Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur

Zaman berubah, santri juga ikut upgrade. Nggak cuma kuat di kitab, tapi juga mulai dilatih pegang bisnis. Di Pati, konsep “ngaji sambil cuan” mulai serius digarap, bahkan sampai ke kolam lele.

T. Budianto
Last updated: April 19, 2026 2:25 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PEMBERDAYAAN SANTRI: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan saat menghadiri Bimtek pemberdayaan ekonomi santri yang digelar Pesantren Maslakul Huda, Pati, Jumat (17/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, PATI- Pemprov Jateng lagi dorong pesantren buat nggak cuma jadi pusat pendidikan agama, tapi juga jadi motor ekonomi. Salah satu caranya lewat penguatan koperasi pondok pesantren.

Langkah ini diwujudkan lewat kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Pesantren Maslakul Huda, Pati, Jumat (17/4/2026). Fokusnya cukup menarik: budidaya ikan lele. Acara ini dibuka langsung oleh Wagub Jateng, Taj Yasin Maemoen.

Baca juga: Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

Dalam sambutannya, ia menegaskan kalau pesantren nggak bisa cuma jadi tempat belajar agama. “Pesantren itu punya tiga fungsi: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Tapi semuanya butuh satu hal, kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Makanya, lewat pelatihan ini, santri didorong buat punya skill tambahan. Nggak cuma ngerti teori, tapi juga bisa praktik langsung, mulai dari budidaya sampai peluang usaha.

Melek Teknologi

Program ini diikuti perwakilan dari 20 pesantren di wilayah Pati dan sekitarnya. Selain teknik budidaya, para santri juga diingatkan pentingnya melek teknologi.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, teknologi bisa bantu usaha jadi lebih maksimal. Bahkan, dia juga menyinggung soal pemasaran, terutama kalau produksi melimpah. “Kalau over produksi, harus tahu mau dijual ke mana. Jangan sampai panen banyak tapi bingung pasar,” pesannya.

Baca juga: Nawal Ajak Santri Nempel Terus Sama Alquran

Sementara itu, pengasuh Pesantren Maslakul Huda, Abdul Ghaffar Rozon berharap kegiatan ini bisa membuka mindset santri. Menurutnya, santri punya potensi besar jadi entrepreneur, khususnya di sektor pertanian dan perikanan. “Harapannya santri mau terjun jadi pelaku usaha. Ini penting buat kemandirian, baik pribadi maupun pesantren,” katanya.

Dulu santri identik dengan kitab dan sarung. Sekarang, ditambah kolam lele dan strategi pasar. Mungkin ini jawaban dari realita: idealisme tetap dijaga, tapi perut juga harus diisi. Karena di dunia nyata, ceramah saja nggak cukup, kadang yang lebih dibutuhkan adalah kemampuan bertahan… dan sedikit ilmu jualan. (tebe)

You Might Also Like

Tuan Rumah Berjaya, Heru “Trubus” Menangi Ceqiu Cup I 2025

KUHAP Baru, Penyidik Bakal Tambah Sewenang-wenang

Aktivis: Biar Demo Nggak Chaos, Temui Massa Seperti Ganjar

Gubernur Luthfi Dorong Atlet Jateng Giat Berlatih untuk Songsong PON 2028

Layer Baru Cukai Rokok, Koalisi Sipil: Ini Bukan Solusi, Tapi Jalan Mundur

TAGGED:enterpreneurpemprov jatengsantriwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cara Pemkot Semarang “Ngobrol” dengan “Masa Lalu”
Next Article Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Mangrove 46 Hektare Digusur Tol, Penggantinya Masih Misteri

LAUTAN SAMPAH --Gunungan sampah tampak menjulang di kawasan TPA Jatibarang, Semarang. (ist)

85 Investor Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik Rp3 Triliun di Semarang

TAHANAN KASUS KORUPSI - Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijo, ditahan terkait kasus korupsi BUMD Cilacap. Widi menjadi ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. (ist)

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Normalisasi Jalur KA di Kendal. Foto: Dok. KAI Daop 4 Semarang
Info

Sempat Terganggu Akibat Banjir, Jalur KA Kaliwungu – Kalibodri Kendal Berangsur Normal

Januari 16, 2026
Pendidikan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia

Februari 5, 2026
Pendidikan

79.8 Ribu Pendaftar Gagal Masuk Undip Lewat UTBK SNBT 2025

Mei 29, 2025
Maryam, eks-napiter (bercadar) berfoto bersama petugas, sebelum dideportasi ke Malaysia melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, Sabtu (3/1/2026).
Hukum

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

Januari 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?