati Kok Tetap Kosong? Ada yang Salah?

Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan

Kado Spesial 17-an, Warga Tawuran saat Pawai HUT Kemerdekaan RI

TAGGED:dinas pendidikan jatengpemprov jatengtawuran pelajar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Zoo Kasih HTM 10 Ribu + Pelajar Masuk Gratis
Next Article Pengendara melintas ke arah Jalan Gombel Baru yang dibikin dua arah setelah Jalan Gombel Lama ditutup mulai Senin (20/4/2026). (dul) Fix, Tambah Macet! Turunan Gombel Lama Resmi Ditutup untuk Perbaikan Jalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekolah Wajib Jadi Rumah Aman Buat ODHIV

Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah

Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Malioboro Mau Full Jalan Kaki, Parkir Dicari Bareng

Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa

Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Politik

Duduk Semeja dengan Israel, Indonesia Setuju Bayar Iuran Board of Peace Hampir Rp17 Triliun

Januari 29, 2026
Tim Bhayangkara Presisi Juara PLN Mobile Proliga 2025 Putra
Olahraga

Bhayangkara Presisi Pertahankan Gelar Proliga

Mei 12, 2025
Info

Mulai April BBM Dibatasi, Pengisian Kini Ada Aturannya Baru

Maret 31, 2026
Pendidikan

Mahasiswa Diminta Ikut Bedah Data Kemiskinan dan Naikkan Kelas UMKM

Juli 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Sekolah Nggak Lagi Aman, Negara Datang Setelah Duka
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?